Love Story Zayyan Dan Eliza

Love Story Zayyan Dan Eliza
Episode 77


__ADS_3

Zayyan dan lainnya pergi ke rumah Eliza malam ini mereka ingin membicarakan rumsh yang di tempati oleh Laura nantinya, mereka menggunakan satu mobil dengan Gabriel menjadi supir sedangkan David sibuk dengan tugas kuliahnya.


Rumah Eliza.


Eliza bersama orangtuanya baru saja seesai makan malam lalu mereka duduk di ruang tengah sambil menyaksikan acara kesukaan mami Farrah.


" Eliza bagaimana hubunganmu dengan Zayyan? " papi Irsyad, meminum kopi.


" Maksud papi hubungan kami baik-baik saja" kata Eliza, belum mengerti dengan apa yang dikatakan papi Irsyad berbeda dengan mami Farrah tersenyum.


" Farrah, kalian sudah berhubungan sudah lama papi hanya khawatir padamu, kamu itu anak perempuan papi satu-satunya" kata papi Irsyad.


Eliza tersenyum dia mulai mengerti akan kekhawatiran papi Irsyad, Eliza memeluk papi Irsyad.


" Papi dia baru kemari sekitar dua minggu dia pasti sibuk, Eliza harap papi dan mami sabar Allah pasti memberikan terbaik untuk kami" kata Eliza. Papi Irsyad dan mami Farrah menanggukan kepalanya.


Tok tok, tok.


" Papi sedang menunggu seorang" kata mami Farrah.


" Nggk mi, papi nggk ada janji dengan seorang" kata papi Irsyad, merasa bingung siapa yang datang ke rumahnya malam ini.


" Biar Eliza yang membuka pintunya" kata Ef liza, orangtuanya tersenyum.


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam" ucap Eliza, tersenyum setelah tahu siapa yang datang ke rumahnya dan mengajak mereka masuk ke dalam.


Papi Irsyad dan mami Farrah tersenyum melihat Zayyan datang ke rumahnya, Zayyan mencium tangan mereka diikuti dengan lainnya papi Irsyad menpersilahkan mereka duduk.


" Ada apa nak Zayyan datang ke sini malam - malam"kata papi Irsyad.


" Aku akan membuat minuman dulu" kata Eliza, mereka tersenyum dan menanggukan kepalanya.


Sebaiknya kita nunggu Eliza datang karena dia berhak mengetahuinya" kata Zayyan.


Ada rasa pertanyaan dari hati mereka apalagi Zayyan datang bersama wanita cantik yang tidak mereka kenali, Eliza datang membawa minuman untuk mereka dan Zayyan memintanya duduk.


" Om, tante dan Eliza" Zayyan menarik nafasnya.

__ADS_1


" Begini rumah yang kalian dulu sebelum pergi ke Singapura sudah saya beli" kata Zayyan, ada rasa lega orangtua Eliza rasakan karena prasangka mereka salah.


" Zayyan" kata Eliza.


" Ya Za aku membelinya karena orang yang tinggal disana mau pindah dan menjualnya daripada jatuh ke tangan orang lain, sebaiknya aku belinya karena rumah itu banyak memiliki kekenangan" kata Zayyan.


" Maksud saya datang kemari dia adalah Laura sekretaris saya dari Amerika daripada dia mencari penginapan sebaiknya rumah itu dia tinggalin, bagaimana pendapat kalian? "Zayyan.


" Oh itu nak Zayyan ingin katakan jadi kami salah duga" kata papi Irsyad, tersenyum.


Mereka tertuju pada papi Irsyad minta penjelasan dari katanya, berbeda dengan Eliza menundukan kepalanya dia tahu apa yang ada fikiran orangtuanya.


" Sepertinya Eliza tahu sebaiknya aku bicara dengannya nanti " kata hati Zayya.


" Tidak apa nak baguslah begitu ada orang ysng menempatinya lagipula rumah itu bukan milik kami lagi " kata papi Irsyad.


" Terima kasih pak bu saya akan menjaga rumah itu" kata Laura, mereka menanggukan kepalanya.


Kemudian Zayyan mengajak Eliza berbicara di taman tak jauh dari rumahnya.


Taman.


Mereka duduk di kursi walau sudah malam masih banyak orang berkunjung ke taman apalagi yang berpasangan, pandangan terlihat indah dengan bintang di langit.


