
Restoran
Seperti biasa restoran ramai di kunjung oleh para pengunjung setidaknya minum coffe sambil mengobrol dengan sahabat atau pasangan.
Terlihat Eliza terus menatap ke arah pintu masuk seakan dia sedang menanti sesuatu, Frans yang kebetulan dari dapur melihat Eliza terus melihat ke arah pintu masuk.
" Eliza, apa yang kamu lihat? " Frans yang juga melihat ke arah pintu, Eliza terkejut melihat Frans di sampingnya.
" Astagfirrah kak" ucap Eliza mengelus dadanya, David yang sedang berbicara dengan anak buahnya langsung masuk setelah mendengar teriakan Eliza.
" Nona, apa ada yang menanggumu? " David menatap tajam ke arah Frans. " Oh tidak Dav aku hanya terkejut melihat kak Frans sudah di belakang ku" kata Eliza dengan senyuman.
David menatap tajam ke arah Frans membuat Frans menghela nafasnya. " Dav aku hanya bertanya kenapa sejak tadi" ucapan David terpotong mendengar teriakan anak kecil.
" Kakak ipar kamu dimana" teriak Hanny datang bersama Gabriel dan ibu Susi. Teriakan Hanny membuat mereka di dalam restoran menatap ke arahnya Nayla dan Surya yang sedang melayani pengunjung juga mendekat.
David tersenyum melihat siapa yang sudah datang. " Kalian sudah datang Gabriel, bibi " kata David menyalami mereka berdua.
Deg
__ADS_1
Jantung Eliza berdetak dengan cepat terdengar jelas baginya David mengenal mereka dan apakah dia juga datang.
Hanny merasa kesal karena David tidak menyapa dirinya dengan memegang pinggang sambil tersenyum sinis, Gabriel dan ibu Susi melihatnya hanya diam karena dia tahu nona muda mereka sedang kesal.
Hanny mendekati David dan Brug dengan sengaja Hanny meninjak kaki David dengan sepatunya.
" Aw siapa yang" ucapan David terpotong melihat gadis kecil dengan senyuman menatap ke arahnya.
" No na mu da" kata David gelagapan, Hanny memalingkan wajahnya, mereka di sana hanya bisa menyaksikannya.
"Mereka siapa Eliza kamu menengalnya?" Nayla, Eliza hanya menggelengkan kepalanya.
" Eliza lihat dia tersenyum padahal selama ini dia hanya menunjukan wajah dingin" bisik Nayla pada Eliza, Eliza hanya tersenyum membuat Nayla senyum kecil kembali menatap ke depan.
" Mereka ini siapa sih membuat keributan di restoran" kata Surya, suaranya terdengar oleh Hanny.
Hanny yang masih kesal langsung menginjak kaki Surya yang tidak jauh darinya.
" Aw sakit hei gadis kecil beraninya" ucapan Surya langsung terpotong karena David menarik kerah bajunya dan menatap tajam membuat Surya ketakutan.
__ADS_1
Hanny tersenyum Gabriel melihat kemarahan David langsung melerainya.
" Dav tenangkan dirimu" kata Gabriel memegang pundak David. " Kamu lihat sendirikan Gab dia beraninya memarahi nona muda" kata David dengan tegas.
" Aku juga lihat Dav tapi kita tak bisa ada keributan disini ingatlah tujuan kita kesini" kata Gabriel memberi kode pada David kalau Hanny dengan santainya duduk manis di kursi dengan manisnya.
David menghela nafasnya dilepasnya tangannya dari kerah bajunya membuat Surya merasa lega, Frans yang di sampingnya memegang pundak sahabatnya dan Surya menanggukan kepalanya.
" Nona muda selamat datang" kata David dengan senyuman, Hannya tersenyum dan memeluknya membuat lainnya terkejut selain bibi dan Gabriel.
" Kalian berdua jika tidak ada keributan takkan senang" kata ibu Susi dengan menggelengkan kepalanya.
" Bibi ini salahnya dia sendiri kenapa tidak menyapaku duluan " kata Hanny, mengayun manjanya pada David.
" Nona lepaskan tangannya nanti tuan muda melihatnya" kata David, melihat sekitarnya, Hanny tak mau mendengarnya.
" Kak tenang kakakku itu sedang"
" Kata siapa aku tak melihatnya"
__ADS_1
Deg