
Gabriel melirik ke kaca melihat Zayyan memenjamkan matanya seperti memikirkan sesuatu.
" Zayyan, apa yang kamu fikirkan? " Gabriel, penasaran melihat perilaku Zayyan.
Zayyan tersenyum. " Aku tak menyangka mereka hanya berani bersembunyi tempat sejauh itu, apa mereka tidak tahu kalau seluruh kota Padang ini sudah seperti diriku" kata Zayyan, meminta Gabriel menghubungi David dan anak buahnya ke lokasi yang dikirimnya.
Gabriel juga nenjalankan mobil menuju lokasi diberitahu oleh Zayyan.
Mereka sampai di lokasi sudah malam karena jaraknya dari kota cukup jauh.
" Gab darimana tuan muda tahu lokasi ini" bisik David.
Gabriel menjitak kening David. " Kamu lupa darimana Zayyan berasal" kata Gabriel, mendekati Zayyan. David meruntuk kebodohannya yang melupakan asal Zayyan.
" Sebaiknya kita disini dulu esok baru kita bergerak saat ini tak baik untuk melakukan penyerangan karena lokasi tersebut cukup suram" kata Zayyan, mereka menanggukan kepalanya.
Malam ini mereka mengatur rencana penyerangan esok pagi.
__ADS_1
Lokasi penyembunyian Irgi dan Bobby dimana mereka penyembunyikan tahanan.
" Bobby aku berhasil menangkap gadis itu tapi dia bersama anak kecil, aku terpaksa membawanya anak itu tak pernah melepaskan gadis itu" kata Irgi.
" Aku tak permasalahannya yang terpenting Eliza sudah berada di tanganku orang yang bersamanya biarkan saja, untuk malam ini biar mereka istirahat esok baru kita bertindak" kata Bobby, Irgi tersenyum karena esok keinginannya untuk mendapatkan sisa harta milik keluarga Parwez segera dia dapatkan.
Keesokan harinya tepatnya di Bandara Internasional Minangkbau mendarat debuah jet pribadi ke bandara.
Mommy Gamila dan daddy Jhon sudah sampai di kota Padang mereka langsung ke kediaman keluarga Parwez, Zayyan sudah memberitahu mereka sebelum berangkat ke Surabaya.
Daddy Jhon naik taksi menuju kediaman keluarga Parwez sedangkan disana tak ada satu pun tahu mengenai kedatangan mereka, Mami Farrah dan lainnya sedang menunggu kabar Zayyan semalam mami Farrah tak bisa tidur hanya menangis menyebut nama Eliza.
"Wassalamualaikum, nyonya tuan besar" kata Friska, dengan gugup menjawab salam.
Mommy Gamila dan Daddy Jhon merasa ada yang aneh dengan situasi saat ini mereka melihat mertua putranya sedih.
" Friska, sebenarnya ada apa ini?. Dan saat aku menghubungi Zayyan dia mematikannya Hanny pasti sedang sekolah" kata Mommy Gamila.
__ADS_1
Nayla berdiri dan meminta mereka duduk agar kabar yang di dengar oleh mereka tidak membuat mereka cemas, Friska menghela nafasnya dia harus memberitahu mereka tentang Hanny dan Eliza.
Friska mulai menceritakan semuanya dari penculikan Hanny dan Eliza sampai kehamilan Eliza.
" Ya Allah, daddy putri dan menantu kita di culik, hiks hiks hiks" mommy Gamila menangis.
" Friska dimana Zayyan sekarang? " Daddy Jhon, mencoba untuk menenangkan dirinya.
Sebelum menjawab Friska mendapat kabar dari David.
" Tuan, nyonya alhamdulillah tuan muda dan lainnya sudah menemukan lokasi nona muda dan nona kecil, saat ini mereka akan mulai penyerangan untuk menyelamatkan mereka" kata Friska.
" Ya Allah, lindungilah mereka dan jagalah kehamilan menantu kami" kata mommy Gamila, berdoa demi keselamatan mereka diaminkan oleh lainnya.
" sekarang kita hanya menunggu kabar dari Zayyan, dia telah melalui latihan militer yang sangat berat. Dia pasti bisa berhasil dan membawa mereka pulang" kata Daddy Jhon, lainnya menanggukan kepalanya.
Di lokasi persembunyian
__ADS_1
Bobby sudah berhadapan dengan Eliza ia sangat senang melihat ketakutan Eliza.