
Pagi harinya Bobby tak sabar untuk menemui Eliza gadis kecil yang telah membuatnya jatuh hati saat pertama kali berjumpa, saat itu papi Irsyad membawa keluarga kecil ke acara disanalah mereka berjumpa.
Bobby menemui niatnya untuk melamar Eliza dan menikah setelah Eliza tamat SMA dengan suara keras papi Irsyad menolaknya terutama putrinya masih kecil, karena alasan inilah Bobby berencana nenghancurkan papi Irsyad dan membawa kabul Eliza tapi gagal saat papi Irsyad membawa keluarganya ke kota Padang setelah saudara tirinya memperebut kekayaannya.
Bobby tersenyum bahagia ketika membuka pintu Eliza sudah bangun dan terlihat jelas ketakutan dari wajahnya saat ia masuk ke kamar.
" My angel akhirnya kita berjumpa sudah lama aku mencarimu setelah pria tua itu membawamu pergi" kata Bobby, mebcoba untuk menyentuh Eliza yang ketakutan.
" Jauhkan tangan kotormu dari kakak iparku" teriak Hanny.
Bobby tersenyum sinis. " Ternyata kamu adik dari pria merebut my Angel" kata Bobby, dengan tajam.
" Kau lihat saja nanti kakakku akan datang dan menghabisi kalian semua" tekan.
Saat Bobby akan menampar Hanny terdengar suara tembakan diluar.
" Kau dengar sendiri baru saja aku mengatakannya dan sekarang kakakku telah tiba dan memberimu pelajaran" kata Hanny, tersenyum.
" Sial, kalian jaga kamar ini" kata Bobby, anak buahnya menanggukan kepalanya. Tidak lupa untuk mengunci pintu.
__ADS_1
" Kakak ipar dengar itu pasti kakak, mereka tak tahu saja kakakku sangat hebat" kata Hanny, dengan senangnya. Eliza seakan tuli mendengarnya seakan dia berada di ruangan lain.
Zayyan dan lainnya sudah melakukan penyerangan mereka melawan para anak buah Bobby.
Irgi melihat penyerangan di luar membuatnya takut tapi ia belum mendapatkan tanda tangan Eliza. " Sebelum pergi aku akan memaksanya menandatangani surat ini, sebelum aku pergi dari sini" kata Irgi.
Dia memerintahkan dua orang menjaga kamar untuk membantu Bobby sedangkan dia masuk ke kamar.
" Halo keponankan kesayanganku sepertinya aku harus pergi sebelum mereka menemukanku, tapi sebelum pergi kamu harus menandatangani surat ini" kata Irgi, meletakan surat di hadapan Eliza.
Diluar Bobby sudah berhadapan dengan Zayyan. " Ternyata kalian cepat juga menemukan tempat ini, tapi aku takkan membiarkanmu bertemu dengannya" kata Bobby.
David menanggukan kepalanya segera masuk ke dalam.
Dalam kamar melihat Eliza hanya diam membuat Irgi marah.
" Hei cepat tanda tangani ini"
Plak
__ADS_1
Irgi menanpar Eliza dengan kuat hingga bibirnya terluka tapi Eliza tak merespon.
" Kakak" teriak Hanny, ia juga ketakutan saat Irgi masuk apalagi ia ditatap dengan tajam.
Brak.
" Hei bajingan sialan apa yang telah kau lakukan, Ha" teriak David, menendang Irgi yang berniat melukai Hanny dengan pisau.
" Kak David hiks hiks hiks dia menampar kakak ipar" Hanny, menangis sambil memeluk Eliza.
David terkejut melihat luka di bibir Eliza melihat ada kesempatan Irgi segera kabur saat David fokus pada Eliza.
" Sial dia malah kabur" kata David. " Kakak" kata Hanny, dengan senggukan.
" Nona bisa berdiri sendiri saya akan membantu nona muda" kata David, Hanny menanggukan kepalanya.
David membuka ikatan mereka terpaksa dia menggendong Eliza karena keadaannya, mereka keluar dari pintu belakang karena arah depan Zayyan dan lainnya masih bertarung.
" Tuan David disini" kata anak buah Zayyan yang sebelumnya memeriksa bagian belakang, David merasa lega karena anak buahnya yang datang bukan lawan.
__ADS_1