Love Story Zayyan Dan Eliza

Love Story Zayyan Dan Eliza
Episode 75


__ADS_3

David dan Laura menuju ke restoran dimana Zayyan biasanya berada pada saat jam makan siang, selama perjalanan tidak ada halangan mobil yang dikendarai David memasuki area restoran.


Restoran


Seperti biasa kedatangan Zayyan, Hanny dan Gabriel merupakan magnet sendiri bagi pengunjung restoran tapi juga pelayan.


Hanny meminum jus jeruk yang diberikan oleh Eliza.


" Gabriel carikan sekolah terbaik untuk Hanny karena dia akan sekolah di sini, Sayang" panggil Zayyan, melihat Eliza di sampingnya.


Eliza merasa malu karena Zayyan memanggilnya sayang di depan umum dan mendekati Zayyan.


" Sayang, kamu tahu nggak sekolah SD terbaik di sekitar sin?" Zayyan.


" Mungkin Nayla tahu karena aku pindah ke sini sejak SMA" kata Eliza, Zayyan menanggukan kepalanya.


Eliza melihat sekitarnya mencari keberadaan Nayla ketika dia melihat Nayla sedang menulis pesanan salah satu meja dia minta bantuan pada salah satu rekannya untuk memanggil Nayla, Nayla yang sudah diberitahu kalau Eliza mencarinya segera menemuinya di meja.


" Begini Nay Hanny ingin sekolah disini kamu tahu nggak sekolah terbaik di sekitar sini? " Eliza.


" Ya aku tahu tak jauh dari sini" kata Nayla, menatap Eliza yang tersenyum dan sekitarnya.


" Gabriel besok temani dia untuk melihat sekolahnya" kata Zayyan.


Nayla terpaku mendengar perkataan Zayyan kalau dia bersama Gabriel untuk melihat sekolah untuk Hanny, sebelum Gabriel menjawab ada suara yang terdengar.


" Tuan muda" panggil Laura, dengan hormat Laura dan David sudah sampai direstoran segera menemui Zayyan


Semua orang tertuju pada Laura yang memanggil Zayyan mereka menanggumi kecantikan Laura dan saling berbisik ada hubungan apa wanita yang baru datang, Nayla melihat Eliza hanya diam setelah ada seorang wanita cantik memanggil Zayyan.


" Frans siapa wanita cantik itu dia memanggil pacar Eliza dengan hormatnya" seru Surya. " Kita lihat saja nanti" kata Frans, memandang Laura.


" Cantik" guman Frans, Surya tersenyum ternyata masih ada wanita yang membuat temannya kagum.


Laura dan David menemui Zayyan dan memberi hormat padanya.


" Laura kenapa kamu di sini bukannya aku minta kamu menbantu daddy di perusahaan" kata Zayyan, dengan dinginnya.


" Tuan besar yang memerintahkan saya untuk membantu anda mengurus perusahaan disini dan tuan besar telah mencari sekretaris yang baru untuknya" kata Laura, dengan hormat.

__ADS_1


Zayyan menghela nafasnya sambil meminjit keningnya.


" Daddy, Laura kamu sudah mengajari sekretaris baru itu aku tak ingin dia membuat daddy kesulitan? " Zayyan, memikirkan daddy Jhon akan kelelahan dalam bekerja nantinya.


" Tuan muda tenang saja saya sudah melatihnya dengan ilmu yang saya miliki" kata Laura. Zayyan menanggukan kepalanya.


" David bagaimana dengan klien di jakarta itu dia tak membuat sesuatu kan? " Zayyan pada David bertanya klien mereka berasal dari jakarta.


" Sudah tuan muda permasalahan sudah saya atasi" kata David, dengan hormat dan memberikan hasil pertemuannya dengan mereka pada Zayyan.


Zayyan membaca laporan yang di berikan oleh David dia menanggukan kepalanya dan menutup laporannya.


" Kakak kenapa tidak beritahu Hanny sudah pulang" kata Hanny, senang melihat David.


David tersenyum ketika Hanny turun dan mendekatinya Laura menghalanginya.


" Kakak kenapa menghalangiku" kata Hanny dengan kesal. Laura tersenyum membungkuk menghadap Hanny.


" Nanti saja nona menemuinya, nona saya dengar dari orang dibelakang ini katanya nona sudah menemui nona muda" bisik Laura membicarakan Eliza.


Laura tersenyum dan menanggukan kepalanya dia menarik Laura menemui Eliza.


