
Waktu terus berjalan hari berganti hari minggu berganti minggu bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, sudah 12 tahun berlalu Zayyan Alben Winter yang sebelumnya hanya anak jalanan yang diangkat oleh keluarga Winter yang terpengaruh di Amerika berubah menjadi pribadi yang dingin, dan kejam terhadap seorang yang menanggunya dan keluarganya.
Gabeiel Bayakana juga berubah menjadi pribadi tak jauh dari Zayyan, dia senantiasa berada di sisi Zayyan dari suka dan duka. Ibu Susan masih dengan pekerjaannya melayani kebutuhan Zayyan sudah bertahun dia melayani Zayyan hingga dia sangat mengerti kemauan bosnya.
Saat ini seluruh keluarga Winter berkumpul di ruang makan.
" Kakak" teriak seorang gadis turun dari tangga dengan wajah yang cemberut. orang yang melihatnya hanya tersenyum .
" Hanny " panggil Zayyan dan menatapnya dengan tajam, semua orang menutup telinga karena teriakannya.
Hanny Queen Winter adalah putri bungsu dari keluarga Winter, dua tahun Zayyan berada di keluarga Winter nyonya Gamila akhirnya hamil dan melahirkan seorang putri bernama Hanny Queen Winter.
Saat ini Hanny berusia 10 tahun kelas 4 SD memiliki sifat ceria, cantik dan sangat menyayangi Zayyan.
" Sudah berkali momy bilang jangan berteriak waktu makan, kamu tahukan kakakmu tidak menyukainya" kata Mommy Gamila. Sedangkan Hanny hanya ngecesan dan duduk di samping kakaknya.
Mereka menikmati sarapan pagi yang disiapkan oleh pelayan.
__ADS_1
Zayyan kapan kamu siap untuk menggantikan daddy di perusahaan sebagai CEO" kata Daddy Jhon, Zayyan dan Gabriel baru saja menyelesaikan pendidikan S2 nya dengan jurusan Bisnis Manajemen.
" Dad putramu baru saja wisuda biarkan dia menikmati liburannya" kata Mommy Gamila, menggelengkan kepalanya melihat suaminya semangat menjadikan putranya penggantinya.
Semua suasana menjadi hening mereka kembali menikmati sarapan paginya, tiba-tiba mereka terkejut mendengar perkataan Zayyan.
" Besok Zayyan ke perusahaan daddy bisa mengaturnya" kata Zayyan pergi memuju kamarnya. Daddy senang karena dia akan pensiun dan dapat menghabiskan waktu bersama istrinya dan keluarga.
.Sedangkan mommy Gamila mersa heran dengan Zayyan.
" Nak, kamu tidak ada niat mencarinya" kata mommy Gamila, Zayyan membalikan tubuhnya sambil tersenyum.
Zayyan mengacak rambutnya hingga Hanny kesal. " Kakak sudah meminta orang suruhan kakak untuk mencarinya" kata Zayyan. Kemudian pergi ke kamarnya.
" Mom pernah melihat wajah kakak iparku" ?" Hanny. " Pernah sayang ketika kakakmu membawa lukisan kesini dan berada di kamar kakakmu" kata mommy Gamila.
" Tapi kakak tak membiarkan Hanny untuk melihatnya" kata Hanny dengan kesal. mommy Gamila tersenyum dan memanggil pelayan intuk merapikan meja makan.
__ADS_1
Tok, tok, tok
" Masuk" sahut Zayyan, masuk ibu Susan membawa minuman untuk Zayyan.
" Tuan muda muda ini minumannya, apa ada yang lain tuan muda? " ibu Susan, meletakan minuman di meja.
" Bi panggil Gabriel" kata Zayyan. " Baik tuan muda kalau begitu saya pamit tuan muda" ibu Susan meninggalkan kamar Zayyan dan memanggil putranya.
Taklama Gabriel datang ke kamar Zayyan mereka membicarakan untuk esok hari.
" Gabriel siapkan dirimu besok kita akan ke perusahaan, Daddy akan memperkenalkan kita" kata Zayyan, membaca berkas yang diberikan oleh daddy Jhon.
" Baik tuan" sahut Gabriel. Kemudian meninggalkan kamar Zayyan menuju ke kamarnya untuk istirahat.
Zayyan melihat lukisan yang ditutupi oleh kain, dia berdiri dan membuka kainnya sambil tersenyum.
" Sudah 12 tahun Eliza kita tak bertemu apa kamu melupakanku, jika kamu melupakanku aku akan kembali mengingatkanmu kembali tentang kita" kata Zayyan, menghelanya nafasnya.
__ADS_1
Kemudian dia memutuskan untuk istirahat karena besok dia akan ke perusahaan.