
Mobil yang membawa mereka sudah sampai di restoran tempat Eliza bekerja, Gabriel membuka pintubuntuk tuan muda dan nona mudanya.
" Aku tak suka mereka melihatmu" kata Zayyan dengan dinginnya melihat pemuda di sana melihat ke arah mereka, Eliza tersenyum.
Gabriel hanya menggelengkan kepalanya melihat keprosesifan Zayyan terhadap Eliza dia tak percaya kalau sahabatnya prosesif terhadap wanitanya.
" Eliza masuklah jika kamu ingin mengantarkan makanan ke kantor kabari aku dulu, jika nanti Hanny datang datang ke sini jaga dia" kata Zayyan, Eliza menanggukan kepalanya dia mencium tangan Zayya.
Zayyan tersenyum mencium kening Eliza kemudian menuju ke cabang perusahaan Winter Group.
" Eliza" panggil Nayla, Eliza tersenyum melihat sahabatnya yang baru turun dari angkotan.
" Tadi aku melihat permandangan langka" ucap Nayla menggoda Eliza, Eliza merasa heran apa maksud dari sahabatnya.
Nayla menyenggol sahabatnya sambil menaiki alisnya. " siapa yang mengantar sahabatku ini" kata Nayla dengan senyuman.
Eliza yang merasa malu pasti sahabatnya tahu aoa yang dilakukan Zayya padanya, dengan perasaan malu masuk ke dalam restoran.
" Eliza, kamu belum katakan siapa yang mengantarkanmu tadi terus apa yang kalian lakukan? " Nayla mengikuti langkah Eliza masuk ke restoran.
__ADS_1
" Ada apa dengan mereka berdua? " pelayan, temannya mengangkat bahunya pelayan yang sudah datang hanya melihat Nayla terus saling mengejar Eliza.
Mobil yang dikendari Gabriel memasuki cabang perusahaan Winter yang berada di kota padang, cabang perusahaan ini sudah berdiri beberapa tahun yang lalu.
Semua karyawan berkumpul di lobi untuk menyambut bos mereka, Gabriel sudah memberitahu sekretaris Zayyan kalau mereka akan menyurus perusahaan ini untuk beberapa waktu.
" Kalian tahu bagaimana rupa bos kita sudah beberapa tahun perusahaan ini berdiri hanya orang kepercayaannya yang datang untuk melihat pekerjaan kita, kabarnya bos kita sangat kaku dan dingin" kata karyawan 1 melihat mobil Gabriel memasuki lobi.
Semua suasana menjadi hening ketika Zayyan turun dengan dinginnya tatapan mata yang tajam, merapikan jasnya dengan gagahnya masuk ke dalam perusahaan.
" Selamat datang bos, pak Gabriel kami sudah menanti kedatangan kalian cukup lama" kata Friska. Zayyan, Gabriel hanya menanggukan kepalanya.
Semua karyawan terkejut mengetahui kalau dua orang yang baru datang adalah bos besar dan kepercayaannya, mereka menundukan kepala memberi hormat kemudian Friska mengantarkan dua bos nya ke ruangan mereka.
Zayyan masuk ke ruangannya dia melihat sekitar ruangannya ternyata David sudah mempersiapkan semuanya, David mengatur ruang kerjanya dengan warna kesukaannya yaitu hitam putih.
Zayyan duduk di kursinya sudah ada fotonya dan keluarganya.
" David sudah mempersiapkan semuanya" guman Zayyan, menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Tok, tok, tok
" Masuk " panggil Zayyan, Friska masuk membawa berkas di tangannya.
" Bos ini ada berkas yang harus diperiksa dan ditanda tangani" kata Friska menyerahkan berkas pada Zayyan.
" Friska siapkan ruang rapat setengah jam lagi panggil semua kepala bagian untuk rapat" kata Zayyan.
" Baik bos" sahut Friska, memberi hormat pada Zayyan.
Kediaman Zayyan.
Hannya bermain di kolam renang di temani oleh ibu Susi.
" Nona semakin hebat renangnya" kata ibu Susi. " Terimakasih bi Hanny harus lebih pandai dari kakak dan mengalahkannya" kata Hanny dengan semangatnya, ibu Susi menanggukan kepalanya.
Pelayan membawakan minuman dan kue untuk Hanny.
" Bi ini minuman dan kuenya" kata pelayan. " Terimakasih letakan saja di meja saya akan memanggil nona" kata ibu Susi, pelayan menanggukan kepalanya meletakan minuman di atas meja.
__ADS_1
" Nona ayo naik minumannya sudah datang , nona bukannya mau ke restoran tempat nona Eliza" kata ibu Susi.
" Bibi, hampir saja Hanny lupa" kata Hanny dengan ngecesan, setelah renang Hanny bersiap mau ke restoran.