
Kediaman keluarga Winter
Hari sudah gelap para pelayan sibuk menyiapkan makan malam di dapur.
" Nyonya apa ada yang bisa kami bantu" kata pak Jeje melihat nyonya Gemila datang ke dapur.
Nyonya Gemila tersenyum. " Kalian lanjutkan saja pekerjaannya saya ingin memasak spesial untuk putraku" kata nyonya Gemila dengan semangat.
Para pelayan tersenyum bahagia melihat antusiasnya nyonya mereka yang selama ini masak di dapur, mereka sangat senang melihat kebahagiaan dari wajah nyonya mereka dari setiap gerskan memasaknya.
Ternyata tuan Jhon melihat dari balik dinding sambil tersenyum. " Akhirnya aku dapat kembali melihat kebahagiaan itu sejak awal pernikahan kita" kata tuan Jhon.
Zayyan berada di kamarnya sedang menyusun barangnya ke dalam lemari dan meletakan bukunya di rak buku yang telah di beri oleh pak Jeje.
" Sebaiknya aku tanya ke daddy atau mommy soal lukisan ini" seru Zayyan, merasa bingung untuk memasang lukisan di dinding terlalu tinggi baginya.
Zayyan mencari keberadaan orangtuanya sudah kemana saja dia mencari tapi belum ketemu.
" Bi, dimana mommy? " Zayyan, pada seorang pelayan yang kebetulan lewat dihadapannya.
__ADS_1
" Nyonya di dapur tuan muda , apa ada yang bisa saya bantu tuan muda" kata pelayan. " Tidak bi saya ingin menemuinya dulu" seru Zayyan.
" Baik tuan kalau begitu saya permisi" kata pelayan, Zayyan menanggukan kepalanya. Zayyan pergi ke arah dapur mencari mommy Gemila.
" Mom" panggil Zayyan, Mommy Gemila tang sedang mengolah bumbu tersenyum melihat putranya datang.
" Kalian lanjutan ini" kata Mommy Gemila. " Baik nyonya" seru pelayan. Mommy Gemila mengajak Zayyan ke ruang tengah ternyata ada daddy Jhon yang sedang minum coffe.
Mereka menikmati acara yang ditayangkan oleh televisi.
" Oh ya sayang ada apa mencari mommy?" Mommy Gemila, sedangkan daddy Jhon hanya mendengarkan.
" Bibi tolong panggilkan pak Jeje" kata Mommy Gemila, pada pelayan yang mengantarkan berkas pada dady Jhon.
" Baik nyonya" seru bibi, memanggil pak Jeje. Takkama pak Jeje datang diikuti oleh pelayan lainya.
" Anda memanggil saya, nyonya? " pak Jeje, dengan hormat. " Ya pak Zay ingin bantuan pak Jeje" kata mommy Gemila, mengelus punggung putranya.
" Ada yang bisa saya bantu, tuan muda? " p as k Jeje, menatap Zayyan. " Katakan saja nak" kata mommy Gemila, ketika Zayyan menatapnya.
__ADS_1
" Begini pak saya ingin memasang lukisan di dindung kamar tapi terlalu tinggi" kata Zayyan.
" Baik tuan muda saya akan memasangkannys" kata Pak Jeje, mereka semuanya menuju ke kamar Zayyan.
Dengan hati-hati Zayyan memberikan lukisan pada pak Jeje untuk di pasangkan, semuanya hanya takjub dengan perilaku Zayyan memperlakukan sebuah lukisan .
" Pak hati jangan sampai jatuh" kata Zayyan, merasa tegang. " Baik tuan muda" kata psk Jeje. Dengan bantuan pelayan lainnya pak Jeje memasang lukisan.
" Akhirnya lulisan ini terpasang juga di dinding" seru Zayyan, tersenyum. Mereka takjub melihat senyuman Zayyan yang ditunjukannya.
" Dia gadis yang cantik" puji Mommy Gemila, Daddy Jhon menanggukan kepalanya.
Taklama pelayan datang menyatakan bahwa makanan sudah dihidangkan.
" Ayo kita sarapan " ajak Daddy Jhon, mengajak keluarga kecilnya untuk makan malam, Nyonya Gemila mengambil makanan suaminya begitu pula dengan Zayyan.
Setelah makan malam mereka melanjutkan mengobrol di ruangan tengah.
" Nak persiapkan dirimu untuk mendaftarkan sekolah, karena ini belum ajaran tahun baru untuk sementara akan ada guru yang membantumu dalam pembelajaran" kata Daddy Jhon.
__ADS_1
" Baik Dadd" Zayyan sangat bahagia taklama dia akan. memulai pendidikannya, dia akan belsjar dengan giat dan menjadi sukses.