
Ruangan zayyan
Zayyan memanggil Friska ke ruangannya untuk membicarakan hal penting Laura sudah berada di ruangan Zayyan, mereka hanya tinggal menunggu kedatangan Friska.
Tok, tok, tok.
" Masuk" kata Zayyan. Friska masuk memberi hormat pada Zayyan dan tersenyum melihat wanita di depannya.
Zayyan memintanya duduk di samping Laura tak ada suara terdengar seakan suasana menjadi tegang Friska merasa khawatir jika dia melakukan kesalahan hingga membuat Zayyan marah.
" Kita menunggu Gabriel" kata Zayyan. " Baik tuan muda" sahut Laura dan Friska.
Gabriel sudah tiba di perusahaan dia juga akan memberitahu pada Zayyan tentang sekolah Hanny, Gabriel bingung melihat ruangan sekretaris kosong.
" Apa dia di ruangan Zayyan" guman Gabriel. Menuju ruangan Zayyan.
Tok, tok, tok
" Masuk" kata Zayyan. Gabriel masuk ke dalam dia melihat Laura dan Friska sudah berada di dalam, Zayyan memintanya duduk.
" Begini saya meminta kalian kesini karena ada yang mau dibicarakan, Friska" kata Zayyan. Mereka menanggukan kepalanya.
" Mulai hari ini sekretaris di kantor ini ada dua Laura akan membantuku mengurus perusahaan dan Friska akan membantu Gabriel dalam pekerjaannya, apakah kalian ada pertanyaan" kata Zayyan. Mereka menggelengkan kepalanya.
Zayyan mempersilahkan mereka kembali ke ruangannya selain Gabriel yang ingin menyampailan sesuatu.
" Tuan kami telah menemukan sekolah yang cocok untuk nona Hanny" kata Gabriel, memberikan brosur dan laporannya pada Zayyan.
Zayyan membaca visi dan misi sekolah untuk adiknya dia tak ingin adiknya sekolah di tempat yang biasa saja.
" Baiklah kamu urus besok semua administrasi sekolahnya Hanny" kata Zayyan. " Baik tuan muda" sahut Gabriel, pamit kembali ke ruangannya. Zayyan hanya menggelengkan kepalanya karena Gabriel sering memanggilnya tuan muda.
Zayyan sedang sibuk mengurus pekerjaannya hingga dia tak sempat ke restoran pada makan siang.
" Sepertinya aku tak sempat ke restoran" guman Zayyan. Zayyan menghubungi Laura untuk memesan makanan di kantin kantor saja.
Laura mengajak Friska ke kantin untuk membeli makanan untuk kedua bos mereka.
Restoran.
__ADS_1
Entah kenapa suasana restoran sepi padahal sudah waktunya jam istirahat sudah masuk hanya beberapa pengunjung yang datang dan anak buah Zayyan bertugas melindungi Eliza.
" Kak hari ini sepertinya sepi apa karena ada seorang yang tak datang seperti biasanya" kata Nayla, bicara pada Frans tapi dia menggoda Eliza karena Zayyan tak datang.
" Apa dia tak memberimu kabar" kata Nayla menaiki alisnya, Frans dan Surya menggelengkan kepalanya melihat Nayla menggoda Eliza.
" Eliza boleh kak tanya" kata Surya, mengingat sesuatu.
" Boleh kak emangnya kakak ingin bertanya tentang apa? " Eliza.
" Kak jangan aneh lihat sekitarnya ada yang menjaganya nanti bosnya marah" kata Nayla tertawa melihat Surya kesal.
" Kau ini, Eliza siapa gadis yang baru datang kemaren dia begitu menghormati pacarmu?" Surya. Nayla dan Surya menatap ke arah Eliza walau Nayla ada disana kemaren dia belum mengertu.
Frans sibuk dengan membersihkan gelas tapi telinganya mendengarkannya.
" Waktu pulang kemaren Zayyan bercerita kalau Laura sekretarisnya di Amerika dan Zayyan memanggilnya ke sini untuk membantunya di perusahaan disini" kata Eliza. Mereka menanggukan kepalanya.
" Namanya Laura" guman Frans, tapi masih bisa di dengar oleh Surya.
Taklama datang pengunjung datang mereka kembali melakukan pekerjaan masing-masing.
Terdengar suara suara adzan berkumandang Zayyan bangun dari tidurnya masuk ke kamar mandi untuk bersiap sholat subuh. Zayyan melaksanakan sholat subuh sendiri di kamarnya.
