Love Story Zayyan Dan Eliza

Love Story Zayyan Dan Eliza
Epidode 9


__ADS_3

Rumah sakit


Mereka terus menunggu Zayyan sampai sore tak ada yang bicara hanya sibuk dalam pemikiran masing-masing.


" Ummmm" Zayyan, bangun sambil melihat sekitarnya. " Sepertinya aku di rumah sakit" guman Zayyan mengingat kejadian tadi siang.


" Nak syukurlah kamu sudah sadar" kata nyonya Gemila keluar dari kamar mandi. Zayyan hanya tersenyum.


Tuan Jhon dan pak Abdull sedang mengobrol tersenyum mendengar Zayyan sudah sadar, mereka segera menemui Zayyan.


" pak tak percaya bahwa kamu masuk rumah sakit" kata pak Abdul, mencoba mengalihkan situasi yang hening.


" Ya pak saya tak sangka akhirnya masuk rumah sakit juga hanya karena luka ini" kata Zayyan, tersenyum


Agar keadaan tidak tegang lagi tuan Jhon memanggil dokter untuk memeriksa Zayyan.

__ADS_1


" Alhamdulillah pasien sudah sadar untuk sementara luka diperut jangan terkena air dulu" keterangan dokter, mereka menangggukan kepalanya kemudian dokter pamit harus memeriksa pasien lainnya.


Zayyan mengingat kejadian tadi dia memakai liontin yang diberinya sama Eliza, dia meraba lehernya tapi tak ada.


" Nak apa yang kamu cari? " nyonya Gemila, melihat kegelisahan Zayyan, memeriksa seluruh tubuh.


" Saya" ucapannya terpotong karena pak Abdul memberikan liontin itu ke hadapannya, Zayyan langsung mengambilnya dan memeluknya kemudian dia kembali tidur karena kelelahan.


" Sepertinya itu sangat berharga baginya apa itu pemberian orangtuanya" kata nyonya Gemila.


" Tidak nyonya itu pemberian sahabatnya" kata pak Abdul. " Apa sahabatnya wanita terus dimana dia sekarang, kenapa dia tak datang" kata pak Jhon, pak Abdul tersenyum kemudian duduk diikuti dengan lainnya.


Mereka sama diam setelah mendengarnya dan menatap Zayyan memeluk liontin itu sangat kuat.


" Pak bisa bantu kami, kami harus kembali ke negara kami lusa. Kami masih ingin mengabdosinya menjadi putra kami" kata tuan Jhon, pak Abdull menanggukan kepalanya.

__ADS_1


Saat ini mereka berdiri di samping Zayyan sudah lima menit mereka berdiri tak ada yang mau bicara.


"sepertinya kalian ingin mengatakan sesuatu? " Zayyan, melihat ketiga orang ini hanya diam. Nyonya Gemila segera duduk di samping Zayyan dan memegang tangannya di tak dapat menunggu lagi.


" Nak mau kan tinggal bersama kami nanti Zayyan dapat bersekolah disana, kami ingin kamu menjadi putra kami" kata nyonya Gemila.


" Nyonya jika ini balasan untuk saya menolong anda, tidak usah nyonya saya tulus menolong, anda" kata Zayyan.


Mendengar hal itu membuat nyonya Gemila sedih dia sudah terlanjur menyayanginya, awalnya benar hanya untuk balas budi tapi melihat wajah Xayyan membuatnya bahagia seakan yang terluka iu adalah anaknya sendiri.


Tuan Jhon mengusap punggung istrinya yang genetaran karena menangis, karena dia juga paham dengan sikap Zayyan.


" Nak kami tulus ingin menginginkanmu menjadi putra kami, kami sudah lama menikah menikah tapi belum di karunia seorang anak kami bahkan sudah pergi ke tempat pengobatan tapi belum berhasil" kata tuan Jhon.


"Kami juga pernah berniat mengangkat seirang anak di panti asuhan, tapi istriku selalu menolak setiap anak yang ditemuinya, berbeda denganmu nak dia langsung menyukaimu" keterangan tuan Jhon, sedih mengingat hal itu.

__ADS_1


Melihat Zayyan hanya diam membuat pak Abdul ikut bicara.


" Apa karena Eliza? "


__ADS_2