
Beberapa menit yang lalu sebelum Zayyan tiba di restoran tempat Eliza bekerja, Zayyan mengendarai mobilnya menuju ke restoran padang miilik pak Abdul. Seorang yang membantunya saat masih kecil Zayyan yang mengetahui pak Abdul sudah meninggal beberapa tahun yang lalu sangat ingin kesana mengenang kebersamaan mereka.
Zayyan menghela nafasnya dengan kasar mengendarai mobilnya menuju restoran, ketika mendekati restoran dia melihat sekelompok orang menarik seorang wanita tua dan di belakangnya terlihat pelayan memohon untuk melepasnya.
" Ibu " kata Zayyan mengenalinya sangat jelas dia keluar dari mobilnya langsung menendang pria yang menarik ibu itu.
Brug
Pria yang sebelumnya menarik ibu langsung terjatuh ke belakang semua orang terkejut melihat orang asing di hadapan mereka, Zayyan berdiri dengan tegaknya dan dinginnya menatap tajam ke para preman.
Preman tersebut berdiri menatap zayyan dengan tajam. " Hei kau siapa beraninya menanggu kami" kata preman dengan menunjuk Zayyan, Zayyan hanya tersenyum.
" Ibu tak apa kan tidak ada terluka yang lainnya? " Zayyan, ibu menggelengkan kepalanya tapi matanya terus menatap Zayyan seakan dia mengenalnya.
" Nak siapa namamu ibu seakan mengenalmu" kata ibu memegang pipi Zayyan, Zayyan tersenyum dipegangnya tangan ibu di pipinya.
__ADS_1
preman tersebut menjadi emosi karena Zayyan tidak menghiraukan dirinya, dia meninju pipi Zayyan dengan kerasnya hingga mengeluarkan darah Zayyan mengelap darah di mulutnya dan meminta ibu menjauh. Kemudia Zayyan membalik tubuhnya dan menghajar preman.
Brak
Zayyan menghajar para preman yang menyerangnya mereka saling menyerang Zayyan membalas mereka hingga para preman terjatuh.
" Ibu sepertinya ada pahlawandi sini" kata seorang yang baru datang. " Budi minta temanmu pergi dari sini" kata ibu.
Zayyan tersenyum mendengar nama yang di sebutkan oleh ibu.
" Sudah bertahun-tahun lamanya ternyata kamu tidak berubah, apakah penjara tidak memberimu pelajaran sedikit pun abang Budi" kata Zayyan dengan dinginnya.
Budi mendekatinya menatapnya dengan tajam dan menarik jas Zayyan hingga menghadap padanya. Dengan kasar Zayyan melepas tangan Budi dari jasnya, anak buah Budi menjadi marah karena bos mereka di perlakukan begitu.
Ketika anak buanya akan menghajar Zayyan langsung di larang oleh Budi.
__ADS_1
" Kau tak mungkin dia kan" kata Bayu mengingat sesuatu. " Ibu ayo masuk aku akan menjelasnya" mengajak ibu masuk ke dalam restoran.
" Zayyan" teriak Bayu membuat langkah Zayyan dan ibu menghentikan langkahnya, ibu merintikan air matanya dan memeluknya.
" Kenapa kamu tidak mengatakan dirimu dan kenapa baru sekarang kamu datang pak Abdul telah" kata ibu tak sanggup melanjutkan pembicaraannya.
Zayyan memeluk wanita tua itu yang sudah dia anggap sebagai ibu sendiri. " Maaf bu Zayyan baru datang sekarang" kata Zayyan, ibu menangis histeris dalam pelukan Zayyan.
" Aku tak menyangka kita bertemu seperti dan lihat sendiri kamu sudah banyak perubahan" kata Bayu duduk santai di kursi.
" Benar yang dikatakan oleh Bayu kamu banysk perubahan" kata ibu melihat Zayyan dari atas sampai bawah.
" Tapi ada seorang yang tidak berubah" kata Zayyan. " Hahaha kau benar aku tak pernah berbah, untuk apa kamu kemari? " Bayu.
" Kamu harus memberiku penjelasan terlebih dahulu kenapa mereka menyeret ibu seperti tadi" kata Zayyan menatap tajam ke arah Bayu.
__ADS_1
" Mereka hanya berlebih saja" kata Bayu. " Apa kau bilang berlebihan memperlakukannya seperti tadi" kata Zayyan, ibu meminta mereka diam.
Mereka berbicara sambil mengenang masa lalu Zayyan juga berbicara mengenai pak Abdul yang sudah pergi, setelah memastikan ibu baik saja Zayyan pergi ke restoran tempat Eliza bekerja.