Love Story Zayyan Dan Eliza

Love Story Zayyan Dan Eliza
Episode 23


__ADS_3

Keesokan harinya Eliza kembali bekerja di restoran ternyata hari ini pengunjung tidak ramai seperri biasanya karena hari ini masih jam kerja, biasanya restoran ramai jika waktu makan siang dan sore hari.


Eliza hanya merapikan meja dab kursi terdengar para temannya berbisik. Eliza hanya mengacuhkannya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


" Eliza" panggil Nayla, Eliza hanya tersenyum pada sahabatnya itu. " Lihat mereka kerjanya hanya bergosip jika berita baru" kata Nayla yang duduk di samping Eliza.


" Biarkan saja mereka yang penting tudak menanggu kita" sahut Eliza sambil tersenyum. " Tapi aku penasaran dengan yang mereka gosipkan? " Nayla, yang kesal memainkan kakinya.


Nayla tersenyum melihat salah satu temannya mendekatinya, kemurian Nayla memanggilnya.


" Ratu, ayo kesini" panggil Nayla, Eliza hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu.


" Ada apa Nay aku harus mengurus sesuatu? " Ratu mendekati mereka. " Sudah nanti saja aku ingin tahu yang kalian gosipan tadi? " Nayla tersenyum.


" Oh itu hanya menggosipkan berita di luar negeri tentang CEO baru di Perusahaan Winter Group, kabarnya dia sangat tampan tapi dingin" kata Nayla, membayangkan berita yang dia nonton semalam.

__ADS_1


" Maksudmu perusahaan Wintet ternama di Amerika itu?" Nayla dengan bahagia. " Memangnya kamu tahu perusahaan itu Nay? " Eliza.


" Nay siapa sih yang tak tahu perusahaan itu, tapi Ratu bukankah tuan Winter hanya memiliki Seorang putri yang masih belasan tahun, lalu siapa yang menjadi CEO baru" kata Nayla dengan bingungnya.


Eliza hanya mendengarkan keduanya berbicara dia memang jarang membuka sosial media.


" Memangnya lamu tidak melihat berita yang sedang hangat di sosial media saat ini? " Ratu. Nayla dengan malu menanggukan kepalanya.


" Lihatlah di sosial mediamu berita itu hanya menjadi topik utama saat ini, baiklah aku ke dapur dulu" kata Ratu. Nayla mengucapkan terima kasih.


" Nanti saja aku melihatnya Eliza, kamu harus melihatnya bersamaku" kata Nayla menuju arah dapur sedangkan Eliza hanya tersenyum melihat kepergian sahabatnya.


Tiba saja Eliza merasakan debaran jantungnya yang kuat, dia merasakan jantungnya berdetak dengan cepat.


" Ada apa ini ketika Nayla berbicara seperti itu tiba saja pada perasaan yang aneh" guman Eliza.

__ADS_1


Frans sedang membersihkan tempat dia membuat minuman, dia melihat Eliza melamun.


" Eliza" panggil Frans, Eliza sadar dari melamunya dan meminta maar pada seniornya itu.


" Tidak apa pergilah ke dapur pengunjung sudah berdatangan " ucap Frans, Eliza menanggukan kepalanya dan melanjutkan pekerjaannya.


Eliza melayani para pengunjung yang berdatangan ke restoran dengan mencatat pesanannya. Semua karyawan sudah mulai sibuk mempersiapkan pesanan pengunjung.


Tak terasa hari sudah sore dan para pengunjung yang datang hanya satu persatu, saat ini Eliza bersiap untuk pulang dia merapikan barangnya.


" Ekiza kita pulang bersama ya, kita duduk di cafe ujung jalan sana. Aku ingin melihat berita yang dikatakan Ratu tadi as ku sangat penasaran sejak tadi" kata Nayla memeluk lengan Eliza.


Eliza tersenyum dan mengukuti langkah Nayla cafe ujung jalan yang tak jauh dari restoran. Restoran memiliki dua shif dan Eliza mendapatkan shif pagi sampai sore.


Mereka sudah sampai di cafe dan duduk di dekat jendela ingin menikmati permandangan penuh kendaraan yang melaju, mereka memesan minuman.

__ADS_1


" Tunggu sebentar Nayla teringat sesuatu bukannya kamu belum menceritakan siapa yang memberimu liontin itu hingga kemaren kamu terlihat sedih dan takut jika itu hilang? " Nayla menatap Eliza dengan tajam.


__ADS_2