
Mobil yang dikendarai Gabriel sudah masuk ke dalam perkarangan kediaman keluarga Winter satpam segera membuka pintu gerbang setelah melihat mobil tuan mudanya datang.
Gabriel membuka pintu untuk Zayyan. " Silahkan tuan" kata Gabriel, Zayyan keluar dari mobil dan menepuk punggung Gabriel.
" Gab sekarang kita bukan di kantor kamu adalah sahabat saya ayo masuk ibumu pasti menunggu" kata Zayyan meninggalkan Gabriel, Gabriel tersenyum mengikuti langkah Zayyan.
Pintu dibuka oleh pak Jeje menyambut kedatangan tuan muda mereka dan Gabriel.
" Selamat datang tuan muda" kata pak Jeje, Zayyan melepas jasnya dan bertanya tentang orangtuanya.
" Pak dimana mommy dan daddy? " Zayyan. " Nyonya di dapur sedangkan tuan dan nona muda di ruang tengah" kata pak Jeje.
Zayyan menanggukan kepalanya. " Gab pergilah temui ibumu jangan lupa nanti kita kembali ke perusahaan" kata Zayyan.
" Terimakasih tuan " kata Gabriel, pamit pada pak Jeje mencari keberadaan ibunya.
Zayyan masuk ke dalam dengan diikuti oleh pak Jeje di belakang terlihat di ruang tengah daddy Jhon dan Hanny tertawa melihat tontonan mereka.
__ADS_1
" Kakak " teriak Hanny melihat Zayyan sudah di sampingnya. " Asssalamualaikum" kata Zayyan. " Wassalam" Hanny hanya memalingkan wajahnya membuat Zayyan bingung.
Daddy Jhon tersenyum dia sudah menduganya bahwa putrinya sedang kesal.
" Nak duduklah nanti daddy ceritakan " kata Daddy Jhon, Zayyan mengacak rambut adiknya Hannya yang masih kesal menjauhkan tangan Zayyan dari rambutnya.
Kemudian Zayyan duduk di dekat adiknya. "Adikmu sedang kesal karena mommy hanya memasak kesukaanmu saja" kata daddy Jhon mengelus rambut putrinya.
Zayyan tersenyum meliriknya arlojinya. " Dad Zayyan ke kamar dulu karena waktu dzuhur sudah datang sekaligus membersihkan diri" kata daddy Jhon.
" Ayo kita bersama ke kamar daddy juga mau shalat, Hanny ayo ke kamarmu sholat dulu panggilkan mommymu" kata daddy Jhon.
" Benarkah tunggu sebentar hanya tinggal sedikit lagi" kata mommy Gamila.
" Mommy kata daddy di tunggu di kamar katanya sudah waktunya shalat" kata Hannya, Mommy tersenyum dan meminta pelayan melanjut masakannya kemudian bersama Hanny menuju kamar melaksanakan ibadah shalat.
Selesai melaksanakan ibadah shalat mereka berkumpul di ruang makan mommy Gamila dengan semangat menyiapkan makanan untuk putra hingga melupakan putri dan suaminya.
__ADS_1
" Dad lihat mommy sampai melupakan kita" bisik Hanny di samping daddy Jhon. " Mom sudah cukup ini sudah kebanyakan, mom tidak menyiapkan makanan untuk daddy? " Zayyan.
" Tidak hari ini mommy khusus menyiapkan makanan untuk putra mommy daddy bisa sendiri, kamu harus makan yang banyak karena putra mommy mulai mengurus perusahaan kita" kata mommy Gamila.
" Kak lihat mommy hanya sayang padamu semua diatas meja hanya kesukaanmu" kata Hanny, memajukan bibir.
" Hanny jangan bicara lagi makan dengan tenang" kata mommy Gamila, dengan kesal Hanny makan makanannya Daddy tersenyum karena ini sudah terbiasa di keluarga mereka.
Tidak ada suara yang terdengar yang ada hanya suara sendok dan piring, selama makan tidak boleh terdengar suara.
Tempat Gabriel
Ibu susi menyiapkan makanan untuk putranya mereka tinggal di Villa belakang itu adalah permintaan Zayyan. Semua pelayan memang di sediakan oleh tuan Jhon berupa tempat tinggal yang nyaman bagi keluarga mereka.
" Nak bagaimana hari pertamamu bekerja dengan tuan muda? " ibu Susi.
" Semuanya baik bu memang beberapa minggu kami akan sibuk karena tuan muda memperlajari semua laporan dari beberapa tahun yang lalu" kata Gabriel.
__ADS_1
Setelah selesai makan Zayyan dan Gabriel kembali ke perusahaan masih banyak laporan harus di perlajari.