
Zayyan langsyng mengantar Eliza pulang karena sudah waktunya Eliza beserta berangkat, setiba di rumah ternyata mereka sudah di tunggu oleh orangtua Eliza.
" Zayyan, kami tahu bahwa kau sangat suka membaca, aku sering melihat kalian berlajar bersama, jadi aku memberikan ini untukmu semoga saat nanti ksmu menjadi sukses" kata Papi Irsyad, membelikan Zayyan buku berbagai ilmu dalam kardus.
" Terima kasih om, Zay akan berlajar giat" kata Zayyan, senang menerima hadiah dari papi Irsyad.
" Kami akan menunggumu dalam mobil kalian bicaralah" kata Mami Farrah, melihat kesedihan putrinya.
Zayyan dan Eliza hanya saling diam tanpa bicara. " Eliza jangan lupakan kataku kemaren, pakailah hijab itu ketika kamu dewasa dan tunggu aku" kata Zayyan.
Eliza menanggukan kepalanya sambil memeluk hijab pemberian Eliza.
" Zay boleh aku memakainya sekarang" kata Eliza, memasang hijab ukuran kecil. Sebelum pulang Eliza sempat membeli hijab ukuran kecil dia ingin menunjukannya langsung pada Zayyan.
" Cantik" kata Zayyan, Eliza tersenyum. Tiba saja Maminya memanggil sudah waktunya berangkat.
Eliza dengan perasaan sedih masuk ke mobil sekali dia melihat Zayyan yang melambaikan tangannya dan dia membalasnya.
__ADS_1
Zayyan menatap mobil yang terus berjalan menjauh darinya, dia kembali menatap rumah setahun ini menemukannya dengan Eliza. Dia melihat papan terpasang dirumah itu dengan tulisan rumah ini dijual.
Restoran pak Abdul
Sudah tiga hari semenjak Eliza pergi dari kota Padang membuat hari- hari Zayyan seperti semula sering berada di jalanan, jika malam hari dia akan ke restoran untuk istirahat pak Abdul memberinya kamar kosong sebelah gudang penyimpanan bahan makanan.
Kamar itu sengaja diberikan pada Zayyan oleh pak Abdul selain merasa kasihan sekaligus menjaga restorannya jika malam hari.
" Aku merasa kasihan melihatnya sudah tiga hari dia duduk disana sambil membaca, jika kita ajak dia bicara pasti marah." kata pelayan pada temannya.
" Kabarnya temannya yang sering bersamanya sudah pergi, apa karena ini dia seperti ini" kata temannya.
Pak Abdul yang mendengarnya juga merasa kasihan sudah tiga hari ini Zayyan tidak mau mengantar pesanan, dia lebih suka duduk atau di jalanan.
" Zayyan" panggil pak Abdul. Melihat Zayyan melamun pak Abdul menghela nafasnya tapi maranya tertuju pada sebuah lukisan.
Pada saat pekan raya Eliza dan Zayyan diminta dilukis dan pelukis itu menengal Zayyan makanya mereka dapat dua lukisan.
__ADS_1
" Zayyan mau tidak lukisan kalian di kasih bingkai agar lebih indah" kata pak Abdul, mengelus punggung Zayyan.
Zayyan menatap pak Abdull dan menanggukan kepalanya. " Sekarang pergilah ke Frame bingkai sebelum sore" kata pak Abdull.
" Terima kasih pak" kata Zayyan, berlarian menuju toko frame bingkai. Pak Abdull tersenyum melihat Zayyan kembali ceria kemudian melanjutkan pekerjaannya.
Toko Frame Bingkai
" Pak bisa lukisan ini di bingkai" kata Zayyan pada seorang pria penjaga Frame Bingkai. Orang itu tersenyum.
" Tumben kamu ke sini Zay, ini lukisanmu? " kata penjaga. Zayyan menanggukan kepalanya.
untuk pembuatan bingkai kayu melalui proses pemotongan dan pemahatan untuk menciptakan guratan agar hasilnya lebih hidup.
Taklama lukisan selesai di beri bingkai" Zayyan ini lukisannya sudah saya beri corak yang lebih bagus" kata penjaga.
Zayyan mengucapkan terima kasih sedangkan penjaga itu menggelengkan kepalanya melihat Zayyan.
__ADS_1
Sekarang Zayyan berada di kamar kecilnya dia meletakan lukisan di dekat kasurnya.