Love Story Zayyan Dan Eliza

Love Story Zayyan Dan Eliza
Episode 81


__ADS_3

Kediaman Zayyan


Zayyan dan lainnya sedang berkumpul di ruang tengah sambil mengobrol ringan.


" Zayyan kapan kamu memperkenalkan kami pada orangtua Eliza, kami tak sabar lahi untuk bertemu dengan mereka? " daddy Jhon.


" Nanti malam kita ke sana" kata Zayyan. " Ih mommy tak sabar lagi, mommy akan mempersiapkan semuanya " kata mommy Gamila, meninggalkan mereka menuju kamar.


" Nak, kamu sudah menemukan apa yang kamu cari? " daddy Jhon.


" Masih dad ternyata mereka lebih licik daripada ku duga" kata Zayyan, mencari orang yang telah menghancurkan bisnis keluarga Parwez.


Malam harinya Zayyan beserta keluarganya bersiap ke rumah Eliza mereka menggunakan dua mobil, mobil pertama yang di supir oleh Gabriel dan kedua di supir oleh anak buah Zayyan.


Kediaman keluarga Parwez.


Eliza sedang berada di kamarnya sambil membaca novel mami Farrah dan papi Irsyad sedang menyaksikan acara kesukaan mereka, Eliza yang merasa haus menutup novelnya dan menuju dapur untuk minum.


Dia tersenyum melihat orangtuanya masih mesra pada saat usia mereka tak muda lagi.


Tok, tok, tok.


" Papi biar mami yang membukakan pintu" kata mami Farrah melihat suaminya akan berdiri. Eliza mendekati papinya.


" Assalamualaikum " ucap mommy Gamila, saat pintu telah terbuka.


" Waalaikumsalam" balas mami Farrah melihat ada dua orang yang tak ia kenal berada di rumahnya.


" Apakah ini rumah nak Eliza, kami ingin bertemu dengannya" kata mommy Gamila.


" Saya ibunya silahlan masuk tuan nyonya" kata mami Farrah, mommy Gamila dan daddy Khon tersenyum dan masuk ke dalam.


Papi Irsyad melihat istrinya masuk bersama dia orang tak ia kenal ia menghampiri mereka.


" Mommy daddy" teriak Hanny, masuk dengan kesal. " Mommy, daddy kenapa meninggalkan Hanny sendirian dalam mobil, kakak ipar" kata Hanny melihat Eliza berdiri di belakangnya.


Mommy Gamila dan daddy tersenyum dan menanggukan kepalanya melihat orangtua Eliza menatap ke arah mereka.

__ADS_1


" Maaf tuan, nyonya kami tidak tahu kalau kalian orangtua nak Zayyan" kata papi Irsyad.


" Tidak apa tuan kami juga salah karena tidak memperkenalkan diri terlebih dahulu, Hanny dimana kakakmu? " daddy Jhon pada putrinya.


Hanny menarik Eliza mendekati para orangtua Eliza mencium tangan orangtua Zayyan dan duduk di samping mami Farrah.


" Kakak di luar momm sedang menghubungi sesrorang" kata Hanny.


" Maaf tuan, nyonya anak itu kerjaannya hanya bekerja saja" kata mommy Gamila, Eliza dan lainnya tersenyum.


Mami Farrah memanggil pelayannya untuk mempersiapkan minuman untuk tamunya.


Di luar Zayyan sedang menghubungi anak buahnya di luar negeri yang dia tugaskan mencari orang yang telah menghancurkan perusahaan keluarga Eliza.


" Bagaimana kalian sudah mengetahui keberadaan mereka? " Zayyan.


" Tuan muda kami sudah menemukannya tapi saat ini mereka berada di Indonesia sepertinya mereka berniat mencari tuan Parwez karena mereka menginginkan aset tuan Parwez yang berada di bank, mereka juga telah mengetahui kalau tuan Parwez memiliki seorang putri dan berniat menikahkannya dengan anaknya agar memudahkan rencananya" kata anak buah Zayyan.


Zayyan memenjamkan matanya. " Kalian sudah tahu siapa mereka? " Zayyan. " Mereka pemilik perusahaan Elgardo Group bekerja sama dengan saudara tiri tuan Parwez yaitu Irgi Parwez" kata anak buahnya.


" Terus awasi mereka dan lapor setiap gerak gerik mereka" kata Zayyan. " Baik tuan muda" sahut anak buahnya. Zayyan menutup panggilannya.


