
Kediaman keluarga Parwez
Eliza lebih memilih liburan bersama orangtuanya di rumahnya karena hari ini dia libur dari pekerjaan restorannya, mereka berkumpul di ruang tengah sambil menikmati acara yang di tayangkan di televisi sambil menikmati kue yang di siapkan oleh mami Farrah.
" Nak hari ini kamu tak pergi bersama Nayla" kata papi Irsyad mengusap kepala putrinya. " Hari ini Eliza hanya ingin bersama papi dan mami" sahut Eliza.
Kemudian mami Farrah mengajak putrinya menyiapkan makan siang, mereka memasak dengan penuh keseruan.
Ditempat David
David dan anak buah mencari Eliza di mall mereka mencoba bertanya pada pengunjung mall siapa tahu ada yang tahu.
" Bos sudah beberapa jam kita disini tapi tak ada yang menengalnya" kata salah satu anak buahnya. David melirik arlojinya ternyata hari mulai gelap.
" Sebaiknya kita kembali ke hotel besok kita lanjutkan pencariannya, entah kenapa aku punya firasat besok kita menemukan pertunjuk" kata David. Kemudian mereka kembai ke hotel untuk istirahat.
Terdengar suara adzan berkumandang Eliza bangun melaksanakan sholat subuh dan bersiap ke restoran.
" Mami, Papi Eliza pergi dulu" kata Eliza yang terlihat terburu-buru. " Nak makan dulu" teriak mami Farrah, Eliza tersenyum minum teh hangat dan ambil satu roti.
" Asssalamualaikum, mami papi Eliza berangkat dulu" kata Eliza mencium tangan orangtuanya, orangtuanya hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Anak itu jika terlambat selalu begitu" kata papi Irsyad menggelengkan kepalanya. Eliza menaiki bus menuju restoran tempatnya bekerja.
" Eliza" teriak Nayla melihat Eliza yang baru turun dari bus, Eliza tersenyum dan menunggu sahabatnya.
" Ayo masuk" ajak Nayla menggandeng Rliza, mereka masuk ke restoran dan mulai mengerjakan tugasnya.
" Eliza, Nayla " panggil Frans. " Ada apa kak? " Nayla.
" Begini kalian harus mempersiapkan menu spesial untuk makan siang nanti" kata Frans.
" Memangnya ada apa kak apakah ada tamu VVIP? " Nayla sambil menaiki alisnnya.
Kemudian Eliza mengajak Nayla mempersiapkan semuanya karena sebentar lagi jam makan siang tiba waktunya.
Ditempat lainnya David bertanya pada nasyarakat menengai keberadaan Eliza dan keluarganya.
" Maaf pak boleh saya bertanya apakah bapak pernah menengal atau mendengar nama keluarga ini" kata David memberikan foto dan nama orangtua Eliza pada seorang bapak.
" Maaf nak bapak tak pernah melihat orang di foto ini atau lainnya " kata seorang bapak, David menanggukan kepalanya.
Brug
__ADS_1
Tanpa sengaja David bertabrak dengan seorang wanita yang tidak muda lagi.
" Bu maafkan saya, saya tidak melihat ada di hadapannya" kata David membantu merapikan bawaannya.
Ibu itu hanya tersenyum dan menanggukan kepalanya tapi matanya tertuju pada sebuah foto yang terjatuh di tangan El, David menatap intens pada ibu itu karena matanya tertuju pada foto yang dia pegang.
" Maaf bu apakah menengal atau melihatnya? " David, merasa lega karena ibu ini menengal foto yang dia bawa.
" Ibu hanya merasa pernah bertemu gadis kecul ini tapi entah dimana?" Ibu mencoba mengingatnya.
Ibu mencoba mengingatnya dia tersenyum dan mengajak David ikut bersama dirinya.
" Nak ayo ikut bersamaku mungkin ini akan membantumu " kata ibu, David memanggil anak buahnya untuk mengikuti ibu yang dia temui.
Mereka mengikuti langkahnya tibalah di sebuah restoran padang.
" Kalian duduklah ibu mau meletakan belanja ibu " kata ibu, David menanggukan kepalanya.
" Bos apakah ubu inidapat di percaya? " salah satu anakbuahnya. " Kita harus mencibanya kan siapa tahu ibu ini mengetahuinya mungkin membsntu kita mendapat pertunjuk" kata David.
Ibu itu kembali dengan membawa sebuah foto ketika ibu itu memperlihatkannya pada David, David terkejut melihatnya dan menatap pada ibu itu.
__ADS_1