" Kak ipar kenalkan dia sekretaris kakak di Amerika dia juga seperti kakak bagi kak David, tapi dia suka menangguku jika bersama kak David. Kak ipar ada kenalan nggk untuk di kenalkan pada kak Laura" kata Hanny, dengan senyum jahil. Eliza tersenyum mendengarnya.


Eliza dan Laura saling berkenalan begitu juga dengan Nayla.


" Nona muda akhirnya kita bisa bertemu juga karena tuan muda sering berbicara tentang anda pada Gabriel, apalagi saat kalian belum bertemu tuan muda sangat dingin dan kaku tapi sekarang bisa tersenyum meski sedikit" kata Laura, Eliza tersenyum.


" Laura, Hanny duduklah" kata Zayyan. Laura tersenyum dan menberi kode pada Eliza kalau Zayyan mulai marah, Eliza hanya bisa tersenyun.


"Gabriel besok pergilah mencari sekolah untuk Hanny" kata Zayyan.


" Baik tuan muda" sahut.


" Nona muda ingin sekolah disini memangnya tuan dan nyonya besar menyetujuinya" kata David, terkejut mendengarnya.


" Pasti tuan muda yang bicara pada mereka" kata Laura.


" Kak Laura tahu saja apalagi disini ada kak ipar dan kalian juga ada disini jika aku kesana pasti kesepian karena mommy dan daddy sibuk membuat adik untuk kami" kata Hanny, tersenyum. Mereka yang mendengar anak kecil sebesar Hanny hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Karena hari sudah sore dan satu persatu pengunjung mulai sepi, Eliza dan Nayla bersiap pulang ke rumah.


Zayyan dan Hanny mengantar Eliza pulang kerumahnya dengan Gabriel menjadi supir, David mengantar Laura ke rumah Zayyan untuk sementara akan tinggal disana sebelum ada tempat tinggal baru.


Nayla memilih naik angkot karena dia masih ada keperluan lainnya.


Keesokan harinya.


Gabriel menjemput Nayla di restoran mencari sekolah untuk Hanny, Hanny telah minta izin pada manager restoran disinilah mereka dalam mobil.


Dalam mobil tak ada suara terdengar hanya ada musik terdengar.


" Tuan kita kesana " kata Nayla, menunjuk SD 04 Padang di depannya. Gabriel menghentikan mobilnya di parkiran.


Mereka turun untuk melihat keadaan sekolah Gabriel memperhatikan tiap sudut ruangan sekolah dan termasuk kantin, toilet.


" Bagaimana tuan?" Nayla. " Sekolahnya bagus tapi toiletnya ayo kita cari yang lainnya" kata Gabriel. Nayla menanggukan kepalanya mereka melanjutkan mencari sekolah untuk Hanny.


Sudah tiga sekolah mereka datangi tapi belum ada yang cocok karena Gabriel harus memperhatikan keamanan untuk nona mudanya.


Sekarang mereka tiba di SD Pertiwi 3 Padang ketika Gabriel masuk ada satpam menghampiri mereka.


" Assalamualaikum, maaf tuan nona ingin bertemu dengan siapa? " satpam.


" Wassalam pak kami ingin melihat keadaan sekolah ini karena kami akan memasukan adik kami ke sekolah sini" kata Nayla, melihat Gabriel diam.


" Mari nona saya antar ke guru piket" kata satpam. Gabriel dan Nayla menanggukan kepalanya. Setelah menemui guru piket dan dia bersedia menemani Gabriel dan Nayla untuk melihat sekitar sekolah mereka.


" Bagaimana tuan apakah tertarik memasukan adiknya ke sekolah kami" kata guru, dengan sopan.


" Nanti kami kabarkan lagi" kata Gabriel, tidak lupa dia meminta brosur mengenai sekolah Pertiwi 3 Padang di tunjukan pada Zayyan.


Kemudian mereka pamit pada guru piket Gabriel mengendarai mobilnya menuju restoran untuk mengantar Nayla.


" Bagaimana pendapatmu tentang sekolah tadi? " Gabriel, membuat Nayla terkejut.


Gabriel melirik ke arah Nayla yang terlihat lucu baginya ketika Nayla terkejut.


" Menurutku sekolahnya baik apalagi keamanannya juga terjamin dan kantin juga bersih juga toiletnya" kata Nayla, yang gugup. Gabriel tersenyum.

__ADS_1


Taklama mereka sampai di restoran tidak lupa Nayla mengucapkan terima kasih dan Gabriel kembali melajukan mobilnya menuju perusahaan.


.


__ADS_2