
Welcome Amerika
Zayyan beserta orangtua angkatnya sudah sampai di bandara internasional Amerika setelah menempuh perjalanan selama lebih dari sepuluh jam, mereka disambut oleh supir kepercayaan tuan Jhon.
" Mari tuan, nyonya, tuan muda mobil sudah di lobi" kata supir dengan hormat. " Ayo sayang kita pulang ke rumah " ajak nyonya Gamila, memegang tangan Zayyan.
Dalam mobil yang ada hanya keheningan mereka sibuk dengan kegiatan masing2, Zayyan melihat luar jendela dia merasa kagum dengan gedung yang tinggi menjulang.
Satu jam perjalanan mereka sudah sampai di kediaman keluarga Winter, mereka di sambut oleh pelayan.
" Selamat datang kembali tuan, nyonya besar" kata pak jeje merupakan kepala pelayan keluarga Winter. Para pelayan menatap Zayyan yang baru pertama kali mereka lihat.
Nyonya Gemila tersenyum sedangkan tuan Jhon dan Zayyan menatap mereka dengan dingin.Nyonya Gemila meminta semua pelayan untuk berkumpul sedangkan tuan Jhon kembali ke ruang kerjanya.
__ADS_1
" Mom, Zay dad ke ruang kerja dulu" kata tuan Jhon, Zayyan hanya menangghukan kepalanya sedangkan nyonya Gemila tersenyum.
Setelah tuan Jhon ke ruang kerjanya nyonya Gemila ingin menyampaikan sesuatu pada pelayannya.
" Saya ingin menyampaikan sesuatu pada kalian semuanya" kata nyonya Gemil AZ, menstap pada pelayannya, mereka sudah menduganya ini pasti ada hubungannya dengan anak laki yang di bawa oleh majikannya.
" Ini Namanya Zayyan Albern Winter dia adalah putra kami, kalian harus mengormatinya seperti kalian menghormati kami" kata nyonya Gemila.
" Baik nyonya" seru pelayan, mereka sangat menangggumi Zayyan walau masih kecil tapi ketampanannya sudah terlihatan.
" Pak jeje tolong antar Zayyan ke kamarnya kalian sudah membersihkannya kan? " nyonya Gemila. " Sudah nyonya tadi orang kepercayaan tuan besar sudah memberitahu kami agar membersihkan kamar di lantai 3" kata pak Jeje.
Kediaman keluarga Winter sangatlah luas mereka keluarga nomor 1 di Amerika dan perusahaan Eibter Group di kenal sampai Asia.
Zayyan sudah sampai di kamar barunya yang sangat berbeda dengan kamar lamanya, kamarnya di cat dengan warna serba putih.
__ADS_1
" Maaf tuan muda apakah anda menyukainya atau ingin dirubah?" pak Jeje, Zayyan melihat sekitar kamarnya.
" Pak bisakah disamping tempat tidurku beri rak buku untuk menyimpan bukuku" kata Zayyan. " Baik tuan muda akan saya urus, jika ada yang lain silahkan panggil saya permisi tuan muda" kata pak Jeje.
Zayyan hanya menanggukan kepalanya masuklah pelayan membawa semua barangnya.
" Maaf tuan muda ini mau diletakan mana? " pelayan. " diletakan saja di depan lemari, tunggu lukisan itu berikan pada saya" kata Zayyan, mengambil lukisan yang telah di bungkus dengan rapi.
Setelah pelayan meletakan semua barangnya semuanya keluar karena Zayyan tak ingin mereka menyentuh barangnya.
" Tuan muda sifatnya tak jauh dari tuan besar dingin, tapi ketika saya akan meletakan lukisan di dinding dia melarangnya malah dia yang pegang. Sepertinya lukisan itu sangat berarti untuknya" kata salah satu pelayan.
Kemudian mereka pergi melanjutkan pekerjaan karena pak Jeje sudah menatap mereka dengan tajam.
Kamar Zayyan.
__ADS_1
Dengan hati-hati Zayyan membuka pembungkus lukisan, kemudian dia tersenyum melihat lukisannya bersama Eliza sudah lebih indah karena sebelum ke bandara menuju Amerika mereka singgah ke Frame bingkai lukisan untuk memperbaiki bingkai lukisan agar lebih indah dan di tambah dengan kaca.
" Eliza kita sudah sampai di tempat yang baru aku janji akan rajin belajar untuk sukses dan aku akan menjemputmu" kata Zayyan, menatap lukisan dengan senyuman.