
Zayyan, Hanny dan Gabriel sudah sampai di restoran walau sudah sering ke restoran mereka masih menjadi bahan pembicaraan antara mereka.
Eliza melihat mereka datang tersenyum menghampiri mereka.
" Zayyan, kalian sudah datang ingin duduk disini atau ruang VIP? " Eliza, dengan senyum. Zayyan tersenyum mengelus hijab Eliza yang dia berikan.
" Kakak kita duduk disini saja ya, kak ipar ayo duduk bersama Hanny ingin bicara dengan kakak" kata Hanny, menarik tangan Eliza.
Mereka duduk di tempat yang dituju oleh Hanny. " Hanny kakak nggak usah duduk ya tak enak pada yang lain" kata Eliza, Hanny cemberut karena Eliza tak mau duduk bersama dengannya.
"Kamu duduk saja biar aku yang mencatat pesanannya" kata Nayla, baru datang dan mengambil buku menu dari tangan Eliza.
" Tapi Nay, kamu pasti ada pekerjaan lain" kata Eliza, menatap sahabatnya.
Nayla tersenyum dan membimbing Eliza agar duduk di samping Hanny.
" Nayla apa yang kamu lakukan? " Eliza, mencoba untuk berdiri tapi dihentikan oleh Nayla.
__ADS_1
" Eliza, sayangku sudahlah duduk saja lihat priamu menatapku dengan tajam" bisik Nayla, tersenyum. Eliza menatap Zayyan dengan senyuman.
" Nah sekarang silahkan pesan pesanannya" kata Nayla.
" Hanny, kamu baru saja selesai makan kita pesan minuman saja" kata Zayyan.
" Baiklah" kata Hanny, dengan cemberutnya, Eliza dan Nayla tersenyum melihat Hanny cemberut.
" dua jus jeruk dan dua coffe" kata Gabriel, Nayla mencatat pesanannya kemudian ke dapur untuk memberikannya pada orang di dapur.
" Hanny katanya ada yang mau di bicarakan dama kakak" kata Eliza, mengelus rambut panjang Hanny.
Eliza terkejut mendengarnya dan menatap ke arah Zayyan, ketika Zayyan melihatnya Eliza langsung menundukan kepalanya. Zayyan tersenyum melihatnya.
" Dia sudah minta izin pada mommy dan daddy dan mendapatkan izinnya, dan besok saya akan mengantarkannya untuk mendaftar kamu ingin ikut? " Zayyan. Eliza menanggukan kepalanya Hanny merasa bahagia karena Eliza akan menemani mereka kemudian Nayla datang membawakan pesanan mereka.
Setelah istirahat semalam Laura kembali ke hotel menuju kota Padang sebelum beli tiket dia menghubungi David.
__ADS_1
" Halo David ini aku, aku di indonesia masih di bandara kamu dimana sekarang? " Laura.
" Kakak sudah di bandara baiklah kita sama ke tempat tuan muda karena David ada urusan di kota jakarta, menemui klien" kata David.
" Bukannya kamu sudah masuk kuliah kok menemui klien? " Laura, yang juga mengetahui kalau David memulai kuliah.
" Gabriel tak bisa kak makanya tuan muda memintaku untuk menemuinya kebetulan kuliah sedang libur, kakak tunggu ya David dalam perjalanan" kata David.
Mereka menutup panggilannya Laura menggelengkan kepalanya mendengar perkataan David, Laura sudah menanggap David sebagai adiknya sendiri.
Setelah tiba di Bandara David memeluk Laura kemudian mereka pesan tiket menuju kota padang, taklama panggilan menuju kota padang akan segera berangkat mereka menaiki pesawat.
Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka sudah sampai di kota padang tempat kelahiran Zayyan.
" Kakak ingin ke hotel, rumah tuan muda atau restoran" kata David.
" Restoran kenapa tidak di perusahaan? " Laura, merasa bingung dengan perkataan David.
__ADS_1
David tersenyum. " Pada jam seperti ini tuan muda dan nona kecil pasti akan di restoran, kakak pasti mengerti nanti" kata David.
David memesan taksi untuk mengantar mereka ke restoran dimana Eliza bekerja.