Love Story Zayyan Dan Eliza

Love Story Zayyan Dan Eliza
Episode 92


__ADS_3

Hari ini Zayyan, Gabriel dan Friska harus pergi ke Surabaya mengurus proyek baru di sana kalau masalah perusahaan Zayyan mempercayai David mengurusnya selama mereka ke Surabaya, Zayyan sudah memberitahu pada Eliza mengenai kepergiannya ke Surabaya itulah yang membuat Eliza sedih.


Zayyan telah menugaskan para bodygoard menjaga istri dan adiknya selama kepergiannya dan dia juga meminta mertuanya menemani istri dan adiknya, Zayyan tidak takkan merasa tenang jika tak ada yang menemani mereka.


" Ibu Gabriel berangkat dulu ingat selalu memberi kabar pada Gab jika terjadi sesuatu" kata Gabriel, meminta izin pada ibunya.


Ibu Susi menanggukan kepalanya dan meminta putranya selalu menjaga diri dan melindungi Zayyan.


Disinilah mereka di Bandara Internasional Minangkabau Eliza, Hanny dan mami Darrah juga papi Irsyad mengantar mereka ke bandara.


" Hanny selama kakak pergi selaku dengarkan perkataan kak iparmu juga lainnya, jika terjadi sesuatu segera hubungi kakak atau David. Kakak telah meminta David mengurus perusahaan" kata Zayyan, memeluk Hanny. Hanny menanggukan kepalanya di balik kesedihannya.


Kemudian Zayyan berpamitan pada mertuanya dan meminta untuk menjaga adik dan istrinya, mami farrah dan papi Irsyad memintanya untuk berjaga diri.


Friska juga memberi kabar pada Frans dan mengerti karena kesibukan Frans di restoran, maka mereka hanya saling mengirim pesan.


Franscmeminta kekasihnya untuk saling memberi kabar dan tidak lupa berhati-hati di kota orang,Gabriel menjauh sedikit pada mereka dan menghubungi Nayla.


Drt drt drt


Nayla sedang membersihkan meja entah kenapa suatu kebetulan keadaan restoran dalam keadaan sepi.


" Mas Gabriel" guman Nayla, melihat ada panggilan dari Gabriel.


' Assalamualaikum".Nayla duduk di kursi dan mendengarkan perkataan dari Gabriel.


" Waalaikumsalam"


" Nay" Gabriel menghela nafasnya. Nayla senantiasa mendengarkan.


" Nayla aku akan berangkat ke Surabaya bersama tuan muda dan Friska, saat ini kami sudah di bandara maaf baru sekarang aku memberitahumu. Nayla tunggulah aku setelah dari Surabaya aku akan meminta ibu untuk melamarmu"


Nayla merasa sedih juga bahagia mendengar perkataan Gabriel, ia menanggukan kepalanya seaakan mereka saling berhadapan.

__ADS_1


" Mas aku akan menunggumu" kata Nayla, dibalik HP Gabriel tersenyum dan mengakhiri panggilan kembali menemui Zayyan.


Eliza menangis dalam pelukan suaminya Zayyan hanya memberikan pelukan yang erat.


" Mas hati-hati selama disana jangan lupa makan, sholat dan sering memberi kabar" kata Eliza, dengan suara yang serak.


Zayyan melepas pelukannya menghapus air mata Eliza ia memegang pipinya dan tersenyum juga menanggukan kepalanya. Mereka tak saling bicara tapi hati yang bicara.


Zayyan mencium kening Eliza dan kembali memberinya pelukan di balas oleh Eliza seakan egan untuk melepasnya.


Taklama terdengar suara panggilan bahwa pesawat menuju Surabaya sebentar lagi akan berangkat, Gabriel dan Friska pergi dahulu meninggalkan Zayyan masih memeluk istrinya.


" Sayang mas janji setelah urusannya selesai segera pulang jagalah dirimu dan Hanny" bisik Zayyan, Eliza menanggukan kepalanya dan melepaskan pelukannya.


Eliza terus menatap Zayyan yang semakin menjauh, Hanny juga merasa sedih melihat kakak kesayangannya menaiki pesawat.


