
Amerika
Kediaman keluarga Winter
Mommy Gamila dan daddy Jhon bahagia mendengar kabar yang diberikan oleh putranya yang ingin menikahi Eliza secepatnya.
" Daddy kapan kita ke Indonesia mommy tak sabar lagi menemui calon menantu kita dan putramu sudah berkeinginan menikah?" mommy Gamila, mereka berada di kamarnya.
Daddy tersenyum dan memeluk istrinya. " Kita lihat beberapa hari lagi karena daddy ada metting penting yang tidak dapat di tinggalkan" kata daddy Jhon, mommy Gamila menanggukan kepalanya.
Seminggu kemudian.
Mommy Gamila bersama pelayan lainnya sedang menyiapkan makan siang.
Tiba pak Jeje datang menyampaikan sesuatu padanya.
" Nyonya, tuan sudah pulang beliau menunggu anda di ruang tengah" kata pak Jeje, mommy Gamila terkejut suaminya pulang lebih cepat dari sebelumnya, mommy Gamila memanggil pelayan untuk melanjutkan memasaknya.
Mommy Gamila yang diikuti oleh pak Jeje belakang menemui daddy Jhon.
" Daddy, apakah ada ketinggalan?" mommy Gamila. " Nggak mom ayo duduk sini" kata daddy Jhon, meminta istrinya duduk disampingnya.
Daddy Jhon merangkul istrinya sambil senyuman sedangkan mommy Gamila heran melihat tingkah suaminya.
" Sekarang mommy menyiapkan barang kita masukan ke dalam koper dan kita akan berangkat malam ini" kata daddy Jhon, menatap istrinya dengan senyuman.
" Memangnya kita akan pergi kemana, Dad? " mommy Gamila.
" Kemaren siapa yang semangat ingin menemui calon menantunya" kata daddy Jhon.
Mommy tertawa. " Baiklah daddy, mommy akan menyiapkan semuanya" kata mommy Gamila, semangat karena bertemu dengan anaknya dan calon menantunya.
" Pak bersiaplah karena pak akan ikut bersama kami" kata daddy Jhon.
" Baik tuan besar" kata pak Jeje, daddy Jhon menanggukan kepalanya.
Daddy Jhon pergi ke ruang kerjanya dia menghubungi sekretaris dan orang kepercayaannya mengurus perusahaan selama dia pergi beberapa minggu.
Setelah menyiapkan barang diperlukan selama tinggal di Indonesia mommy Gamila tidak lupa membeli beberapa oleh untuk anaknya dan calon menantunya, kemudian mereka menuju Bandara Internasional Amerika.
Daddy Jhon berbicara dengan pihak bandara lalu mereka menaiki jet pribadi menuju Indonesia.
" Daddy, mommy tak sabar lagi bisa bertemu dengan mereka terutama calon menantu kita" kata mommy Gamila.
__ADS_1
" Ya mom, dadd juga tak sabar bisa bertemu dengan mereka ayo kita istitahat karena perjalanan masih lama" kata daddy Jhon, mommy Gamila menanggukan kepalanya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih jet pribadi sudah tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, jet pribadi mendarat dengan sempurna mereka sampai di Indonesia hari sudah larut.
" Sebaiknya kita mencari hotel untuk malam ini dan besok kita ke kota Padang memggunakan jet Pribadi" kata daddy Jhon.
Pak Jeje sudah menghubungi Gabriel kalau tuan dan nyonya besar akan ke kota Padang tapi jangan beritahu pada Zayyan dan Hanny, pak Jeje juga meminta seorang untuk menjemput mereka.
Mereka memilih hotel tak jauh dari bandara katena besok akan berangkat ke kota Padang.
Keesokan harinya mereka kembali menaiki jet pribadi menuju kota Padang dimana anaknya berada.
Perusahaan
Zayyan belum mengetahui kalau orangtuanya sudah tiba di Indonesia dan Gabriel tidak memberitahunya.
Tok, tok, tok
" Masuk" Zayyan, heran melihat Gabriel masuk ke dalam ruangannya karena dia tidak merasa memanggilnya.
" Gabriel ada apa?. Apakah ada klien yang harus saya temui?" Zayyan.
" Nggak ada tuan muda, begini tuan muda saya izin sebentar ada urusan " kata Gabriel.
" Baik tuan muda kalau begitu saya pamit dulu" kata Gabriel, Zayyan menanggukan kepalanya.
