
Ketika Hanny berlari masuk ke restoran Zayyan masih di luar memeriksa HP karena sejak pagi dia belum melihat HP, ternyata ada panggilan dari mommy Gamila.
" Gabriel tunggu aku menghubungi mommy dulu" kata Zayyan. " Baik tuan muda" sahut Gabriel menunggu Zayyan sedang menghubungi mommy Gamila.
Zayyan menghubungi mommy Gamila memberi kabar kalau dia dan adiknya baik-baik saja dan dia juga merindukan mommynya itu, setelah melepas kerinduan dengan mommy Gamila memutuskan panggilan.
" Tuan muda itu sepertinya suara nona muda" kata Gabriel, mendengar teriakan Hanny. " Ayo kita masuk sepertinya terjadi sesuatu di dalam" kata Zayyan
Ketika mereka masuk melihat seorang pria menghina Eliza dengan kata tak sopan membuat Zayyan marah besar.
." Beraninya kau berteriak pada adikku" kata Zayyan, dengan dinginnya melangkah mendekati Hannya.
Semua orang disana menatap Zayyan dengan takut karena aura yang ditunjukan oleh Zayyan.
" Lihat kan kakakku sudah datang dia takkan mengampunnimu" kata Hanny, pria tersebut diam tak berani menggerakan kakinya.
" Tuan Zayyan" kata Rangga dengan nada gemetaran. ternyata pria yang membuat keributan itu adalah Rangga klien Zayyan.
Mereka beejanji bertemu di restoran untuk membahas kerja sama antara perusahaan mereka.
__ADS_1
Plak
Zayyan menampar Rangga yang telah menghina Eliza dan berteriak di hadapan adik kesayangannya.
" Kau tahu kesalahanmu" kata Zayyan, mencengkam dagu Rangga hingga dia merasa kesakita.
" Maaf tuan saya tidak tahu kalau anak itu adalah adikmu" kata Rangga, menahan rasa sakit.
" Sebelum itu apa yang kau lakukan, Ha?" Zayyan menatap tajam ke arah Rangga.
" Kakak, dia berkata tak baik pada kakak ipar" kata Hanny.
Zayyan kembali menampar Rangga hingga mengeluarkan darah, Zayyan menarik kerah bajunya.
Gabriel mendekati Nayla dan Eliza untuk mencari tahu yang sebenarnya.
" Nona sebaiknya anda katakan pada kami apa yang dilakukan pria itu pada anda, kalau tidak tuan muda akan menghancurkan tempat ini" kata Gabriel.
Eliza yang menangis dalam pelukan Nayla, Gabriel menatap Nayla agar dia membujuk Eliza untuk menceritakannya.
__ADS_1
" Eliza, katakanlah agar kamu tenang dan dia juga berhak tahu" Nayla, menepuk punggung Eliza. Eliza melepaskan pelukannya dan menceritakan semuanya membuat suasana tegang.
" Brengsrek kau Rangga beraninya kau" teriak Zayyan, menendang Rangga hingga meja dan kursi jatuh, semua pengunjung restoran keluar ketakutan melihat kemarahan Zayyan.
Para pengawal yang di tugaskan untuk menjaga Eliza masuk ke dalam mereka terkejut melihat tuan mudanya menghajar seseorang.
" Gabriel putusan semua kerja sama kita dengan perusahaannya dan ambil kembali saham perusahaan kita yang ada di perusahaannya" kata Zayyan.
" Baik tuan muda" kata Gabriel, menghubungi Friska untuk mengurusnya.
" Tuan jangan lakukan itu perusahaanku bisa bangkrut" kata Rangga dengan memohon.
" Setelah kau lakukan pada calon istriku dan adikku jangan harap permintaanmu akan ku kabulkan" kata Zayyan, menunjuk ke arah Rangga.
" Calon istri" sahut Rangga dengan gemetaran. Zayyan memerintahkan anak buahnya membawa Rangga ke kantor polisi, Rangga terus memohon ampun pada Zayyan.
" Hanny" kata Zayyan. " Hanny tidak apa kak seharusnya kakak diam saja dulu padahal Hanny ingin memberinya pelajaran karena berbuat tak baik pada kakak ipar" kata Hanny dengan kesal karena dia juga ingin mempraktekan ilmu bela diri yang dia pelajari sama David.
Zayyan mengacak rambut Hanny dan mendekati Eliza.
__ADS_1
" Eliza, semuanya baik saja dan dia sudah ku bawa ke polisi" kata Zayyan, menarik Eliza dalam pelukannya.
" Aku takkan membiarkan siapa pun yang menanggumu"