
Mommy Gamila dan daddy Jhon terkejut melihat putrinya dan Eliza duduk di sofa bukannya di ruangan putranya.
" Sayang kenapa tidak masuk tadi kan mommy sudah minta kalian masuk duluan?" mommy Gamila.
" Itu mom kakak itu dia malah melarang kami masuk katanya kakak tidak ada dan menghina kak ipar lagi" kata Hanny, menunjuk arah resepsionis.
Resepsionis yang ditunjuk oleh Hanny merasa takut apakah dia melakukan kesalahan begitulah fikirannya, mommy Gamila merasa tak terima kalau putri dan calon menantunya di katai segera melabraknya.
" Nyonya mau apa? " resepsionis, melihat mommy Gamila menatapnya dengan tajam.
" Mommy ayo kita masuk saja" kata Eliza, memegang tangan mommy Gamila.
" Tidak sayang jika dia menghinamu berarti dia juga menghina keluarga Winter, karena kamu calon istri pewaris tempat dia bekerja" kata mommy Gamila yang emosi dan menunjuk ke arah resepsionis.
Resepsionis terkejut mendengarnya kalau Eliza adalah calon istri bosnya berbeda dengan karyawan yang lain sudah mengetahuinya, resepsionis itu memang baru masuk beberapa hari jadi dia tak tahu mengenai Eliza.
" Maaf nyonya saya tidak tahu kalau nona adalah" ucapannya langsung di potong oleh mommy Gamila.
" Jadi maksudmu jika dia orang lain kamu berhak menghinanya begitu, tugas resepsionis itu menyambut para tamu dengan sopan sedang kamu apa yang kamu lakukan, Ha. Daddy hubungi Zayyan" kata mommy Gamila.
Ruang rapat
Zayyan dan Gabriel sedang menghadiri rapat setelah pulang dari restoran bersama petinggi perusahaan lainnya.
Ketika fokus mendengarkan penjelasan dari salah satu direktur mengenai laporannya, terdengar suara HP Zayyan berbunyi.
" Mommy" kata Zayyan, meminta mereka untuk berhenti. Zayyan mengangkat telepon mommy Gamila.
Brak
Zayyan marah mendengar perkataan mommy Gamila mengenai resepsionisnya menghina calon istrinya.
Suasana menjadi tegang melihat Zayyan marah besar.
" Mbak kenapa bos marah besar? " Friska, berbisik pada Leona.
" Kalau seperti ini pasti ada kabar buruk" bisik Laura ke telinga Friska. Friska menanggukan kepalanya.
" Laura" kata Zayyan.
" Ya tuan muda" sahut Laura.
' Urus mereka" kata Zayyan, meninggalkan ruang rapat diikuti oleh David, Laura memberi hormat pada Zayyan.
__ADS_1
Zayyan menunjukan wajah dingin membuat karyawan bertanya siapa yang membuat bos marah besar.
" Mommy ada apa ini?" Zayyan, sudah berada di lobi, resepsionis ketakutan melihat kemarahan Zayyan dia langsung bersujud minta maaf.
" Tuan muda maafkan saya, saya tidak tahu kalau nona ini adalah calon istri anda dan saya memintanya duduk di sofa" kata resepsionis, tidak berani menyatakan sebenarnya.
Mommy tersenyum sinis dan
Plak
Mommy Gamila menamparnya hingga wajahnya merah.
" Sudah berani bohong ya kamu, katakan apa yang kamu katakan pada calon menantu saya" kata mommy Gamila, dengan marah.
" Mommy tenanglah biar Zayyan yang mengurusnya" kata daddy Jhon, menenangkan istrinya.
" Zayyan mommy tidak mau tahu pokoknya kamu harus memencatnya" kata mommy Gamila, menunjuk ke arah resepsionis.
" Tuan muda maafkan saya, saya janji takkan melakukan kesalahan lagi" kata resepsionis, dengan memohon.
" Zayyan" kata Eliza, memegang tangan Zayyan dengan senyuman.
" Maafkan dia kali ini ya mungkun ini salahku yang lupa mengganti seragam ini" kata Eliza senyum manis.
" Tapi sayang dia telah menghinamu aku takkan terima siapa pun menghinamu apalagi di kantorku sendiri" kata Zayyan, Eliza tersenyum dan menanggukan kepalanya.