Setelah sholat dia menuju ke kamar adiknya untuk melihat keadaannya. Zayyan membuka pintu Hanny ternyata dia masih tidur nyenyak di kasurnya.
Zayyan tersenyum dan membangunkan adiknya untuk sholat subuh.
" Hanny bangun dek ayo sholat subuh" kata Zayyan, mengelus rambut Hanny.
" Kakak" sahut Hanny, mengucek matanya. " Ayo sholat nanti akan mendaftar sekolah yang baru" kata Zayyan, Hanny yang masih ngantuk menanggukan kepalanya menuju ke kamar mandi untuk bersiap.
Ibu Susi dan Laura berada di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk Zayyan dan Laura, Gabriel duduk di kursi mengerjakan laporan yang akan di baca oleh Zayyan.
" Bibi aku ingin mencari tempat tinggal yang lain rasanya tak enak jika tinggal disini terlalu lama, apalagi nanti calon tuan muda bisa salah paham nantinya walau kita sudah berkenalan" kata Laura, memotong sayuran berbicara dengan ibu Susi.
" Memangnya kamu tinggal dimana Laura" kata Gabriel. Laura menggelengkan kepalanya.
" Laura kamu bisa tinggal di rumah lamanya Eliza" kata Zayyan, datang menuju ruang makan.
__ADS_1
Mereka memandang Zayyan meminta penjelasan, Zayyan duduk di kursi biasa yang dia duduki.
" Saya sudah membeli kembali rumah itu daripada rumah itu kosong sebaiknya kamu yang tempati" kata Zayyan.
" Tapi tuan muda saya merasa tak enak dengan nona Eliza" kata Laura, merasa tak enak. " Nanti saya bilang ke Eliza juga om dan tante, kamu ikut bersama saya ke tempat mereka malam ini" kata Zayyan.
" Baik tuan muda" sahut Laura. Ibu Susi menghidangkan makanan diatas meja, Hanny yang sudah rapi turun tangga menuju ruang makan.
" Selamat pagi semuanya hari ini Hanny akan mendaftar sekolah yang baru" kata Hanny, dengan senyuman. Mereka membalas senyuman Hanny.
" Kak jam berapa kita ke sekolah untuk daftar sekolahnya" kata Hanny, yang semangat bertanya pada Zayyan.
" Hanny sarapan dulu nanti kita akan membahasnya" kata Zayyan. Hanny memakan nasi goreng yang telah di masak oleh ibu Susi.
Mereka bersama menikmati sarapan pagi yang disiapkan oleh ibu Susi, Zayyan melihat arlojinya.
" Gabriel sebelum ke kantor kita ke sekolah untuk mendaftar Hanny, Laura sebelum kami datang urus perusahaan jika ada klien ingin bertemu minta mereka menunggu" kata Zayyan.
" Baik tuan muda" kata mereka. Laura pamit berangkat ke perusahaan dengan taksi karena mobilnya belum datang.
Gabriel mengantar Zayyan ke SD Pertiwi 3 Padang untuk mendaftarkan Hanny ke sekolah, selama perjalanan Hanny tak berhenti bertanya mengenai sekolah barunya.
SD Pertiwi 3 Padang
Siswa sudah berdatangan ke sekolah untuk belajar mereka diantar oleh orangtua atau walinya.
Tiba saja semua mata tertuju pada mobil yang masuk ke sekolah, para wali menanggumi mobil yang baru datang karena mobil itu merupakan kendaraan mewah yang hanya memiliki 3 orang sedunia.
Mereka berbisik siapakah pemilik mobil mewah yang memasuki sekolah anak mereka.
Gabriel keluar dan membuka pintu untuk Zayyan.Zayyan, Hanny keluar dari mobil dengan senyuman dia melihat sekitar sekolah barunya.
" Kakak, Hanny menyukai sekolahnya" kata Hanny.
" Mari kita masuk untuk mendaftarkanmu " seru Zayyan.
Mereka menuju ruang administrasi untuk mendaftarkan Hanny, Zayyan mengisi formulir yang diberikan petugas administrasi padanya, kemudian mereka membayar semua administrasi dan pakaian sekolah untuk Hanny.
Sebelum pulang mereka mengelilingi sekolah ditemani oleh kepala sekolah, siapa yang tidak mengenal Zayyan Albern Winter CEO perusahaan Winter Group, suatu kebanggaan bagi mereka karena adik kesayangan Zayyan bersekolah di sekolah mereka.
__ADS_1