
Tanpa membuang waktu Elang segera menemui Bobby dan menceritakan apa yang ia ketahui, Bobby yang mendengar perkataan dari orang kepercayaannya membuatnya marah besar.
Brak
Bobby membalikan meja membuat Irgi yang berada dalam kamar terkejut dan segera melihat apa yang terjadi.
Irgi ketakutan melihat kemarahan Bobby yang mana matanya merah.
" Tuan Bobby apa yang terjadi hingga mu kemarah ini? " Irgi.
Bobby menatap Irgi dan menarik kerah bajunya. " Kau ingin tahu apa yang tengah terjadi? " Bobby, tertawa membuat suasana semakin tegang.
" Mereka menipu kita orang itu tak memberitahu kita kalau Eliza sudah menikah" tekan Bobby, Irgi yang mendengar hal tersebut menjadi terkejut.
" Sekarang apa yang harus kita lakukan, tuan" seru Irgi, dia sangat berharap Bobby tetap melanjutkan rencana yang telah mereka susun.
" Aku tak peduli dengan hal itu, aku akan rebut Eliza dari suaminya, Elang tetap awasi dan untuk mereka biarkan saja kita lihat siapa orang yang mereka bantu yang berani menantang kita" Kata Bobby, dengan dingin. Elang menanggukan kepalanya dan Elang tersenyum sinis.
Kediaman Zayyan dan Eliza.
Zayyan dan lainnya baru saja selesai dengan makan malam Daddy Jhon mengajak lainnya mengobrol di ruang tengah.
Hanny duduk diantara kedua orangtuanya dan Eliza duduk di samping suaminya, Daddy Jhon mengelus rambut putri kesayangannya.
" Kalian Daddy akan kembali ke Amerika" kata Daddy Jhon, membuat suasana menjadi sedih Eliza menatap Zayyan yang diam sambil menyaksikan TV dia memeluk lengan suaminya.
Hanny sangat sedih mendengar yang di katakan oleh oleh Daddy Jhon.
" Daddy kenapa cepat sekali perginya Hanny kan masih rindu,Daddy tak usah pergi temani Hanny di sini" Hanny, memeluk daddy Jhon, mommy Gamila menghapus air matanya karena akan meninggalkan anak-anaknya dan menantu kesayangannya.
" Sayang daddy kan harus mengurus perusahaan ingat patuhi perkataan kakakmu, jangan sering membuat kakakmu repot karena putri daddy ini nakal" kata daddy Jhon, Hanny menangis dan menanggukan kepalanya.
" Daddy kapan perginya? " Zayyan. " Daddy pergi tiga hari lagi Zayyan ajak mertuamu kita makan malam bersama sebelum pergi" kata Daddy Jhon, Zayyan menanggukan kepalanya.
Mereka pergi ke kamar masing-masing Hanny ingin tidur bersama orangtuanya dan daddy Jhon dan mommy Gamila setuju.
" Sayang apa tidak bisa daddy dan mommy tinggal bersama kita" kata Eliza, memeluk lenngan suaminya, Zayyan dan Eliza sudah berada di kamarnya.
__ADS_1
" Yang dikatakan oleh daddy benar sayang perusahaan membutuhkan daddy dan tidak mungkin di tinggal terlalu lama" kata Zayyan, mengelus rambut Eliza, Eliza menanggukan kepalanya.
" Tapi malam ini mas membutuhkanmu" bisik Zayyan dengan seraknya, Eliza tahu yang di maksud oleh suaminya dan menanggukan kepalanya.
Zayyan mencium bibir Eliza dengan lembut ciuman menjadi lebih menuntut apalagi ada balasan dari Eliza, Zayyan tersenyum dan melanjutkan aksinya ia turun ke leher Eliza dan bagian lainnya membuat Eliza semakin perangkap Zayyan.
Zayyan melepas ciumannnya dan melihat istrinya sudah bergairah.
' Sayang" kata Zayyan, Eliza menanggukan kepalanya karena ia juga menginginkan sentuhan suaminya. Tak lama terjadilah malam yang indah bagi keduanya.
Mereka menghabiskan waktu hingga 3 jam Zayyan tidak melepas istrinya karena baginya Eliza sudah menjadi candu, Zayyan yang telah merasa lelah tidur di samping istrinya dan memeluk istrinya Eliza membalasnya mereka tidur karena merasa lelah.
