
" Zayyan" teriak mommy Gamila, Zayyan terkejut melihat orangtuanya sudah berada di hadapannya, dia menemui mereka dan memeluknya.
" Mommy, daddy kenapa tidak memberitahu Zayyan kalau ke sini, tunggu Gabriel" kata Zayyan, menatap tajam ke arah Gabriel.
" Maaf tuan muda" kata Gabriel.
" Kami yang memintanya jangan memberitahumu" kata daddy Jhon.
" Mommy sangat merindukan putraku" kata mommy Gamila, memeluk Zayyan, Zayyan tersenyum daddy Jhon menanggukan kepalanya.
Zayyan mengajak mereka duduk. " Adikmu mana Zay? " Daddy Jhon, tidak melihat Hanny bersama putranya.
" Hanny sedang sekolah mommy dan daddy jangan cemas dia berangkat bersama ibu Susi dan supir" kata Zayyan.
" Adikmu menyukai sekolahnya kan" kata mommy Gamila, Zayyan tersenyum menanggukan kepalanya mommy Gamila dan daddy merasa lega mendengarnya.
Suasana restoran menjadi hening karena mereka bertemu secara langsung pemilik perusahaan Winter Group, orang nomor satu di Amerika siapa yang tak mengenal tuan Jhon Albern Winter seorang penguasaha terkenal di dunia bisnis dunia.
" Frans aku tak salah lihat kan itu tuan Jhon Albern Winter pemilik perusahaan Winter Group yang terkenal itu" kata Surya, tak percaya apa yang ada di depannya.
Frans hanya tersenyum mendengarnya dia juga terkejut dengan apa yang ada di hadapannya.
Eliza berdiri diam tak jauh dari mereka dia mendengarnya dengan jelas kalau Zayyan memanggil mereka mommy dan daddy.
" Sayang kemarilah" kata zayyan, melihat Eliza membawa minuman untuknya, dengan senyuman Eliza mendekati mereka. Mommy Gamila dan daddy Jhon tersenyum akhirnya bisa melihat calon Menantunya yang selama ini mereka hanya melihat melalui lukisan di kamar Zayyan.
" Duduklah" kata Zayyan dengan senyuman, Eliza menanggukan kepalanya dengan tertunduk malu dia duduk di samping mommy Gamila, Gabriel duduk menjauh dari mereka membiarkan mereka berbicara.
Nayla mendekatinya dan menyerahkan daftar menu padanya.
" Pak, anda ingin mesan apa karena anda belum memesan" kata Nayla, mencoba mengatur detak jantungnya.
Gabriel hanya meliriknya dan senyum tipis. " Aku pesan coffe hot dan mie goreng" kata Gabriel, Nayla menanggukan kepalanya pamit untuk menyiapkan pesanan Gabriel.
Kembali ke tempat Eliza.
" Dad dia cantik seperti lukisan di kamar Zayyan, nak kamu panggil kami mommy dan daddy. Kami tahu kami merasa canggung di hari pertama kita bertemu nanti kamu pasti terbiasa" kata mommy Gamila.
" Ya mom" kata Eliza, tertunduk malu.
__ADS_1
" Oh ya Zayyan kapan anak gadis mommy pulang dia tak pernah menghubungi mommy kalau kamu tidak menghubungi, anak itu tak pernah merindukan mommynya" kata mommy Gamila, tanpa melepas tangannya dari Eliza.
" Mommy ingin menjemputnya sebentar lagi dia akan pulang barang mommy dan daddy biar mereka yang antar, sayang kamu bisa pergi bersama mommy karena aku harus kembali ke perusahaan " kata Zayyan.
Mommy Gamila menanggukan kepalanya karena dia sangat senang bisa menghabiskan waktu yang lebih lama dengan calon menantunya, daddy Jhon tersenyum melihat kebahagiaan istrinya.
" Mom, dad, Zay aku izin dulu ya" kata Eliza, mereka menanggukan kepalanya.
Ketika Eliza menemui manager langkahnya di hentikan oleh Nayla.
" Za, kamu mau kemana?" Nayla. " Aku minta izin ke manager mau menjemput Hanny ke sekolahnya bersama mommy dan daddy" kata Eliza.
" Uh sahabatku ini sudah memanggil mommy dan daddy dapat restu nih" kata Nayla, menggoda Eliza, Eliza tersipu malu.
" Eliza pergilah jangan biarkan mereka menunggu lama" kata Frans, karena mereka bicara di dekat Frans dan Surya.
