
Bobby Egardo
Adalah pengusaha berasal dari Singapura merupakan rekan kerja papi Irsyad mereka telah menjalin kerja sama sudah bertahun-tahun lamanya.
Awalnya baik-baik saja tapi itu semua berubah saat papi Irsyad pergi ke kota Padang untuk memperluas bisnis dan itu tidak di sukai oleh Bobby Egardo, ia menginginkan papi Irsyad hanya bekerja sama dengannnya dan ia tak ingin perusahaan papi Irsyad berkembang di berbagai negara selain Singapura.
Sejak papi Irsyad mulai merintis usaha di padang itu memberikan kesempatan bagi Bobby Egardo untuk menghancurkan perusahaan keluarga Parwez dengan bekerja sama dengan Irgi Parwez yang merupakan saudara papi Irsyad.
Irgi Parwez juga membenci papi Irsyad hanya karena perbedaan pemberian harta warisan karena Irgi Parwez hanya merupakan saudara tiri papi Irsyad, apalagi perusahaan berkembang baik sedangkan usahanya hanya bisnis kecil itu membuatnya membenci papi Irsyad.
Saat Bobby Egardo menawar kerja sama itu tidak disiakan oleh Irgi Parwez karena ia juga menginginkan kehancuran papi Irsyad, saat papi Irsyad ke kota Padang mereka memulai aksinya dengan mengambil semua klien yang sebelumnya bekerja sama dengan perusahaan Parwez, dan ketika papi Irsyad dan lainnya kembali terkejut telah mendapat kabar dari orang kepercayaannya.
Tapi papi Irsyad berusaha untuk mempertahankan perusahaannya sampai Eliza tamat Sekolah Tingkat Pertama, tapi usahanya sia-sia karena Bobby berusaha untuk menghalanginya.
Bobby Egardo mulai tertarik dengan Eliza saat mereka bertemu pertama waktu itu Bobby Egardo mendatangi rumah keluarga Parwez untuk memperoleh tanda tangan papi Irsyad, bahkan dia mengancam akan membawa kabur Eliza jika papi Irsyad tidak menandatangani mengenai pemilikan perusahaan Parwez Group.
Demi keselamatan putri dan keluarganya papi Irsyad menandatangani surat tersebut, setelah Eliza tamat mereka memutuskan meninggalkan Singapura untuk menjauhi Bobby dan Irgi, karena papi Irsyad kalau mereka pasti kembali menemuinya untuk urusan yang sama.
Sebuah rumah di Singapura Irgi Parwez mendapat kabar dari Bobby Egardo mengenai keberadaan papi Irsyad.
" Sial mereka tak ada di kota Jakarta sebenarnya kak Irsyad dan keluarganya ada di mana, kemana mereka perginya" kata Irgi, dengan emosi.
Tiba saja Irgi teringat kalau papi Irsyad pernah membuka bisnis di kota Padang.
" Jangan mereka ada di sana sebaiknya aku memberitahu pada Bobby, ia pasti senang dengan apa yang aku beritahu" kata Irgi, tersenyum licik.
Tidak ingin membuang waktu Irgi segera memberi kabar pada Bobby mengenai hal baru yang ia temukan.
Bobby merasa bahagia mendengar berita yang di sampaikan oleh Irgi ia tak sabar lagi bertemu papi Irsyad terutama Eliza yang telah membuatnya tertarik saat pertama kali bertemu, ia tidak peduli dengan perbedaan mereka miliki baginya Eliza harus menjadi miliknya.
Bobby menghubungi anak buahnya untuk segera berangkat ke kota padang.
Kota padang.
__ADS_1
Perusahaan Winter Group
Zayyan masuk ke kantor setelah beberapa hari cuti dari kantor, dia memeriksa semua laporan yang ada di atas meja.
Tok tok tok
" Masuk" kata Zayyan, masuklah Gabriel bersama David mereka berdua ingin melaporkan sesuatu yang sangat penting. Zayyan melihat mereka dengan wajah yang terlihat tegang dan mengajak duduk di sofa yang ada di ruangannya.
" Sekarang katakan ada kabar apa yang ingin kalian sampaikan" kata Zayyan, David dan saling memandang dan menanggukan kepalanya.
" Tuan muda saya baru saja mendapat kabar dari anak buah yang di tugaskan untuk mengawasi mereka, tuan sepertinya mereka sudah mengetahui keberadaan tuan Irsyad dan mereka dalam perjalanan kesini" kata David.