" Baik tuan muda"sahut Gabriel, menghubungi pihak HRD menyiapkan surat peringatan.
" Terima kasih tuan nona, saya janji takkan melakukannya lagi" kata resepsionis senang karena dia tidak di pecat.
Mommy Gamila dan daddy Jhon tersenyum melihat kebaikan hati yang dimiliki oleh Eliza, bisa mereda kemarahan putra mereka.
" Kalian sudah mengobrolnya Hanny sudah lapar memakan kuenya" kata Hanny, dengan kesalnya.
Mereka tersenyum Zayyan mengajak mereka ke ruangannya.
" Sayang hatimu sangat suci memaafkan orang yang telah berbuat jahat padamu" kata mommy Gamila, memegang tangan Eliza.
" Eliza hanya kasihan melihatnya mom, dia padti menjadi tulang punggung di keluarganya mungkin ini salah Eliza juga yang lupa mengganti seragam ini" kata Eliza.
Kemudian Zayyan menghubungi ob untuk menyiapkan beberapa piring dan sendok dia juga memesan minuman.
Tok tok tok
__ADS_1
" Masuk" kata Zayyan. " Tuan muda ini piring dan sendok yang anda minta" kata Laura, mempersilahkan ob masuk.
" Laura ini untukmu, Gabriel dan Friska" kata Zayyan, memberikan sekotak cake pada Laura.
" Terima kasih tuan, nyonya, nona kalau begitu saya pamit dulu" kata Laura, mengambil sekotak kue di atas meja.
Mereka menikmati cake yang di beli oleh mommy Gamila dan daddy Jhon, selesai makan cake Zayyan mengantar Eliza kembali ke restoran sedangkan orangtuanya dan Hanny diantar oleh supir.
Mobil membawa mereka sudah sampai di kediaman Zayyan, mommy Gamila melihat sekitar rumah yang ditinggalkan oleh anaknya beberapa waktu.
" Rumahnya nyaman ya dad" kata mommy Gamila, daddy Jhon menanggukan kepalanya.
" Selamat datang tuan, nyonya" kata ibu Susi, memamggil rekannya untuk berkenalan dengan orangtua tuan muda mereka.
" Mari tuan, nyonya saya antar ke kamar, tuan muda sudah mempersiapkannya" kata ibu Susi, mommy Gamila dan daddy Jhon menamggukan kepalanya karena mereka butuh istirahat.
" Mommy, daddy Hanny ke kamar dulu" kata Hanny. " Ya sayang" kata mommy Gamila, melihat putrinya naik ke tangga.
Ibu Susi mengantar mereka ke kamar yang sudah di bersihkan.
Malam hari.
Ibu Susi selesai menghidangkan makanan diatas meja.
" Kalian tunggu di sini saya akan memanggil tuan, nyonya dan nona untuk makan malam" kata ibu Susi.
" Ya Bi" sahut pelayan lainnya. Ibu Susi memanggil mommy Gamila dan daddy Jhon juga Hanny.
" Bi Zayyan sudah pulang" kata mommy Gamila, mereka sudah sampai di ruang makan.
" Belum nyonya tadi Gabriel beri kabar pafa saya kalau mereka menemui klien di luar" kata Ibu Susi.
Mommy Gamila menanggukan kepalanya. Mereka menikmati makanan yang telah di siapkan oleh ibu Susi.
Selesai makan Hanny kembali ke kamarnya untuk mengerjakan tugas sekolahnya.
" Daddy, mommy lihat Hanny dulu" kata mommy Gamila, daddy Jhon menanggukan kepalanya.
Mommy Gamila naik tangga menuju kamar putrinya yang sebelahan kamar putranya, sebelum ke kamar putrinya mommy Gamila masuk ke kamar Zayyan.
" Anak ini seleranya tidak berubah padahal sudah memiliki calon istri" kata mommy Gamila, menggelengkan kepalanya melihat warna cat kamar hitam putih.
__ADS_1
Mommy Gamila tersenyum melihat ada foto Eliza di atas meja sebelah kamar putranya, mommy Gamila melanjutkan melihat kamar putrinya.
Mommy Gamila tersenyum melihat kamar dihias dengan kesukaan putrinya dengan gambar princes, melihat putrinya belajar mommy Gamila tidak ingin menanggunya kembali ke tempat suaminya sambil menunggu putranya.