Zayyan menarik nafasnya dan berusaha melegakan hatinya agar kemarahan yang dirasakannya tidak di ketahui Eliza dan lainnya.


" Assalamualaikum " ucap Zayyan.


" Waalaikumsalam" balas semua orang. Zayyan tersenyum menyalami orangtua Eliza dab duduk di kursi tunggal Gabriel duduk di dekatnya.


" Nak siapa yang hubungi?. Apakah ada masalah?" daddy Jhon.


" Hanya permasalahan kecil di perusahaan " kata Zayyan, daddy Jhon menanggukan kepalanya berbeda dengan Eliza terlihat kegelisahan dan kemarahan di mata Zayyan.


" Zayyan" kata Eliza, Zayyan menanggukan kepalanya.


Entah kenapa tiba saja suasana menjadi tegang. " Oh ya tuan nyonya kedatangan kami kesini selain untuk saling mengenal kami juga ingin melamar putri kalian untuk putra kami Zayyan, kami tahu kalian pasti terkejut mendengarnya tapi kami tak sabar lagi melihat mereka menikah dan mendapat cucu secepatnya " kata daddy Jhon, Eliza menundukan kepalanya karena malu.


" Sebenarnya itulah yang kami harapkan apalagi mereka sudah lama menjalin hubungan, walau baru beberapa minggu ini bertemu kembali kami sebagai orangtuanya khawatir" kata papi Irsyad.

__ADS_1


Orangtua Eliza merasa lega karena sang putri sudah ada yang menjaganya.


" Bagaimana seminggu dari sekarang makhlum kami tak bisa berlama di sini karena di perusahaan tak ada yang mengurusnya " kata daddy Jhon.


" Dad Zayyan ingin menikah tiga hari dari sekarang " kata Zayyan, dia takut jika mereka lebih cepat menemukan keberadaan Eliza.


Perkataan Zayyan membuat mereka terkejut dan menatapnya secara tajam.


" Sayang gimana kita mempersiapkan semuanya hanya dalam tiga hari" kata mommy Gamila, Eliza nenatap intens pada Zayyan.


Daddy Jhon dapat merasakan kalau putranya mengkhawatirkan sesuatu.


" Baiklah kita akan melaksanakannya dalam tiga hari" kata daddy Jhon.


" Tapi daddy dalam tiga hari takkan cukup mempersiapkan semuanya dan kita belum memberitahu keluarga kita" kata mommy Gamila, tak percaya dengan suaminya.


Orangtua Eliza juga terkejut mendengarnya persiapkan semuanya takkan cukup dalam tiga hari, Zayyan mendekati mommynya dan memegang tangan mommy Gamila.


" Zayyan tahu mommy ingin pernikahan ini menjadi hari terindah bagi kita, tapi mommy ingin putra mommy ini cepat menikah kita hanya menyelenggarakan yang sederhana " kata Zayyan.


" Zayyan mommy ingi pernikahan kalian ini di saksikan semua orang agar mereka tahu putra mommy mendapat seorang istri sangat mencintainya" kata mommy Gamila.


" Gimana kalau pernikahan yang mommy inginkan di laksanakan saat di Amerika sekarang kita lakukan secara sederhana dulu" kata Zayyan, membujuk mommy Gamila.


Mommy Gamila tersenyum membelai rambut putranya dan menanggukan kepalanya.


" Yei akhirnya kakak ipar tinggal bersama kami dan kita akan bermain dan menghabiskan uang kakak " kata Hanny, bahagia mendengar kakaknya menikahi Eliza dan memeluk Eliza.


Orangtua Eliza setuju dengan pendapat Zayyan mereka tersenyum bahagia, mommy Gamila meminta Gabriel untuk menurunkan barang yang mereka bawa.


Gabriel menghubungi anak buahnya untuk menurunkan barang yang ada di dalam mobil.


" Tuan, nyonya apa ini? " mami Farrah, melihat banyak barang di letakan di atas meja. Mommy Gamila tersenyum dan mengeluarkan cincin dari kotak.


" Ini tak seberapa nyonya semua ini untuk calon menantu kami, dan sekarang kamu adalah bagian dari keluarga kami juga calon istri putra kami " kata mommy Gamila, memasang cincin di jari Eliza dan mencium keningnya.


Mami Farrah juga memasang cincin di jari Zayyan sebagai ikatan pertunangan dengan putrinya. Kemudian mereka pamit karena hari sudah larut dan harus mempersiapkan pernikahan.

__ADS_1


__ADS_2