
Eiliza, Hanny menuju ke perusahaan Zayyan dengan David yang mengendalikan mobil.
" Kak ipar masak apa untuk kakak? " Hanny mencoba mengintip isi bekal Eliza untuk Zayyan, Eliza tersenyum melihat tingkah laku Hanny yang mengintip makanan yang dia persiapkan.
" Wah kak baunya sangat enak Hanny nanti ingin mencobanya " kata Hanny, Eliza menanggukan kepalanya.
Tiga puluh menit berlalu mobil yang dikendarai David sudah sampai di cabang perusahaan keluarga Winter Group, Mereka bertiga turun dari mobil David bwrtanya pada reseosionis.
' Nona kami ingin bertemu tuan Zayyan Albern Winter? " David, resepsionis menatapke arah mereka sambil mengerinyit dahinya dan melirik ke arah Eliza yang berpenampilan sederhana .
" Maaf 5uan nama yang anda di sebutkan tak ada disini" kata resepsionis, David tersenyum sambil berfikir kalau mereka tak tahunama daribos mereka sendiri .
" David apa kita salah alamat? " Eliza yang merasa khawatir.
" Nggk nona ini adalah kantor tuan muda" kata David, meyakinkan Eliza, Hanny menatap resepsionis dengan kesal.
" Jadi kakak tidak mengenal kakakku, lihat saja aku akan memintanya untuk memencatnya" kata Hanny sambil meletakkan tangannya di pinggangnya.
__ADS_1
Resepsionis itu hanya tersenyum dan berfikir dasar anak kecil beraninya mengancam saja.
Melihat resepsionis diam membuat Hanny semakin kesal, dia mengambil HP untuk menghubungi Zayyan.
Drt, drt, drt
" Asssalamualaikum kakak, hiks hiks hiks"
" Hanny, kenapa menangis apa terjadi sesuatu? " Zayyan, mengkhawatirkan adiknya.
" Kakak hiks, hiks kami sudah di kantor kakak tapi kakak di depan tidak boleh masuk katanya tidak mengenalmu, kakak kan bos disini masa tak ada mengenalmu"
" Kakak ayo kita duduk menunggu kak Zayyan datang " kata Hanny, menarik Eliza duduk di sofa David hanya menggelengkan kepalanya melihat keusilan nona mudanya.
Zayyan yang mendapat kabar dari adiknya kalau mereka tidak boleh masuk, apalagi adik kesayangannya menangis. Segera turun ke bawah Gabriel yang melihat tuan mudanya terburu dia pun mengikutinya.
Zayyan dan Gabriel keluar dari lift menuju lobi kantornya dengan kakunya dan dingin, membuat para karyawan yang melihatnya ketakutan mereka mengira apakah ada masalah.
__ADS_1
" Kakak" teriak Hanny berlarian mendekati Zayyan dan menangis, Eliza dan David mengikutinya dari belakang.
Zayyan melihat Eliza datang dengan senyuman dia kembali melihat adiknya.
" Hanny kenapa menangis katakanlah pada kakak? " Zayyan, Hanny mengintip ke arah resrpsionis dengan senyuman dilihat oleh David.
" Nona anda harus melakukan sesuatu kalau tidak resepsionis itu akan kena amarah dari tuan muda, tuan muda takkan menerima apapun jika nona muda sudah menangis. Sebenarnya dia tak salah juga karena belum ada yang mengenalkan pada mereka kalau nama bos mereka adalah Zayyan Albern Winter" bisik Gabriel yang sudah menduga kalau nona mudanya sedang berbuat ulah.
" Nona, nona Hanny hanya berpura saja agar resepsionis itu di marahi tuan muda, saya sering kali terkena jahilnya" kata David, Gabriel mencoba untuk menahan tertawanya.
Eliza mendekati Zayyan sambil menundukan kepalanya.
" Zayyan, sebaiknya kita masuk nanti makanannya dingin" kata Eliza, Zayyan yang ingin memarahi resepsionis tidak jadi.
Mendengar kata makanan membuat Hanny tersenyum dia kembali mengingat bau wangi dari makanan Eliza bawa.
" Kakak ayo kita makan Hanny sudah lapar" Hanny menarik tangan kedua kakaknya, Zayyan memberi kode pada David dan Gabriel untuk mengurus masalah tadi.
__ADS_1
Sebenarnya Zayyan tahu kalau adiknya sedang berbuat ulah karena kejadian di lobi terekam di CCTV.