" Sayang ayo kita pulang" ajak ibu Farrah, mereka meninggalkan Bandara Internasional Minangkabau menuju rumah Zayyan.


Tanpa sadari oleh Zayyan dan lainnya ada mobil hitam mengikuti mereka dari keluar rumah sampai Bandara.


Bagus tidak menyadari hal itu karena mengira hanya orang yang lewat saat melihat ada mobil lain mengikuti ayah Irsyad menuju rumah Zayyan.


Bagus dan anak buahnya kembali ke markas setelah memastikan Irsyad sampai dengan selamat ke rumah Zayyan, Bagus mengira mereka pasti aman melihat banyaknya anak buah Zayyan berjaga.


Awalnya Eliza ketakutan melihat banyaknya orang yang berbadan besar dan berpakaian hitam berada di sekitar rumah, tapi setelah dijelaskan oleh Zayyan baru ia mengerti.


Mobil hitam terus mengikuti mobil yang ada Eliza sampai rumah Zayyah.


' **** sial " kata Bobby, emosi melihat banyaknya bidygoaed yang menjaga rumah Zayyan.


" Siapa suami Eliza sebenarnya sepertinya dia bukan orang semberangan, orang itu pasti mengetahuinya" guman Bobby mengingat Bagus.


" Elang kita kembali dulu aku akan meminta Irgi untuk mematau Bagus" kata Bobby, Elang menanggukan kepalanya dan memutar mobilnya menuju rumah yang ia sewa selama rencana berlangsung.

__ADS_1


Irgi sedang minum wine dia tak sabar untuk menikmati harta Irsyad selama ini dia hidup dari hasil harta Irsyad, karena harta tersebut hampir habis makanya ia berniat merebut sisa milik Irsyad yang ia ketahui di simpan oleh Irsyad.


Papi Irsyad masih memiliki sebuah yayasan di Singapura di urus oleh orang kepercayaannya dan Eliza nggk mengetahuinya demi keamanan.


" Irgi dimana kau" kata Bobby.


Brak


Bobby menendang pintu terlihat Irgi sedang minum, Irgi yang asyik dengan kegiatannya terkejut melihat kemarahan Bobby.


" Bukannya dia sedang mengawasi mereka" kata Irgi.


Bobby meminta Irgi untuk menangkap Bagus dia tak bisa lagi untuk menahannya, dia harus mengetahui siapa suami Eliza sebelumnya Elang sudah menyelidikinya tapi entah kenapa dia tak menemukan apapun.


Semua itu adalah pekerjaan David yang menyembunyikan data Zayyan.


Irgi dan beberapa anak buah mulai merencanakan untuk menangkap Bagus, saat ini mereka sudah sampai di tempat biasanya Bagus berkumpul bersama anak buahnya.


" Kita harus mencari waktu yang tepat untuk menangkapnya, beraninya dia menipu kami lihat saja nanti aku akan memberinya balasan" kata Irgi, melihat Bagus bersama anak buahnya.


" Kalian tetap berjaga aku ke dalam dulu" kata Bagus merasa lelah, dia memutuskan istirahat sebentar sebelum mengawasi Bobby entah kenapa ia merasa firasat buruk.


Anak buah Bagus menanggukan kepalanya dan bermain kartu sambil menunggu.


"Aku ke sana dulu membeli makanan" kata salah satu anak buah Bagus, yang lainnya menanggukan kepalanya.


Irgi tersenyum melihat tiga orang anak buah Bagus pergi sekarang hanya menyingkirkan dua orang lagi, entah suatu kebetulan atau di rencanakan kedua anak buah Bagus melihat mobil mogok dan menolong.


" Ternyata kita tak membutuhkan waktu yang lama inilah kesempatan kita untuk membawanya menemui Bobby" kata Irgi.


Bobby dan salah satu anak buahnya masuk ke dalam dan melihat Bagus sedang tidur, kesempatan ini tidak boleh di buang.


Irgi membius Bagus dan berhasil membawanya ke tempat Bobby, Irgi meminta anak buahnya untuk menghapus jejaknya agar tidak di ketahui, mereka menuju ke tempat Bobby.

__ADS_1


" Bobby pasti merasa senang karena aku berhasil membawanya" kata Irgi, melihat Bagus masih pingsan.


__ADS_2