Keesokan harinya Hanny sudah rapi dengan pakaian sekolahnya dan mommy Gamila dan daddy Jhon sudah berada di ruang makan menunggu anak dan menantunya untuk sarapan pagi.
" Pagi dad, mom" seru Hanny, mencium pipi orangtuanya, Daddy Jhon dan mommy Gamila tersenyum, Hanny duduk di samping mommy Gamila.
" Momm dimana kakak dan kak Eliza kita sudah menunggu sepuluh menit mereka belum juga turun" kata Hanny, dengan kesalnya.
Mommy Gamila saling melirik dan tersenyum tahu apa yang tengah terjadi.
" Bagus sepertinya aku sebentar lagi akan memiliki cucu" mommy Gamila dan daddy Jhon berkata dalam hati.
Kamar
Eliza bangun dari tidurnya dan melihat Zayyan tepat di hadapannya ia tersenyum mengingat kejadian mereka lalui semalam, Eliza tersipu malu ketika akan turun dari tempat tidur untuk membersihkan diri ia terkejut melihat jam telah menunjuk jam 09 pagi.
" Mas bangun " kata Eliza, menggoyang lengan suaminya tidak lupa menutup tubuhnya dengan selimut.
" Hmm sayang sebentar lagi mas masih ngantuk" kata Zayyan.
" Tapi mas hari sudah jam 09 pagi, mas tak ke kantor hari ini" kata Eliza.
Mendengar perkataan istrinya Zayyan terkejut karena jam 11 pagi ia harus membicarakan keberangkatan ke Surabaya.
" Habisnya kamu sudah menjadi candu bagi mas, ayo kita mandi bersama" kata Zayyan, Eliza terkejut Zayyan menggendongnya apalagi keduanya tanpa busana membuat Eliza malu.
Mommy Gamila dan daddy Jhon tersenyum melihat putra dan menantunya baru turun berbeda dengan Eliza yang merasa malu, Zayyan pamit pada lainnya karena mereka harus segera ke kantor.
__ADS_1
Elang terus mengawasi Bagus dan anak buahnya seperti biasa mereka berada di warung dekat rumah orangtua Eliza, Bagus merasa ada yang mengawasi.
" Bos ada apa? " anak buahnya.
" Nggak ada kalian lanjut saja minumnya" kata Bagus, entah kenapa ia merasa ada yang mengawasinya tapi ia berusaha untuk menghilangkan prasangkanya.
Kediaman keluarga Parwez.
Orangtua Eliza sedang menikmati acara yang disukai oleh mami Farrah yaitu pertandingan memasak.
Drt drt drt
Terdengar suara HP Papi Irsyad. " Mami ini dari Eliza" kata papi Irsyad, mami Farrah tersenyum.
" Assalamualaikum, nak"
" Wakaikumsalam, papi. Papi sedang dimana?
" Papi di rumah nak bersama mami"
" Papi, mami. Mommy dan daddy mengundang makan malam, pi Daddy dan mommy akan kembali ke Amerika tiga hari lagi".
" Baiklah nak kami akan kesana".
Papi Irsyad menutup panggilan dan mengatakan pada mami Farrah kalau mommy Gamila dan daddy Jhon mengundang makan malam, juga mengenai kembali ke Amerika.
" Papi padahal kita baru saja bertemu dan setelah pernikahan Eliza kita belum sempat mengobrol " kata mami Farrah.
" Kita harus mengerti mi, mereka pasti sibuk " kata papi Irsyad.
Hari semakin malam dan terasa dingin tak lama hujan turun papi Irsyad mengajak istrinya istirahat.
Perusahaan Winter Group.
Walau hari hujan Gabriel dan Zayyan masih sibuk dengan pekerjaan bersama Friska, mereka harus menyelesaikan semua urusan mengenai proyek baru ini agar tidak terjadi kesalahan.
' Friska pulanglah sisanya biar aku dan Gabriel yang mengurusnya dan besok jangan lupa untuk mengabarkan bagian keuangan esok kita akan rapat" kata Zayyan.
__ADS_1
" Baik tuan muda" Friska merapikan berkas dan pamit pulang.
Dua jam kemudian Gabriel dan Zayyan menyelesaikan pekerjaan, mereka pulang apalagi hujan semakin lebat Zayyan tak ingin istrinya khawatir.