Love Story Zayyan Dan Eliza

Love Story Zayyan Dan Eliza
Episode 94


__ADS_3

Zayyan dan Gabriel belum mengetahui kalau Bagus sudah di tahan oleh Bobby dan Irgi karena fokus dengan pekerjaannya.


Selama di Surabaya Eliza menemani Hanny pergi ke sekolah dan menjemputnya pulang sekolah, mereka sering menghabiskan waktu bersama di kediaman keluarga Parwez.


Orangtua Eliza tersenyum melihat keakraban mereka berdua.


" Eliza, suamimu belum bilang kapan dia akan kembali" kata papi Irsyad.


" Sudah pi kata mas Zayyan akan kembali sekitar tiga hari lagi " kata Eliza, papi Irsyad menanggukan kepalanya.


Mami Farrah mengajak mereka makan siang saat akan duduk di kursi Eliza mencium bau ikan goreng entah kenapa membuatnya mual, Karena tak tahan dengan bau ikannya Eliza berlari menuju ke kamar mandi.


Melihat Eliza berlarian menuju kamar mandi membuat lainnya khawatir.


" Sayang ada apa denganmu" kata mami Farrah, mendengar muntahan dari kamar mandi.


" Eliza tak tahu mami tiba saja Eliza mual saat melihat ikan goreng di atas meja" kata Eliza, mengelap bibirnya.


Orangtuanya mengeringit heran bukannya putrinya sangat menyukai ikan goreng.


" Kak ipar bukannya sangat menyukai ikan goreng sampai kak Zayyan terus meminta bibi menyiapkan ikan goreng" kata Hanny, heran mendengar Eliza muntah hanya karena ikan goreng.

__ADS_1


Mami Farrah dan papi Irsyad saling memandang dan tersenyum bahagia katena impiannya memiliki cucu akan terkabul.


" Sayang esok pagi kita ke rumah sakit ya" kata mami Farrah, walau bingung Eliza tetap menanggukan kepalanya.


" Hanny esok ke sekolahnya bersama papi" kata papi Irsyad, sejak Hanny tinggal di rumahnya papi Irsyad memintanya untuk memanggil papi.


Surabaya.


Zayyan dan Gabriel masih ada metting bersama klien membicarakan proyek mereka., tiba saja Zayyan mencium bau parfum yang membuatnya pusing.


" Tuan muda" kata Friska, melihat Zayyan meminjit keningnya.


Zayyan menatap ke arah Friska sekretarisnya duduk di sampingnya.


" Ya tuan muda" kata Friska, tiba saja perasaannya tak enak.


" Pindahlah " kata Zayyan.


" Ha" Friska dan semua orang terkejut mendengarnya terutama Friska kenapa tiba saja tuan mudanya meminta pindah.


" Zayyan, ada apa kenapa meminta Friska pindah biasanya kamu tidak mempermasalahkan jika Friska duduk di sampingmu" Kata Gabriel, heran melihat tingkah sahabat sekaligus Bosnya.

__ADS_1


" Aku tahu tapi kenapa aku tak menyukai bau parfum dipakainya" kata Zayyan.


Melihat keadaan Zayyan tuan Beni Sudrajat tersenyum ia pernah mengalaminya saat istrinya hamil.


" Sebaiknya metting kita hari ini bisa di sudahi apalagi semuanya sudah beres tuan Zayyan bisa istirahat " kata Beni Sudrajat.


" Tapi tuan kita masih memiliki waktu tiga hari lagi membahasnya" kata Gabriel.


" Tenang saja kamu urus dulu bosmu jika keadaannya sudah membaik nanti kita lanjutka, tuan Zayyan sebelum saya pergi hubungilah istri anda bertanya bagaimana dengan keadaannya" kata Beni Sudrajat, pamit bersama sekretarisnya kembali ke perusahaan.


" Dasar aneh untuk apa dia memintaku menghubungi istriku disini aku yang sakit" kata Zayyan, sebagai perempuan Friska mengerti yang dikatakan oleh tuan Beni ia tersenyum.


" Jika benar nona Eliza hamil pasti menenangkan apalagi tuan muda yang mengalami ngidam. Tapi aku pasti kesulitan nantinya" Friska hanya berani mengguman dalam hati.


Melihat keadaan Zayyan semakin lemah Gabriel memaksanya kembali ke hotel.


Di kota Padang.


Bobby dan Irgi setelah berhasil menangkap Bagus mereka berniat menculik Eliza apalagi saat ini Zayyan tak ada.


" Kalian teruskan mencari wanita ini saat ini ia pasti kesepian karena laki brengsrek itu tak ada di kota padang saat ini".kata Bobby, menyerahkan foto Eliza.

__ADS_1


Elang dan anak buah lainnya menanggukkan kepalanya melanjutkan pencarian terhadap Eliza.


__ADS_2