
Kediaman keluarga Parwez
Sebelum hari H Zayyan dan Eliza menjalani pingit mereka tidak boleh bertemu atau melakukan video call mommy Gamila hanya mengizinkan mereka saling mengirim pesan dan panggilan.
Saat ini Eliza berada di ruang tengah bersama papi Irsyad sedangkan mami Yulia di bantu oleh bibi menyiapkan makan siang, papi Irsyad sedang membaca koran dan Eliza menyaksikan acara yang di tayang di televisi.
" Sayang gimana persiapan pernikahan kalian?" papi Irsyad, Eliza menatap papi Irsyad dengan senyuman.
" Kemaren kata mommy persiapannya hampir siap mommy minta Eliza untuk beristirahat di rumah" kata Eliza, papi Irsyad mengelus hijab sang putri ada kesedihan yang dirasakan oleh papi Irsyad karena putri satu-satunya akan menikah tapi papi Irsyad bahagia karena putrinya menikah dengan orang mencintainya.
Eliza melihat papinya sedih dia pun memeluk papi dengan erat, Eliza menatap papi Irsyad dengan senyuman.
" Papi jangan sedih ya Eliza tetap bersama papi " kata Eliza.
" Sayang kamu sebentar lagi menjadi seorang istri jadikan suamimu prioritas utama " kata papi Irsyad, Eliza tersenyum dan memeluk papi Irsyad.
Mami Farrah baru saja menyelesaikan memasaknya berniat memanggil suami dan putrinya, ketika melihat mereka saling memeluk membuat mami tersenyum.
" Seperti seru sekali hingga melupakan mami " kata mami Farrah dengan cemberut Eliza dan papi Irsyad tersenyum melihat mami Farrah cemberut.
Setelah acara sedih mami Farrah mengajak mereka untuk makan siang, mami Farrah mengambil makan untuk suaminya sedangkan Eliza menatap mereka dengan senyuman.
Eliza menuju kamarnya duduk di tepi kasur membaca novel.
Tin
Terdengar ada panggilan yang masuk di HP Eliza menutup novel ia tersenyum melihat siapa yang menghubunginya .
__ADS_1
" Assalamualaikum Zay"
" Waalaikumsalam sayang, kamu sedang apa sayang sejak tadi aku hubungi tak di angkat" kata Zayyan.
Eiza tersenyum tapi Zayyan tak bisa melihatnya. " Aku sedang duduk di ruang tengah sama papi" kata Eliza.
" Sayang aku merindukanmu apa kamu tak rindu padaku? . Mommy meminta kita tak bertemu sampai hari H baru saja satu hari tak melihatmu membuatku sangat merindukanmu" kata Zayyan.
" Mommy lakukan juga terbaik untuk kita Zayyan" kata Eliza, mereka saling menghubungi beberapa jam untuk melepas kerinduan.
Keesokan harinya di kediaman Zayyan.
Mommy Gamila sedang memeriksa daftar tamu undangan untuk pernikahan anaknya saat memeriksa Zayyan turun tangga dan melihat mommy Gamila bersama pelayan.
" Mom" kata Zayyan, mommy Gamila tersenyum melihat putranya turun dan memanggil.
" Mom biar aku yang undang sendiri " kata Zayyan. " Kau ini sedang di pingit jadi nggk boleh keluar biar Gabriel yang mengundangnya" kata mommy Gamila, yang kesal dengan perkataan putranya.
Gabriel menanggukan kepalanya menghubungi Gabriel mengundang orang yang ingin ia undang, mommy kembali memeriksa daftar tamu juga memeriksa daftar menu makanan.
Setelah selesai dengan daftar tamu undangan dan daftar menu Mommy menghubungi WO yang sebelum dia datang untuk menganakan bagaimana dengan acara pernikahan yang terjadi beberapa hari lagi.
Akbar berada di perusahaan menyelesaikan pekerjaan karena beberapa hari Zayyan cuti makanya Gabriel yang mengurusnya.
Tin
Akbar membuka HP ternyata ada pesan dari Azka memintanya untuk mengundang beberapa orang yang ia kenal sejak masih kecil.
__ADS_1
" Sebaiknya sekarang aku kerjakan perintah tuan muda" kata Akbar, melihat pekerjaannya sudah selesai.
" Friska berikan laporan ini pada manager keuangan memintanya untuk memeriksa kembali laporan bulan kemaren dan satu lagi aku keluar dulu jika ada klien tolong kamu undur besok" kata Gabriel.
" Baik pak" kata Friska mengambil laporan yang diberikan oleh Gabriel. Setelah kepergian Gabriel Friska keluar menuju ruang keuangan.
Gabriel melajukan kendaraannya menuju restoran padang ua ingin memberikan undangan Zayyan pada istri pak Abdul, istri pak Abdul sangat bahagia setelah mengetahui kalau Zayyan bersama gadis kecil yang selalu bersamanya akan menikah.
Restoran.
Nayla, Frans dan Surya juga karyawan restoran sudah mendapatkan undangan Eliza yang dikirim melalui post, mereka berkumpul di meja kosong beruntung restoran sedang sepi.
" Kak sudah mendapat undangan Eliza? " Nayla pada Frans terlihat diam.
Frans tersenyum dan menanggukan kepalanya. " Kak tidak apa kan pasti perasaan kakak sedih walau perasaan itu mungkin tak ada lagi? " Nayla, memastikan perasaan Frans pada sahabatnya dia tak ingin salah satu antara mereka terluka.
" Nay kak tahu maksudmu yakinlah kakak tidak apa mungkin jodoh kakak bukan Eliza, kakak yakin pasti ada seorang yang terbaik untuk kakak nanti" kata Frans.
" Dan itu adalah sekretaris calon suami Eliza" kata Surya, menaiki alisnya.
" Hahaha, ya kak ini sangat lucu melihatnya Eliza bersama si bos dan kak Frans bersama sekretaris" kata Nayla.
' Dan orang sebelahku ini bersama asistennya yang dingin seperti bosnya" kata Surya menggoda Nayla.
" Kakak" teriak Nayla membuat orang lain menatap ke arahnya membuat Nayla malu dan menatap tajam ke arah Surya.
Melihat pengunjung mulai ramai mereka kembali ke tempat masing-masing untuk melayani pengunjung yang masuk.
__ADS_1