
Keesokan harinya Zayyan berangkat ke sekolah bersama Gabriel dengan diantar oleh supir, karena Gabriel belum cukup umur untuk mengendara mobil maka untuk sementara mereka diantar oleh supir.
" Tuan muda apa ingin sesuatu dulu sebelum sampai di sekolah" kata Gabriel, duduk di samping supir, Zayyan menatap tajam ke arah Gabriel dan menutup bukunya.
" Sekali lagi kamu memanggil tuan muda aku turunkan di sini " sahut Zayyan dengan menatap tajam.
" Tapi sekarang aku bekerja untukmu" kata Gabriel. Zayyan memejamkan matanya dan menghela nafasnya.
" Baiklah tapi ingat selama di sekolah jangan pernah sekalipun memanggilku begitu" kata Zayyan, Gabriel menanggukan kepalanya.
Tak terasa mobil sampai di sekolah Gabriel ingin mengambil tas Zayyan langsung melarangnya.
" Disini sekolah bukan dirumah ingat kamu adalah sahabatku" kata Zayyan, Gabriel tersenyum dan menanggukan kepalanya. Kemudian mereka turun dari mobil banyak siswi yang berteriak menyebut nama Zayyan.
" Dasar mereka ini tak pernah melihat orang saja" kata Gabriel dengan kesal melihat siswi sudah mengepung mereka tapi Zayyan tetap dengan sikap dinginnya.
__ADS_1
Datanglah sekelompok siswi dengan penampilan yang berlebihan, melewati semua siswi dihadapannya.
" Awas kalian semuanya aku ingin bertemu calon pacarku" kata Natalie, merupakan putri kepala sekolah. Semua siswa dan siswi tak ada yang berani melawannya.
" Hai Zayyan aku bawa apa untukmu" kata Natalie, memberikan pasta pada Zayyan. " Dasar wanita aneh Zayyan takkan menyukainya, ayo Zayyan kita pergi dari sini" kata Gabriel, mengajak Zayyan pergi dari kerumuman.
Natalie terkejut yang baru saja terjadi Gabriel yang biasanya berdiri di sudut sudah berani.
" Bukankah itu Gabriel anak yang mendapatkan beasiswa, dia itu hanya suka berdiri di sudut kan" kata Olivia, merupakan teman Natalie.
Natalie menatap ke arah Olivia dan Olivia menanggukan kepalanya.
" Ayo kita masuk sebentar lagi guru masuk" kata Olivia. Natalie memang tidak mengetahui bahwa Gabriel sudah berteman dengan Zayyan sejak Zayyan pertama masuk sekolah.
Beberapa hari ini Natalie memang tidak melihat mereka bersama karena Zayyan sering di perpustakaan dan Gabriel menemaninya. Natalie hanya melihat Zayyan dalam kelas.
__ADS_1
" Aku bingung dengan wanita satu ini suka sekali mendekatimu, apalagi dalam kelas " kata Gabriel dengan kesal, Zayyan hanya diam tak mau menanggapinya.
Taklama guru masuk memulai pembelajarannya semua siswa fokus mendengarkan penjelasan guru, termasuk Zayyan dan Gabriel tak merasa terganggu temannya berisrik.
Tak terasa mereka sudah menyelesaikan pendidukan sekolah menengah pertama denganmendapatkan nilai sempurna, orangtua mereka merasa bangga dengann prestasi anak mereka.
Selama Gabriel bersama Zayyan mendapatkan ilmu salah satunya bela diri, ini adalah permintaan Zayyan agar Gabriel belajar ilmu bela diri untuk melindungi dirinya dan sekitarnya.
Itu dikarenakan Natalie hampir membuat Gabriel celaka, Gabriel sering menghalanginya jika ingin bertemu Zayyan. Maka Natalie sangat marah hingga menyuruh orang untuk mencelakainya.
Beruntung Zayyan mendengar rencana itu ketika dia mendengar Natalie menghubungi orang suruhan di dekat WC pria.
Atas perbuatannya itu Natalie dan Olivia dikeluarkan dari sekolah bahkan ayahnya seorang kepala sekolah tak dapat berbuat apa karena Daddy Jhon langsung turun tangan.
Untuk merayakan kelulusan Zayyan dan Gabriel Nyonya Gemila mengajak mereka makan siang di restoran.
__ADS_1