Love Story Zayyan Dan Eliza

Love Story Zayyan Dan Eliza
Episode 102


__ADS_3

Rumah sakit.


Mommy Gamila, daddy Jhon, Mami Farrah, Friska, Frans dan Nayla sudah sampai di rumah sakit.


" Maaf suster dimana pasien bernama Zayyan Winter? " Frans, mewakili semua orang.


" Oh pasien yang baru datang dia berada di ruang operasi " kata suster. Frans mengucapkan terima kasih dan menuju ke ruang operasi diikuti oleh lainnya.


" Hanny" panggil mommy Gamila, melihat putrinya menangis dalam pelukan Gabriel.


Melihat mommynya datang Hanny langsung memeluknya.


" Hiks hiks hiks, momm kakak terluka ia berdarah" kata Hanny, bersenggukan.


" Kakak pasti baik saja Hanny tau kan kakak orangnya kuat" kata daddy Jhon mencium kening putrinya, Hanny menanggukan kepalanya.


" Gabriel gimana? " Daddy Jhon, mengkhawatirkan putra sulungnya.


" Masih di dalam tuan besar, Nay tolong temani tuan Irsyad dan nyonya Farrah di kamar VVIP 3, disana ada David yang menjaganya" kata Gabriel, Nayla menanggukan kepalanya.


" Tuan, nyonya sebaiknya tanya ke dokter tadi tuan muda tertembak di depannya" kata Gabriel, menyadari tatapan orangtua Eliza.


" Astaghfirrurrah, Eliza" mami Farrah menutup mulutnya terkejut mendengarnya.


Dengan ditemani Frans mereka menuju ruang VVIP 3.

__ADS_1


" Tuan, nyonya" kata David, memberi hormat melihat orangtua Eliza datang. David menyalami Frans dan Nayla.


Tidak lama dokter keluar. " Dokter?" papi Irsyad.


" Pasien mengalami guncangan berat sepertinya pasien tidak mau menerima kejadian yang baru saja ia saksikan, kita doakan saja pasien kuat menghadapinya" kata dokter.


" Dokter gimana kandungannya? " Mami Farrah.


" Nanti dokter kandungan yang memeriksanya " kata dokter. Nayla mengucapkan terima kasih dan mereka masuk ke dalam sedangkan David menjaga di luar.


Mami Farrah menangis melihat keadaan putrinya yang belum sadarkan diri, Frans pamit ke Restoran sejak tadi Surya terus menghubunginya dan meminta Nayla menemani mereka.


Ruang operasi.


Sudah dua jam Zayyan menjalani operasi dan dokter belum juga keluar membuat orang di luar gelisah.


Pintu terbuka melihat dokter keluar mereka langsung bertanya mengenai keadaannya.


" Pasien sempat banyak kehilangan darah untung darah tersedia saat ini pasien dalam keadaan koma" kata pasien.


" Daddy, hiks hiks" Mommy Gamila menangis dalam pelukan suaminya dan Hanny menangis dalam pelukan Friska.


Dokter membawa pasien di ruangan ICU karena harus mendapatkan perawatan yang intensif.


Ruang VVIP 3

__ADS_1


Mami Farrah, papi Irsyad dan Nayla sedang duduk di sofa tiba saja mendengar suara tangisan.


" Om. tan itu suara tangisan" kata Nayla, mereka segera mendekat terlihat Eliza menangis dan menyebut nama Zayyan.


" Mas hiks hiks hiks" tangisan Eliza membuat orang kasihan padanya.


" Nak" kata mami Farrah, mencoba senyum mengelus tangan putrinya.


" Mami hiks mas Zayyan tertembak karena menolong Eliza, seharusnya Eliza yang kena" Eliza, memberontak papi Irsyad berusaha menahan putrinya.


Nayla segera memanggil dokter. " Sepertinya pasien mengalahkan dirinya sendirinya atas menimpa suaminya, tuan nyonya ini dokter sukma yang akan memeriksa kandungannya" kata dokter.


Mereka menanggukan kepalanya mempersilahkan dokter Sukma memeriksa kehamilan Eliza.


" Dokter? " mami Farrah, dengan khawatir. " Alhamdulillah kehamilannya baik saja sepertinya mereka anak yang kuat" kata dokter Sukma.


" Alhamdulillah" ucap mereka merasa lega mendengarnya.


" Mami, Eliza ingin menemui mas Zayyan" kata Eliza, kembali membuka matanya.


" Om, tante, Eliza.Tuan Zayyan di ruang ICU" Nayla, baru saja mendapat pesan dari Gabriel.


" Mami, papi" mohon Eliza, mengkhawatirkan suaminya.


' Papi akan memanggil suster" kata papi Irsyad, mungkin dengan bertemu dengan Zayyan putrinya akan tenang.

__ADS_1


Mereka menuju ruang ICU Eliza sangat mengkhawatirkan suaminya terus berdoa untuknya tak terasa mereka sudah sampai di ruang ICU.


" Kakak ipar"


__ADS_2