" Tu cepat pergi kak Frans sudah izinkan" kata Nayla, Eliza mengucapkan terima kasih dan mengusul mereka yang menunggunya di samping mobil.
" Kak tidak kecewakan" kata Nayla pada Frans. " Kenapa dia harus kecewa Nay karena dia dudah menemukan penggantinya" kata Surya, Frans hanya diam.
" Siapa kak apakah dia kerja disini atau lainnya kita mengenalnya nggk" kata Nayla yang terlihat antusias.
" Kakak kenapa memukulku pakai sendok" kata Nayla, mengelus kepalanya yang terkena pukul oleh Surya.
" Astahfirrullah, kak maksudnya Laura" kata Nayla, dengan terkejut, Surya tersenyum dan menaiki alisnya.
"Kak berjuanglah" kata Nayla, pada Frans kemudian dia kembali bekerja, Frans melirik Nayla dan tersenyum tipis ya kali ini dia akan berusaha.
Anak buah yang diperintahkan oleh Zayyan untuk mengantar orangtuanya dan Eliza sudah sampai di SD Pertiwi 3 Padang.
Mommy Gamila dan daddy Jhon memperhatikan keadaan sekolah putrinya beberapa waktu terdepannya.
" Eliza siapa yang mencarikan sekolah ini, sekolahnya bagus dan keamanannya baik? " mommy Gamila, karena dia tahu putranya pasti sibuk dengan pekerjaanya
" Nayla dan Gabriel, mom" kata Eliza.
" Nayla? " mommy Gamila.
" Ya mom, dad dia sahabat Eliza di restoran " kata Eliza, mommy Gamila dan daddy Jhon saling memandang dan tersenyum.
__ADS_1
Taklama terdengar suara bel tanda pelajaran berakhir semua siswa satu persatu keluar dan menemui orangtuanya.
" Mommy, daddy" teriak Hanny, berlarian karena bahagia melihat orangtuanya ada di Indonesia tepatnya di sekolahnya. Ibu Susi mengikutinya dari belakang dengan membawa tas Hanny.
" Mommy, daddy kok ada disini dan bersama kakak ipar lagi" kata Hanny, memeluk mommy Gamila.
" Mommy dan daddy kesini karena merindukan kalian dan ingin melihat kakak iparmu" kata mommy Gamila.
" Mommy, daddy kakak ipar cantikan Hanny sangat sayang" kata Hanny, memeluk Eliza.
Mereka tersenyum melihat Hanny begitu menyayangi Eliza.
." Selamat datang tuan, nyonya" kata ibu Susi, dengan hormat.
" Bibi apa kabar mereka tidak menyusahkan " kata mommy Gamila, bertanya tentang anaknya.
" Tidak nyonya, tuan dan nona baik" kata ubu Susi.
" Sebaiknya kita ke kantor Zayyan, daddy ingin memeriksanya. Bibi dan Hanny pulang dengan supir saja" kata Daddy Jhon.
" Daddy Hanny ingin ikut ke perusahaan kakak" kata Hanny.
" Tidak apa tuan saya pulang bersama supir saja" kata ibu Susi.Mereka menanggukan kepalanya.
Ibu Susi dan supir menuju rumah Zayyan sedangkan Eliza dan lainnya menuju perusahaan cabang Winter Group.
Mobil membawa mereka sudah sampai di perusahaan cabang Winter Group.
" Kalian naiklah dulu mommy dan daddy ingin membeli kue di toko cake depan" kata mommy Gamila, kebetulan dia melihat toko cake.
" Mommy jangan lupa kesukaan Hanny" kata Hanny, mommy Gamila menanggukan kepalanya.
Mommy Gamila dan Daddy Jhon pergi ke tiko cake sedangkan Eliza dan Hanny masuk ke perusahaan.
" Maaf mbak kami ingin bertemu Zayyan?" Eliza pada resepsionis.Resepsionis memandang Eliza dengan tatapan sinis karena Eliza lupa melepas seragam ketika bekerja di restoran.
" Tak ada yang bernama Zayyan disini sebaiknya kalian k embali saja lihat saja pakaiannya tidak pantas berada disini, beraninya bertemu CEO" kata resepsionis.
" Hei lihat saja nanti kakakku akan memencatmu sepertinya kamu resepsionis baru." kata Hanny.
__ADS_1
" Kakak ayo kita tunggu di sana" kata Hanny, mengajak Eliza duduk di sofa panjang.
Taklama mommy Gamila dan daddy Jhon datang dengan membawa beberapa kotak kue di tangan anak buah Zayyan, mereka terkejut melihat Eliza dan Hanny duduk di sofa.