Gabriel keluar menuju bandara karena mommy Gamila dan daddy Jhon sudah menunggunya, dengan kecepatan dia segera ke bandara tak ingin keduanya menunggu terlalu lama.
30 menit kemudian Gabriel tiba di bandara dia segera mencari keberadaan mommy Gamila dan daddy Jhon.
" Daddy itu Gabriel" kata mommy Gamila, melihat Gabriel sedang mencari mereka.
" Tuan, nyonya biar saya yang memanggilnya" kata pak Jeje. Mommy Gamila dan daddy Jhon menanggukan kepalanya.
Pak Jeje mencari Gabriel dan tak lama kemudian mereka kembali menemui tuan dan nyonya Winter.
" Maaf tuan, nyonya saya telat" kata Gabriel. " Nggk kami mengerti pasti anak itu meminta lakukan ini itu" kata dady Jhon.
" Tidak tuan, tuan muda hanya meminta daya melakukan pekerjaan " kata Gabriel.
" Sudahlah kau akan selalu membela anak itu" kata daddy Jhon, mommy Gamila hanya tersenyum.
Gabriel mengantar mereka ke parkiran dimana mobil parkir, pak Jeje dan Gabriel memasukan barang ke dalam mobil.
__ADS_1
" Gabriel apa kita akan ke perusahaan?" daddy Jhon. " Nggk tuan kita ke restoran" kata Gabriel.
Daddy Jhon melihat jamnya. " Oh sudah waktunya makan siang" kata daddy Jhon, melihat jam 12 siang.
" Tuan, nyonya kita akan temui tuan dan nona muda di restoran" kata Gabriel, mommy Gamila dan daddy Jhon saling memandang tapi mereka tak bertanya mungkin putranya makan di restoran.
Restoran.
Zayyan bersama supir pergi ke restoran selain untuk makan siang dia juga ingin bertemu Eliza, Laura dan Friska tak ikut bersamanya karena mereka sudah berjanji makan bersama di kantin juga karyawan lainnya.
" Eliza lihat pangeranmu sudah datang" kata Nayla, melihat Zayyan masuk ke restoran, Eliza membalikan tubuhnya dan menundukan kepalanya Nayla hanya menggelengkan kepalanya.
" Tapi kok dia tak ikut bersamanya" kata Nayla, tidak melihat Gabriel di samping Zayyan.
Eliza menatap sahabatnya. " Hei sahabatku ini sedang menunggu siapa?" Eliza, menyenggol lengan sahabatnya.
" Sudahlah ayo cepat temui pangeranmu" kata Nayla, mendorong Eliza, Eliza hanya menggelengkan kepalanya.
Eliza langsung duduk di depan Zayyan dengan tertawa pelan, Zayyan melihat Eliza tertawa dia tersenyum.
" Ada apa hari ini kamu kelihatan bahagia? " Zayyan, membaca daftar menu yang diletakan diatas meja oleh Eliza.
" Ada seseorang yang merindukan Gabriel" kata Eliza, dengan senyuman.
" Nayla" kata Zayyan. Eliza terkejut Zayyan sudah mengetahui apa yang ingin dia katakan.
" Aku melihatnya sejak aku masuk dia seperti mencari seseorang, Gabriel pergi katanya ada urusan" kata Zayyan, memberikan daftar menunya pada Eliza.
" Apa aku harus memesan juga bukannya orang didepanku ini sudah mengetahui kesukaanku" kata Zayyan dengan senyuman.
Eliza langsung menutup wajahnya dengan tangan karena malu kemudian dia pergi menyiapkan makanan untuk Zayyan, Zayyan menggelengkan kepalanya.
" Sepertinya tidak hanya Nayla mencari seseorang tapi orang di sampingku juga" kata Surya, menyindir Frans sedang mencari Laura, Frans menatapnya secara tajam dan Surya hanya tersenyum.
Mobil yang dikendarai oleh Gabriel sudah sampai di restoran tempar Eliza datang.
" Tuan, nyonya kita sudah sampai" kata Gabriel, membuka pintu untuk tuan dan nyonya Winter.
" Apakah Zayyan sudah ada di dalam? " mommy Gamila yang tak sabar lagi menemui putranya, Gabriel menanggukan kepalanya.
Mommy Gamila menarik tangan suaminya masuk ke dalam terlihat putranya sedang membaca email melalui laptopnya.
" Zayyan"
__ADS_1