
Restoran
Hari sudah menunjukkan jam 05 sore pengunjung tak ada yang datang Eliza dan pelayan yang lainnya membersihkan restoran sebelum mereka pulang, David menunggu Eliza di luar bersama anak buahnya.
" Kak kami pamit dulu sampai jumpa besok" kata Eliza dan Nayla pamit pada Frans juga Surya yang membersihkan tempat dia membuat minuman.
Eliza dan Nayla keluar terlihat David juga beberapa orang menunggu di luar.
" Nona silahkan kami akan antar anda" kata David membuka pintu untuk Eliza.
Eliza dan Nayla saling melirik. " Dav kami naik angkot saja" kata Eliza, merasa tak enak.
" Maaf nona ini juga bagian dari pekerjaan saya" kata Eliza. " Eliza sayang ayo masuk kapan lagi naik mobil mewah nanti om dan tante menunggu " kata Nayla, mendorong Eliza masuk ke dalam mobil.
mobil menuju ke kediaman keluarga parwez tengah perjalanan HP David berbunyi.
Drt, drt, drt
" Assalamualaikum tuan muda saya sedang mengantar nona pulanng" kata David, meminta supir hati-hati.
Mendengar David bicara dengan seseorang membuat Eliza Deg deg an. " Apakah itu Zayyan" itulah yang difikirkan oleh Eliza.
" David, apakah itu dia" kata Eliza, David menjadi diam.
__ADS_1
" David berikan Hp padanya" kata Zayyan dari seberang. " Nona ini" kata David memberikan HP pada Eliza.
Dengan gemetaran Eliza meletakan HP ke telinga tak ada suara hanya ada keheningan di sana, hanya nafasnya yang terdengar antara keduanya.
" Assalamualaikum aku akan menunggu kedatanganmu" kata Eliza, mematikan panggilannya kembali menyerahkan HP pada David.
" David terima kasih" kata Eliza, David menanggukan kepalanya, Nayla terkejut kalau sahabatnya ini hanya berkata satu kalimat saja.
" Eliza, kenapa kamu tak bertanya kapan dia datang, malah berkata seperti itu" kata Nayla menggelengkan kepalanya, Eliza hanya tersenyum.
Madison.
Zayyan berada di kamar hotel baru saja selesai melaksanakan sholat subuh, dia menghubungi David bertanya keadaan Eliza.
Zayyan merapikan alat shalatnya kemudian menghubungi David, dia merasa lega karena David mengantar Eliza.
Dia mendengar suara yang membuat jantungnya berdebar dan meminta David memberikan HP pada Eliza karena dia sangat merindukan suara itu.
" Assalamualaikum, aku akan menunggu kedatanganmu".
Mendengar hal itu Zayyan tersenyum dan menutup panggilannya memenjamkan matanya.
" Eliza tunggu sebentar lagi, aku pasti menemuimu" kata Zayyan memenjamkan matanya.
__ADS_1
Tok, tok, tok
" Zayyan, kamu sudah bangun" kata Gabriel. " Ya sebentar lagi" sahut Zayyan bersiap untuk ke perusahaan, dengan Gabriel mengendarai mobil menuju perusahaan.
Kembali pada Eliza
Mobil yang di kendarai oleh David telah sampai di rumah Eliza.
" Nona silahkan" kata David, membuka pintu untuk Eliza, Eliza dan Nayla mengucapkan terima kasih.
Mami Farrah dan papi Irsyad mendengar suara mobil di depan rumahnya ketika membuka pintu mereka terkejut melihat putrinya keluar dari mobil, karena khawatir pada putrinya mereka segera menghampirinya.
" Sayang siapa mereka? " mami Farrah melihat beberapa pria berjas hitam berdiri sekitar rumahnya.
" Nona silahkan masuk kami akan berjaga diluar" kata David, Eliza mengajak orangtuanya dan Nayla masuk.
Papi Irsyad meminta mereka duduk di ruang tengah dan menatap putrinya meminta penjelasan.
" Om mereka itu berjaga saat masih di restoran " seru Nayla, duduk di samping Eliza.
" Eliza ada apa ini dan mereka itu siapa? " papi Irsyad.
" Mereka di minta untuk melindungiku" kata Eliza. " Perlindungan apa maksudnya, apakah terjadi sesuatu hingga kamu di awasi seperti ini" kata mami Farrah, khawatir pada putrinya terlibat masalah.
__ADS_1
" Om tante mereka itu dari orang yang sedang dia tunggu" kata Nayla tersenyum, Eliza hanya menundukan kepalanya.
Orangtuanya saling melirik dan menatap putrinya yang sedang malu.