
Zayyan, Eliza dan Hanny sudah berada di ruangannya, Eliza melihat sekitarnya ruangan Zayyan terlihat elegan.Zayyan tersenyum melihat Eliza melihat sekitarnya.
" Hanny apakah sudah puas bermainya? " Zayyan menatap ke arah adiknya, Hanny tersenyum sedangkan Eliza meletakan makanan di atas meja.
Hanny tersenyum dan bermanja dengan Zayyan. " Itu karena pegawai kakak masa dia tak mengenal kakaku yang tampan ini" kata Hanny, memeluk lengan Zayyan, Zayyan tersenyum mengelus rambut adiknya.
" Sepertinya enak nih" kata Zayyan, ketika Eliza membuka bekalnya.
El
Eliza tersenyum. " Aku tahu pasti kamu sudah lama tidak memakan ini makanya aku siapkan" kata Eliza.
" Kakak ipar makanan ini apa namanya baru pertama kali Hanny melihatnya, apakah enak kak? " Hanny, yang baru pertama kali melihatnya.
Zayyan tersenyum. " Dek ini namanya ikan asin, rasanya sangat enak nggk berbeda jauh dengan steak, daging yang sering kamu makan" kata Zayyan, mengambil makanannya.
__ADS_1
Hanny menatap kakaknya yang menikmati makanan yang disiapkan Eliza, melihat kakaknya yang begitu menikmati makanannya membuatnya ingin mencobanya. Zayyan dan Eliza tersenyum melihat Hanny mencoba makananya.
"Kakak ini sangat enak lebih enak dari steak" kata Hanny yang begitu menikmati makanannya.Eliza dan Zayyan saling memandang sambil tersenyum.
Gabriel dan David sudah mengurus semuanya hingga semua karyawan tahu kalau Zayyan Albern Winter adalah CEO mereka, semua karyawan terkejut mendengar perkataan dari Gabriel yang ternyata CEO mereka adalah Zayya Albern Winter yang sempat menghebohkan dunia bisnis beberapa bulan yang lalu.
Semua makanan sudah habis di makan oleh mereka bertiga Eliza merapikan meja dari kotoran makanan.
" Zayyan aku harus kembali ke restoran karena ada pengunjung yang merayakan ulang tahunnya di sana, mereka padti membutuhkan tenagaku untuk membantu" kata Eliza menatap Zayyan.
" Bauklah aku hubungi David untuk mengantarmu, Hanny ikut ke restoran atau masih di sini bersama kakak" kata Zayyan.
Zayyan menghubungi David untuk mengantar kesayangannya ke restoran.
" Kalian tunggu disini sebentar lagi David datang" kata Zayyan, membaca laporannya.
Tok, tok, tok
__ADS_1
" Masuk" panggil Zayyan.
David dan Gabriel masuk ke ruangan Zayyan karena ketika Zayyaj menghubungi David dia bersama Gabriel.
" Tuan muda" sahut mereka dengan hormat. Zayyan menatap keduanya.
" Kalian sudah membereskannya" kata Zayyan. " Sudah tuan muda sekarang semua karyawan sudah mengetahuinya" kata Gabriel.
Zayyan menanggukan kepalanya. " David antar mereka kembali ke restoran " kata Zayyan. David menanggukan kepalanya.
Hanny, David dan Gabriel keluar dari ruang kantor Zayyan dengan membawa kotak makan yang telah di cuci oleh Eliza, ketika Eliza keluar dari ruangan Zayyan tangannya di tarik oleh Zayyan.
Mata mereka saling menatap Eliza yang merasakan detak jantungnya berdetak sangat cepat memenjamkan matanya sambil mengatur detak jantungnya, Zayyan tersenyum dia memegang dagu Eliza hingga wajah Eliza terangkat.
Zayyan menatap wajah yang selama ini selalu membayan dalam fikirannya dan sekarang dia dapat melihatnya setiap hari, Zayyan mencium kening Eliza dan memeluknya.
" Bisakah kamu tidak pergi tetap disini" kata Zayyan menenjamkan matanya, Eliza tersenyum.
__ADS_1
" Zayyan bukannya aku tak mau menemanimu tapi aku tak bisa berlama karena aku izin hanya sebenrar, kamu tahu kan nanti di restoran ada Acar dan aku harus berada disana sebelum di mulai acaranya" kata Eliza, dengan senyuman.
" Baiklah nanti ku jemput" kata Zayyan, melepas pelukannya, Eliza menanggukan kepalanya. Eliza dan lainnya kembali ke restoran.