
Hari sudah malam Zayyan pamit pada Eliza dan orangtuanya karena dia juga membutuhkan istirahat.
" Om tante kami pamit dulu" kata Zayyan menyalami kedua orangtua Eliza.
" Nak kalian nginap dimana? " mami Farrah takutnya jika Zayyan belum ada tempat untuk istirahat.
" Sebelum tuan muda datang saya sudah menyediakan tempat tinggal, tuan" kata David.
" Alhamdulillah kalau begitu om dan tante bisa tenang " kata papi Irsyad, Zayyan menanggukan kepalanya.
Melihat putrinya ingin bicara berdua pada Zayyan mami Farrah dan papi Irsyad pamit, begitu pula dengan Hanny lainnya menuju mobil.
Tinggalah Zayyan dan Eliza hanya berdua di depan, Eliza masih dengan malunya menundukan kepalanya.
" Maaf baru sekarang aku menemuimu pasti selama ini kamu mengalami kesulitan" kata Zayyan, Eliza menggelengkan kepalanya.
" Kamu tidak salah pasti mencariku kemana bahkan kamu pasti mencariku di negara singapura, maafkan aku pergi dari negara itu hingga kamu kesulitan" kata Eliza menghapus air mata.
__ADS_1
Zayyan menghapus air matanya dan memeluknya. " Sekarang kita akan selalu bersama takkan ada yang bisa memisahkan kita, selain Allah yang berkehendak" kata Zayyan, melepas pelukannya.
Mata mereka saling pandangan Zayyan mencium kening Eliza, Eliza memenjamkan matanya meresapi ciuman Zayyan berikan.
" Besok aku akan menjemputmu" kata Zayyan, Eliza menanggukan kepalanya, wajahnya bersemu merah karena malu.
Zayyan masuk ke dalam mobil menuju tempat tinggal yang di sediakan oleh David selama mereka tinggal di kota Padang, dengan senyuman bahagia Eliza masuk ke dalam kamarnya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih sejam mobil tiba di rumah mewah, walau tidak semewah kediaman keluarganya di Jerman.
David membuka pintu untuk tuan mudanya Zayyan melihat sekitar rumahnya.
" Maaf tuan hanya rumah ini saya temukan" kata David, merasa takut jika Zayyan tidak menyukainya.
" Ini bagus dan sepertinya nyaman kamu sudah memastikan keamanannya" kata Zayyan.
__ADS_1
" Sudah tuan dan lokasinya aman " kata David, Zayyan menanggukan kepalanya dan mengajak mereka masuk David memerintahkan anakbuahnya untuk menjaga di luar.
Pintu terbuka oleh pelayan yang di pekerjakan oleh David, David telah menyiapkan semuanya untuk tuan mudanya agar tidak merasa kecewa.
" Selamat datang tuan muda, David telah memberitahu kami kalau anda akan menempati rumah ini. Makanya kami telah mempersiapkan semuanya" kata pak Toto yang merupakan kepala pelayan.
Zayyan menanggukan kepalanya sambil memperhatikan keadaan rumahnya.
" Kakak Hanny ngantuk" kata Hanny. " Mari nona kami telah mempersiapkan kamar untuk anda tepat di sebelah tuan muda" kata pelayan.
" Ibu temani Hanny aku masih ingin bucara dengan lainnya" kata Zayyan. " Baik tuan muda mari nona bibi akan mengantar nona ke kamar" kata Ibu Susi.
Helena mengikuti langkah kaki Ibu Susi dan pelayan yang menunjukan kamarnya di lantai 2.
" Kalian pasti di jelaskan oleh David sebelumnya ingat aku tak ingin ada pelanggaran" kata Zayyan dengan dinginnya menatap satu persatu pelayan di rumah barunya.
" Baik tuan muda" sahut mereka. Kemudian Zayyan pergi ke ruang kerja di lantai 2 di ikuti oleh Gabriel dan David.
__ADS_1
" Uh aku tak menyangka kalau bos kita lebih dingin dari David, bahkan pria disampingnya takkalah dinginnya sepertinya kita akan mengalami hari yang berat" kata salah satu pelayan dan pelayan lainnya menanggukan kepalanya.
Pak Toto yang ada di sana hanya mendengarnya karena itu benar bosnya kali ini bersikap dingin dan kaku.