" Tidak ada Zayyan hanya memikirkan menu baru untuk restoran" kata Eliza.


" Baiklah aku akan menunggumu untuk bicara ayo kita pulang angin malam tak baik untukmu" kata Zayyan. Ketika Zayyan akan berdiri ujung bajunya di pegang oleh Eliza.


" Zayyan aku ingin mengatakan sesuatu" kata Eliza, menatapnya dengan malu dan kembali menundukan kepalanya.


Zayyan tersenyum kembali duduk di damping Eliza, Eliza menarik nafasnya.


" Zayyan, mami dan papi bertanya mengenai hubungan kita mereka hanya takut karena aku anak perempuan mereka satu-satunya" kata Eliza, menundukan kepalanya.


Zayyan tersenyum dan memegang tangan Eliza tanpa menatapnya.


" Sebenarnya aku sudah memikirkannya sayang apa kita bertunangan dulu sebelum orangtuaku datang, tapi aku berfikir lagi aku ingin menikahimu segera tepat orangtuaku datang." kata Zayyan.


Eliza menatap Zayyan dengan air matanya mengali Zayyan tersenyum dan menhapus air matanya.

__ADS_1


" Bersabarlah daddy sedang mengatur perusahaan disana setelah stabil mereka akan datang, karena mommy sangat tak sabar melihat menantunya " kata Zayyan, mengelus pipi Eliza.


Rumah Eliza.


Orangtua Eliza berbicara dengan Gabriel dan Laura sedangkan Hanny sibuk membaca buku yang dia bawa.


" Hanny sangat suka membaca ya" kata mami Farrah.


" Tante sebenarnya aku tidak suka membaca tapi kakak suka mengancam adiknya jika tidak mendapat nilai bagus waktu ujian kakak akan membawaku kembali ke Amerika" kata Hanny, dengan kesalnya, yang lainnya hanya menahan tawanya melihat Hanny kesal.


" Nak kalau boleh tante tahu sudah berapa lama kalian bekerja sama dengan Zayyan? " papi Irsyad.


Gabriel dan Laura tersenyum. " Saya kenal dengan tuan muda sudah lima tahun om, tante dan baru setahun ini menjadi sekretarisnya sedangkan dia berteman dengan tuan muda sejak mereka sekolah dulu" kata Leona.


Mami Farrah dan papi Irsyad menanggukan kepalanya. Taklama Zayyan dan Eliza datang sekaligus Zayyan pamit pada mereka karena hari sudah larut.


Gabriel melajukan mobil menuju ke kediaman Zayyan selama perjalanan Zayyan fokus membaca email dalam laptopnya yang selalu dibawanya, Hanny sudah tertidur di samping Zayyan.


Mobil yang dikendarai Gabriel sudah sampai di rumah Zayyan, Zayyan menggendong adiknya dan meminta Laura besok urus kepindahannya.


Keesokan harinya Laura yang ditemani David mengurus kepindahannya ke rumah barunya mereka juga membeli beberapa bahan untuk mengisi rumahnya, mereka juga membeli beberapa bahan makanan untuk mengisi kulkas.


David telah menghubungi orang untuk menjadi pelayan membantu Laura mengurus rumahnya.


Sudah tiga jam mereka membersihkan dan merapikan rumah yang dia tempati selama Zayyan berada di kota Padang.


" Akhirnya selesai juga" kata David, merasa lelah. Laura tersenyum mengambil minuman di dalam kulkas.


" Ini minum dulu setelah ini bantu aku memasak" kata Laura.


" Kakak ini sudah melelahkan sekarang memasak juga, kita gofood saja" kata David, tersenyum dan menaiki alisnya.


Laura mengeluarkan HP memesan makanan untuk mereka David mengelus dadanya karena dia tak harus memasak juga.


Beberapa menit kemudian pesanan mereka sudah sampai Laura menyiapkannya diatas meja dan mereka menikmati makan malam.


Selesai makan Laura minta David istirahat di rumahnya malam ini karena dia tak mengizinkan David mengendarai mobil dalam keadaan melelahkan.


Rumah Zayyan.

__ADS_1


Zayyan menghubungi orangtuanya di Amerika dia ingin hubungannya bersama Eliza memiliki hubungan sah dimata negara dan negara, dia juga memikirkan perkataan Eliza yang di sampaikan padanya.


Dia juga memberitahu kalau Hanny sudah mendaftar sekolah terbaik.


__ADS_2