Love Story Zayyan Dan Eliza

Love Story Zayyan Dan Eliza
Episode 82


__ADS_3

Restoran.


Seperti biasa Eliza bekerja di restoran dan anak buah Zayyan yang menjaganya di luar tapi sekarang setiap sudut anak buah Zayyan berdiri dengan tegaknya, membuat lainnya merasa heran atas situasinya berbeda dengan pengunjung merasa tskut melihat wajah mereka yang datar.


" Nay katakan pada Eliza untuk meminta mereka beerjaga di luar saja emangnya di dalam sini siapa sih yang berani melukai Eliza" kata Frans, Nayla tersenyum dan menanggukan kepalanya.


Nayla mendekati Eliza yang sedang membersihkan meja setelah pengunjung meninggalkan meja.


" Eliza" panggil Nayla. Eliza membalikan tubuhnya.


" Ada apa Nay? " Eliza melangkahkan kakinya ke meja yang lainnya.


" Eliza, kenapa mereka masuk ke dalam biasanya menjaga di luar paling hanya satu menjagamu di dalam tapi sekarang lihat setiap sudut, itu membuat pengunjung takut" bisik Nayla.


" Aku juga tak tahu Nay tidak apa mereka kan tidak menanggu siapa pun, anggap saja mereka patung" kata Eliza tersenyum, Nayla menggelengkan kepalanya. Bisanya sahabatnya menanggap mereka sebagai patung.


Mommy Gamila pergi ke Restoran yang di temani oleh Gabriel sedangkan David tidak bisa karena menemani Zayyan menemui klien yang datang dari jakarta, karena sebelumnya David yang menemui mereka sebelumnya.


Gabriel membuka pintu masuk Restoran dan di sambut oleh Nayla.


" Selamat siang tuan, nyonya silahkan" kata Nayla, dengan sopannya. Mommy Gamila dan Gabriel mengikuti Nayla ke meja.


" Nona bisa panggilkan nona Eliza, nyonya ingin bertemu " kata Gabriel, Nayla menanggukan kepalanya dan pamit pada mommy Gamila.


" Gabriel duduklah" kata mommy Gamila. " Tapi nyonya" kata Gabriel, merasa tak enak.


" Gabriel, kamu itu tak hanya asisten puyraku tapi juga sahabatnya duduklah " kata mommy Gamila. Gabriel menanggukan kepalanya dan duduk di tak jauh dari mommy Gamila.


Eliza segera menemui mommy Gamila setelah di beritahu oleh Nayla.


" Mommy maaf Eliza tidak tahu kalau mommy datang" kata Eliza, mencium tangan mommy Gamila.


Mommy Gamila tersenyum mengelus hijab Eliza dan meminta duduk di hadapannya, mommy meminta Gabriel untuk memanggil manager.


" Mommy" kata Eliza, heran karena mommy Gamila ingin menemui manager, mommy Gamila hanya tersenyum.


Gabriel mendekati Nayla yang berada di dekat Frabs dan Surya.


" Nona bisa menemani saya ke ruang manager karena nyonya Gamila ingin bicara" kata Gabriel, Nayla menanggukan kepalanya mengantar Gabriel ke ruang manager.


Setelah berbicara dengan manager mereka menemui mommy Gamila dan Eliza.

__ADS_1


" Nyonya ini manager Restorannya" kata Gabriel.


" Selamat siang nyonya, tuan Gabriel sudah memberitahu saya kalau anda ingin me emui saya" kata manager, dengan hormat.


Mommy Gamila memintanya duduk di sampingnya.


" Begini manager putraku dan gadis ini akan menikah dalam tiga hari lagi, makanya saya ingin menemui anda apakah kalian bisa menyiapkan menu untuk acara pernikahan putraku" kata mommy Gamila.


Perkataan mommy Gamila membuat manager dan Nayla terkejut, mereka tidak tahu kalau Eliza akan menikah dalam tiga hari lagi.


" Eliza, kenapa tidak memberitahuku kalau kalian dalam waktu dekat ini akan menikah" kata Nayla, yang kesal karena sahabatnya tidak memberitahunya.


" Maaf Nay bukannya aku tak memberitahumu rencananya nanti akan ku beritahunya" kata Eliza.


" Tidak apa Eliza, selamat sayang akhirnya kalian menikah juga aku tahu kamu sudah menunggunya waktu yang lama" kata Nayla dengan terharu memeluk Eliza, mommy Gamila tersenyum.


" Bagaimana pak apakah kalian bisa mempersiapkannya? " mommy Gamila.


" Tentu bisa nyonya kami akan mempersiapkan semuanya apalagi untuk hari bahagia sahabatku ini, benarkan pak? " Nayla, pada manager.


