Love Story Zayyan Dan Eliza

Love Story Zayyan Dan Eliza
Episode 68


__ADS_3

Mobil yang dikendarai oleh Gabriel sudah sampai di lobi perusahaan satpam membuka pintu, Zayyan turun dari mobil diikuti oleh Hanny.


" Selamat pagi bos" kata satpam melihat Zayyan yang keluar dari mobil. Zayyan menanggukan kepalanya Hanny tersenyum mengelut manja pada kakaknya.


Para karyawan memberi hormat pada Zayyan dan Hanny karena mereka sudah tahu kalau Hanny adalah adik dari CEO mereka.


" Kakak Hanny ingin melihat kantor kakak boleh ya" kata Hanny, ketika mereka akan masuk ke dalam lift.


" Gabriel temani Hanny. Hanny setelah selesai segera ke ruangan kakak karena kamu belum makan" kata Zayyan.


" Baik kak" sahut Hanny, Gabriel menanggukan kepalanya kemudian Zayyan masuk ke dalam lift bersama Friska.


Hanny menatap ke arah Gabriel. " Kak Gabriel sekarang kita mau kemana? " Hanny. " Mari nona kita akan melihat dulu di lantai 1 baru lantai yang lain" kata Gabriel.


Gabriel menemani Hanny mengelilingi kantor Zayyan dan mengenalkannya setiap ruangan yang mereka lewati tidak lupa karyawan yang menyapanya.


Setelah mengelilingi kantor Zayyan Hanny pergi ke ruangan Zayyan karena merasa lelah dia juga merasa lapar.

__ADS_1


" Kakak, kak David kemana pasti di restoran tempat kak ipar" kata Hanny.


" Nggk nona David hari ini mulai masuk kuliah dan tuan muda sudah mencarikan seorang yang akan melindungi nona Eliza di restoran" kata Gabriel, Hanny menanggukan kepalanya.


Taklama lift berhenti di lanai 3 dimana ruang kerja Zayyan, mereka keluar dari lift menuju ruang Zayyan. Friska menyambut mereka dan menyatakan kalau Zayyan sudah menunggu di dalam.


Gabriel membuka pintu terlihat Zayyan duduk di sofa sambil memangku laptop memeriksa email.


" Kakak" kata Hanny. " Hanny makanlah dulu nanti ikut kakak ke restoran, karena kakak ada metting dengan klien nanti siang" ucap Zayyan.


" Tuan ini berkas untuk metting nanti" kata Fruska, menyerahkan berkas yang diperlajari oleh Zayyan sebelum bertemu klien, Zayyan fokus memperlajari berkasnya hingga tak menyadari kalau mereka sudah sampai di restoran.


Saat mobil telah berhenti Hanny langsung keluar karena dia tak sabar untuk bertemu Eliza.


Dalam restoran ramai dengan pengunjung pelayan restoran sibuk menulis pesanan para pengunjung, Hanny mencari Eliza sekitar restoran dia tersenyum melihat Eliza sedang mencatat pesanan seorang pengunjung.


" Tuan ini buku menunya silahkan sebut pesanan anda" kata Eliza dengan sopannya, pria yang duduk sendirian terus menatap Eliza dengan maksud, membuat Eliza tak nyaman.

__ADS_1


" Maaf tuan anda ingin pesan apa? " Eliza sekali lagi, tapi pria tersebut memegang tangan Eliza dengan senyuman.


" Astagfirrah, tuan apa yang anda lakukan" teriak Eliza melepas tangannya dari pria itu dan menjauhinya.


" Kamu jangan sok aku tahu kamu pasti membutuhkan uang, aku pasti akan memberimlebih banyak asal kamu menemaniku malam ini" kata pria itu dengan senyuman licik, ketika tangannya akan kembali menyentuh pipi Eliza, ada tangan yang mendorongnya.


" Jangan dekati kakakku" teriak Hanny yang datang tiba-tiba dan mendorong pria yang ingin menyentuh Eliza.


Keributan tersebut membuat semua mata tertuju ke arah mereka Nayla, Frans dan Surya juga mendekati Eliza.


" Eliza, apa yang terjadi? " Nayla melihat sahabatnya menangis, Eliza hanya menggelengkan kepalanya.


" Tuan, maaf apa yang terjadi disini? " Surya, Pria itu mencoba memfitnah Eliza dengan menyatakan kalau Eliza yang merayunya, Eliza melihat sekitarnya dengan menggelengkan kepalanya ketika semua mata tertuju padanya.


" Kau jangan bohong, kau yang menanggu kakakku" tekan Hanny. " Hei anak kecil jangan ikut campur dengan urusanku" kata pria itu dengan menunjuk Hanny dan emosi.


" Beraninya kau berteriak pada adikku"

__ADS_1


__ADS_2