
Madison.
Zayyan dan Gabriel sudah berada di Madison mereka di jemput oleh orang kepercayaannya di sana saat ini mereka menuju hotel karena tiba malam hari, esok pagi barus mengurus masalah yang ada.
" Gabriel istirahatlah besok baru kita ke perusahaan " kata Zayyan, Gabriel menanggukan kepalanya.
" Rio tolong persiapkan semua yang diperlukan untyk esok" kata Zayyan. " Baik tuan muda" kata Rio.
Rio merupakan orang kepercayaan Zayyan untuk mengurus cabang perusahaan di Madison.
Zayyan merebahkan tubuhnya di sofa tidak lupa memberi kabar pada orangtuanya kalau mereka sudah berada di hotel, kemudian istirahat karena esok hari yang panjang untuknya.
Keesokan harinya terdengar suara pintu diketuk. " Tuan muda apakah anda sudah siap mereka sudah menunggu anda di proyek " kata Rio, mengetuk pintu kamar Zayyan.
Gabriel yang sudah rapi keluar dan melihat Rio memanggil Zayyan.
" Kamu tunggu saja di bawah biar aku memanggilnya" kata Gabriel.
" Baik bos saya akan menunggu di bawah" sahut Rio, Gabriel menanggukan kepalanya.
__ADS_1
" Zayyan" panggil Gabriel.
Kret pintu terbuka keluar Zayyan yang sudah rapi. " Ayo kita berangkat, kita lihat bagaimana sikap mereka nantinya" kata Zayyan. Mereka turun menuju bawah dimana Rio menunggu.
" Selamat pagi tuan muda, bos" kata Rio, Zayyan dan Gabriel hanya menangguk.
" Rio kita berangkat sekarang" kata Gabriel. " Baik bos" Rio mengendarai mobilnya menuju proyek dimana masalah yang terjadi.
Lokasi proyek
Semua orang sudah berkumpul baik pekerja maupun petinggi perusahaan, mereka saling berbisik mengenai kedatangan Zayyan ke lokasi.
" Pak bagaimana ini jika tuan Zayyan mengetahui apa yang telah kita lakukan? " manager pada temannya.
Tiba-tiba suasana menjadi hening ketika sebuah mobil datang ke arah mereka.
Rio keluar dan membuka pintu untuk Zayyan, Gabriel sudah keluar terlebih dahulu.Zayyan dengan dinginnya menatap mereka.
Para pekerja dan petinggi merasa takut melihat tatapan Zayyan yang dingin.
" Sekarang katakan padaku apa yang terjadi sebenarnya sebelum aku menyelidikinya sendiri" kata Zayyan dengan datar.
__ADS_1
Para pekerja saling menatap begitu pula dengan petinggi.
" Tuan muda ada yang mengganti bahan baku sehingga pembangunan tak terselesaikan karena bahannya tersebut barang murahan, jika itu digunakan akan pembangunan tidak kokoh berdirinya" kata salah satu pekerja.
Zayyan melihat sekitarnya pembangunan gedung yang digunakan untuk produksi karpet baru 50% terlaksana, Zayyan juga melihat kayu yang sudah rusak dan semen yang tidak berkualitas.
Zayyan menatap mereka satu persatu dengan tajam sehingga membuat mereka merinding ketakutan.
" Sekarang katakan siapa yang melakukan hal ini" teriak Zayyan, manager dan temannya terkejut melihat bahan yang sudah di sembunyikannya terlihat oleh Zayyan.
" Kenapa bahan itu ada di sana bukannya sudah ku sembunyikan" guman manager dengan gemetaran, Zayyan tersenyum smirk karena telah menemukan pelakunya.
Gabriel merasakan gerak Zayyan yang mencurigakan. " Sepertinya dia sudah menemukan siapa yang membuat seperti inj, matanya benar tidak dapat ditipu, padahal barang tersebut telah disembunyikan sebaik mungkin dan takkan ada tang mengetahuinya" Gabriel berkata dalam hatinya.
Zayyan mendekati keduanya dengan tatapan tajamnya semua orang disana bingung karena Zayyan mendekati kedua orang yang pengaruh dalam perusahaan.
Dengan kemarahan Zayyan menampar mereka satu persatu membuat lainnya terkejut.
" Tuan apa yang anda lakukan?" kata manager, memegang pipinya.
" Apa kau bilang setelah apa yang kau lakukan beraninya kau bertanya padaku" teriak Zayyan menunjuk mereka.
__ADS_1
Zayyan meminta Rio menghubungi polisi untuk menangkap mereka, mereka hanya bisa pasrah karena telah ketahuan melakukan kecurangan.