Manager menanggukan kepalanya kapan lagi dia memiliki kesempatan ini, keluarga ternama di Amerika percaya pada Restorannya untuk mempersiapkan menu untuk acara pernikahan putra mereka.


" Satu lagi pak saya ingin membawa menantu saya ini ke butik" kata mommy Gamila.


" Silahkan nyonya" sahut manager.


Sebelum pergi ke butik Gabriel ingin menyatakan sesuatu yang di minta oleh Zayyan.


" Nona, tuan muda ingin anda cuti beberapa hari menjelang pernikahan" kata Gabriel.


" Tumben anak itu ingat, benar sayang kamu harus cuti karena calon pengantin tidak boleh kelelahan saat pernikahan " kata mommy Gamila, Eliza tersenyum malu, Nayla menyenggol lengan Eliza untuk menggodanya.


Kemudian mommy Gamila pamit menuju butik karena dia telah menghubungi mereka untuk mempersiapkan gaun yang terbaik untuk menantunya.


Minang butik.


Minang butik merupakan salah satu butik terbesar di kota padang sering dikunjung penjabat, pengusaha dan lainnya.Hasil desainnya banyak di gemari oleh banyak kalangan.


Desainnya banyak di sukai remaja maupun wanita yang telah berkeluarga hasil desainnya setiap tahun ada yang baru makanya banyak kalangan menyukainya.


" Silahkan masuk nona, nyonya" kata pegawai butik pada Eliza, mommy Gamila. Gabriel menunggu di luar sambil berbicara dengan anak buahnya.

__ADS_1


Mommy Gamila dan Eliza tersenyum dan menanggukan kepalanya mengikiti langkah pegawai masuk ke butik, mereka melihat banyak gaun pengantin terpajang.


Mommy Gamila memilih gaun yang cocok untuk Eliza ia memperhatikan setiap detail.


" Tunggu" kata seorang wanita yang tidak terlihat muda lagi, tangan mommy Gamila yang jadinya ingin mengambil gaun pengantin yang dia perkirakan cocok untuk Eliza terhenti.


" Gaun itu tak cocok untuknya" kata wanita itu, berbicara dengan pegawainya untuk mengambil gaun pengantin yang tersimpan di lemari.


" Tapi nyonya itu kan gaun tak di jual " kata pegawai, bingung karena bosnya pernah bilang kalau gaun itu tak di jual tapi sekarang.


Eliza dan mommy Gamila saling memandang ada apa dengan situasi ini.


Bos menepuk keningnya karena pegawainya tidak mengerti yang pernah ia katakan.


" Kamu tahu dia?" Bos, pegawai butik menggelengkan kepalanya.


" Dia ini gadis kecil yang selalu menemani anak pemuda itu saat membantu saya mengantar pesanan pelanggan, saat itu butik ini tidak terbesar sekaranng" kata bos.


" Kamu pasti tidak ingat" kata bos, mengelus hijab Eliza, Eliza menanggukan kepalanya.


Tiba-tiba seseorang masuk membuat keadaan semakin riuh.


" Asssalamualaikum " ucap Zayyan.


" Waalaikumsalam" balas semua orang membalikan tubuhnya.


Eliza dan mommy Gamila tersenyum melihat eiapa yang baru masuk, pemilik bos itu mendekati Zayyan dan memukul lengan Zayyan membuat semua orang terkejut Gabriel berusaha menghalanginya karena ibu pemilik butik krmbali memukulnya tapi Zayyan menghalanginya.


" Ibu kenapa selalu suka memukulku dulu di kepalaku dan sekarang lenganku" kata Zayyan, pura - pura kesakitan.


" Kamu jangan pura ibu tahu itu takkan sakit bagimu, kemaren menghajar si Bayu berani" kata ibu, dengan kesal.


Zayyan tersenyum dan memeluk pemilik butik. " Ibu apa kabar?. " Ibu mana gaunnya untuk calon istriku" kata Zayyan, melepas pelukannya.


Pemilik butik segera meminta pegawainya mengambil gaun yang tersimpan di lemari.


" Nak?" mommy Gamila, melihat ibu di sampingnya sangat menyayangi putranya.


" Mommy kenalkan ini ibu Rohima Zayyan pernah bekerja di tempatnya dulu, sayang kamu pasti ingatkan dulu aku sering mengantar pesanan orang yang membeli pakaian dari toko baju dan ibu Rohima ini pemiliknya" kata Zayyan, Eliza menanggukan kepalanya.


Ibu Rohima memperkenalkan dirinya pada mommy Gamila dan mengucapkan terima kasih karena merawat Zayyan sampai saat ini.

__ADS_1


__ADS_2