Mendengar berita yang di sampaikan oleh David membuat Zayyan menjadi marah besar, dia mencengkram sofa yang dia duduki dan memejamkan matanya, David dan Gabriel menyadari kalau Zayyan sedang marah besar.
" David perketat perjagaan terhadap mertuaku dan rumahnya dan Eliza biar aku yang urus" kata Zayyan, Mereka berdua segera menanggukan kepalanya dan pamit kembali ke pekerjaan mereka.
David segera menghubungi anak buahnya agar melindungi mami Farrah dan papi Irsyad.
Zayyan mencoba untuk menghubungi istrinya berkali tapi tidak terangkat membuatnya khawatir, tanpa memikirkan pekerjaan yang memupuk Zayyan meninggalkan ruangannya dengan wajah yang tegang. Gabriel kebetulan ingin memberikan laporan untuk di tanda tangani segera mengikuti Zayyan.
Mami Farrah dan papi Irsyad menjadi tegang karena rumahnya banyak penjagaan tapi setelah di jelaskan oleh David, dan meminta mereka untuk menghubungi Zayyan agar mendapatkan penjelasan.
Di kediaman Zayyan dan Eliza.
Eliza sedang memasak di dapur menyiapkan makanan siang ia ingin mengantar makanan ke perusahaan Zayyan.
Mommy Gamila dan daddy Jhon sedang berada di ruang tengah menikmati acara yang di tayangkan oleh televisi setempat.
Terdengar suara mobil masuk Zayyan tidak memperdulikan keselamatannya ia segera turun setelah mobil baru berhenti, Gabriel segera meminta satpam untuk mengurus mobil Zayyan.
" Tuan Zayyan terlihat sangat tegang pasti ada sesuatu " guman satpam, segera mengurus mobil Zayyan yang masih di luar gerbang.
Mommy Gamila dan daddy Jhon terkejut melihat putranya yang berantakan dan tegang.
__ADS_1
" zayyan, ada apa ini kenapa wajahmu terlihat tegang dan pakaianmu berantakan?" mommy Gamila, merasa khawatir.
" Mommy dimana istriku? " Zayyan, menatap mommy Gamila dengan senyuman.
" Istrimu sedang masak di dapur" kata mommy Gamila, dengan senyuman.
" Zayyan akan melihatnya dulu mommy dan daddy duduk dulu nanti Zayyan akan ceritakan" kata Zayyan, mommy Gamila mencoba untuk bicara tapi dihentikan oleh daddy Jhon dan mengajak istrinya duduk di sofa.
Zayyan tersenyum melihat istrinya memasak ia berdiri di dinding sambil tangannya di bersedekap di dada, Eliza tidak menyadari kalau Zayyan memperhatikannya.
" Tuan muda" kata bibi , datang dari arah samping, Zayyan menanggukan kepalanya.
" Hubby" kata Eliza, baru menyadari ada suaminya di dapur Zayyah tersenyum.
Eliza meminta bibi untuk melanjutkan memasaknya. " Hubby kok pulang padahal aku berencana mengantar makanan ke kantor " kata Eliza, melihat jam ternyata masih jam sepuluh pagi.
Zayyan tersenyum dan memeluk Eliza. " Hubby malu di lihat bibi" kata Eliza, terkejut dan malu Zayyan tiba memeluknya.
" Sayang aku takkan membiarkan siapa pun yang mencelakaimu" guman Zayyan tak terdengar oleh Eliza.
Zayyan mengajak istrinya duduk di sofa mommy Gamila tersenyum melihat putra dan menantunya.
"Mom Hanny dimana? " Zayyan, lupa kalau adiknya masih sekolah.
" Zayyan, adikmu masih sekolah" kata dasdy Jhon, mewakili istrinya terkejut dengan perkataan putranya.
" Gabriel jemput Hanny dari sekolahnya dan katakan pihak dari sekolah kalau ia akan belajar dari rumah " kata Zayyan.
" Baik tuan muda" Gabriel, segera pamit ke sekolah Hanny.Mereka di sana terkejut dengan perkataan Zayyan.
" Hubby, kenapa Hanny belajar di rumah, apakah terjadi sesuatu" kata Eliza, mulai khawatir.
" Nggk ada sayang Hubby hanya ingin Hanny belajar di rumah agar mudah memgawasinya" kata Zayyan, Eliza menanggukan kepalanya.
__ADS_1
Berbeda dengan orangtuanya karena mereka tahu kalau Zayyan sudah memerintahkan anak buahnya untuk melindungi Hanny, tapi mereka tetap tenang agar Eliza nggk merasa curiga.