
Amerika
Sudah beberapa hari anak-anaknya pergi ke Indonesia tepatnya ke kota Padang membuat mommy Gamila sedih merindukan putra putrinya, sudah dua hari ini mommy Gamila terlihat murung karena tak ada kabar dari anaknya.
Daddy Jhon yang turun dari tangga bersiap ke perusahaan sudah beberapa hari ini dia yang mengurus perusahaan karena Zayyan pergi.
" Mommy dimana coffe daddy? " Daddy Jhon tidak melihat coffe di meja makan, tapi mommy yang duduk di ruang makan terlihat murung dan tak merespon suaminya.
Daddy Jhon yang melihat istrinya murung segera menghampirinya.
" Mommy, baik saja? " Daddy Jhon, menepuk ringan punggung istrinya." Ah daddy sebentar mommy akan mengambil sepatunya" kata mommy Gamila.
" Mommy mau kemana?" Daddy Jhon melihat istrinya pergi. " Bukannya daddy ingin ambilkan sepatu" kata mommy Gamila terlihat bingung.
Daddy menggelengkan kepalanya melihat istrinya yang terlihat bingung dan dia tahu kalau istrinya sedang merindukan anaknya, meski baru saja kemarin dia menghubungi putranya.
" Mommy duduk dulu sini biar daddy yang meminta bibi yang membuatkan coffe" kata daddy Jhon, memanggil pelayan untuk membuatkan coffe untuknya.
" Daddy maafkan mommy, mommy kira daddy mau ambilkan sepatu " kata mommy Gamila. menundukan kepalanya.
__ADS_1
" Daddy tahu kalau kamu merindukan anak kita, sebaiknya kamu hubungi Zayyan" kata daddy Jhon, mengelus punggung istrinya.
" Tapi disana pasti larut dan mereka sedang tidur" kata mommy Gamila, menatap suaminya, dasy Jhon tersenyum.
Pelayan mengantarkan coffe untuk daddy Jhon setelah menghabiskan minumannya daddy Jhon pamit pada istrinya dan tidak lupa dia meminta istrinya untuk menghubungi anaknya nanti.
Mommy duduk di halaman samping rumahnya sambil menikmati permandangan, mommy Gamila memegang HP mencoba untuk menghubungi putranya tapi tak aktif.
Di kota padang.
Zayyan baru saja bangun dari tidurnya langsung ke kamar mandi untuk bersiap ke kantornya, setelah memastikan rapi dia turun untuk sarapan. Ketika menuju ruang makan dia tak melihat Hanny.
" Nona muda masih tidur di kamarnya, tuan muda" kata ibu Susi, Zayyan menanggukan kepalanya, makan sarapannya yang di siapkan oleh ibu Susi.
" Tuan muda kapan melamar nona Eliza? " ibu Susi. " Secepatnya bu saya akan katakan pada mommy dan daddy, apalagi cabang perusahaan disini masih memerlukan pengawasan yang tekad" kata Zayyan.
Gabriel masuk ke dalam setelah memastikan mobil yang akan mereka bawa ke perusahaa baik saja.
" Tuan muda mobil sudah siap dan memastikan mesinnya aman" kata Gabriel, Zayyan menanggukan kepalanya.
__ADS_1
" Nak ayo makan dulu" kata ibu Susi pada putranya. " Gabriel duduklah " kata Zayyan, melihat Gabriel hanya diam.
Gabriel mengucapkan terima kasih dan duduk di samping Zayyan, mereka menikmati sarapan pagi hanya berdua.
Hanny baru saja bangun dari tidur setelah selesai sholat Hanny melanjutkan tidurnya, dia melihat jam menunjukan pukul 06, 30.
" Sebaiknya aku mandi dulu kakak pasti sebentar lagi pergi ke kantor" guman Hanny, mengambil handuk menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah berpakaian rapi Hanny turun menemui kakaknya di ruang makan.
" Kakak, Hanny ikut ya ke perusahaan, Hanny ingin melihat perusahaan kakak" kata Hannya dengan manjanya.
" Kamu pasti bosan dek kakak sibuk dengan pekerjaan" kata Zayyan.
" Jika Hanny bosan nanti pergi ke tempat kak ipar siangnya dan kakak bisa menjemput disana" kata Hanny, membujuk kakaknya.
" Baiklah kamu boleh ikut, bu siapkan bekal untuk Hanny agar makan di sana" kata Zayyan.
Ibu Susi menanggukan kepalanya dan menyiapkan bekal untuk nona mudanya, kemudian mereka menuju ke perusahaan.
__ADS_1