Love Story Zayyan Dan Eliza

Love Story Zayyan Dan Eliza
Episode 22


__ADS_3

Selesai shalat Frans keluar mesjid menuju restoran tiba saja ada seorang ibu memanggilnya.


" Maaf nak" kata seorang ibu. " Ya bu" sahut Frans. " Begini nak tadi ibu menemukan ini di samping ibu, ketika shalat ibu tak sengaja menemukannya" kata ibu memberikan pada Frans.


" Baik bu nanti saya minta bantuan pada pengurus mesjid untuk mencari pemilik liontin ini" kata Frans.


Frans bersama Surya kembali masuk ke mesjid mencari pengurus untuk mencari pemilik ini.


" Frans bukankah itu Eliza dan Nayla sepertinya mereka mencari sesuatu" kata Surya. Mereka menuju ke tempat Eliza dan Nayla.


Ketika mendekat Frans mendengar kata liontin. " Ini milikmu Eliza" kata Frans, memberikan liontin pada Eliza.


Eliza langsung bahagia melihat liontin sudah ada ditangannya.


" Akhirnya aku menemukannya, maafkan aku" bisik Eliza, memeluk liontin sambil menangis.


Frans dan lainnya melihat Eliza dengan tatapan heran hanya karena liontin Eliza menjadi kesedih itu.


" Eliza baik-baik saja" kata Nayla, mengusap punggung Eliza. Eliza tersenyum dan menghapus air matanya.

__ADS_1


" Kak terima kasih telah menemukan ini" kata Eliza kembali memeluk liontin.


" Sepertinya liontin itu sangat berarti untukmu Eliza, pasti dari orangtuamu" kata Surya.


Eliza tersenyum sambil menggelengkan kepalanya." Ini bukan pemberian orangtuaku tapi seseorang, ayo kembali ke restoran pasti pengunjung sebentar lagi akan datang, sekarang sudah waktunya istirahat " kata Eliza, menarik Nayla.


Surya menepuk punggung Frans. " Jangan patah semangat dulu kita semua tahukan Eliza tak memiliki teman pria hanya Nayla temannya, mungkin itu kakak sepupunya atau saudara lainnya " kata Surya. Kemudian mereka kembali ke restoran.


Setiba di restoran ternyata sudah ramai oleh pengunjung Eliza dan Nayla menuju loker untuk menyimpan mukenahnya.


Eliza melihat liontin yang terpasang di lehernya sambil tersenyum dan menyimpannya di balik hijab. Ternyata restoran lebih ramai dari biasanya tapi mereka tak merasa lelah dalam melayani pengunjung.


Waktu terus berlanjut hingga hati sudah sore para pengunjung tak ada yang yang datang ke restoran, Eliza dan lainnya bersiap untuk pulang.


" Mari kak" kata Nayla, mereka naik angkot berhenti di depannya.


Frans menghela nafasnya menjalankan sepeda motornya diikuti oleh Surya.


" Za, kenapa kamu menolak tawaran kak Frans untuk mengantarmu bukankah kalian satu arah" kata Nayla, dengan menatapnya, sedangkan Eliza hanya tersenyum.

__ADS_1


Orangtua Eliza sedang duduk di teras selain menunggu putrinya mereka juga menghirup udara, terlihat banyak kendaraan berjalan di depan rumah mereka.


" Pi, mami tidak menyangka waktu terlalu cepat putri kecil kita sekarang sudah dewasa" kata mami Farrah, mengenang masa lalu.


" Ya mi bahkan dia tumbuh menjadi gadis cantik dan bekerja keras" kata papi Irsyad.


" Pi mami tiba-tiba saja mengingat Zayyan, bagaimana keadaannya sekarang" kata Mami Farrah, Papi Irsyad memegang tangan istrinya.


Mereka tersenyum melihat putrinya turun dari angkot.


" Assalamualaikum " sahut Eliza, menyalami orangtuanya. " Wassalam sayang ayo masuk kamu pasti lelah" kata mami Farrah.


Eliza menanggukan kepalanya dan menuju kamarnya, dia tersenyum pada lukisan tepasang di dinding.


" Zayyan maaf aku hampir saja kehilangan ini" kata Eliza menatap liontin di lehernya.


Eliza menangis karena dia hampir saja menghilangkan liontin pemberian Zayyan.


" Zayyan, kamu dimana cepatlah datang aku merindukanmu, hiks hiks hiks" Eliza menangis sambil menunduk.

__ADS_1


Ternyata sang mami menitipnya dari balik pintu, mami Farrah ingin mengajaknya memasak untuk makan malam.


" Sayang mami yakin kalian pasti akan bertemu" kata mami Farrah, menutup pintunya dan membiarkan Eliza sendirian.


__ADS_2