
Semua orang menunggu Zayyan untuk bicara kenapa mengumpulkan semua orang di ruang tengah.
Akhirnya Zayyan menceritakan semua yang terjadi pada Gabriel dan ibunya dan orangtuanya mengerti .
" Bagaimana mom ada pekerjaan untuk ibunya Gabriel? " Zayyan. " Maaf bu, nama ibu siapa agar mudah bagi kami untuk memanggilnya" kata Mommy Gamila.
" Maaf nyonya nama saya Susan Bayakana" ibu Gabriel dengan hormat.
" Gimana kalian bekerja untuk putraku" kata Daddy Jhon, Semua orang tertuju padanya membuat Daddy Jhon tersenyum.
" Kenapa kalian menatapku bukankah itu ide bagus agar mereka bisa membantu Zayyan dalam kebutuhannya" kata Daddy Jhon.
" Tap dadd untuk apa mereka bekerja untuk Zayyan, bukankah Zayyan dapat melakukannya sendiri" kata Zayyan.
" Ya kamu bisa sendiri menengai kebutuhanmu tapi soal membersihkan kamar dan lainnya" kata Daddy Jhon, tersenyum melihat Zayyan diam.
" Baiklah mereka akan bekerja untuk Zayyan tapi dengan satu syarat jangan pernah menyentuh lukisan dalam kamarku, aku tidak menyukainya" kata Zayyan.
__ADS_1
" Terimakasih tuan muda" sahut Gabriel dan ibu Susan, merasa bahagia karena diterima bekerja di kediaman Winter.
" Uh kalian ikut denganku" kata Zayyan pergi menuju kamarnya. " Kalian tunggu apa lagi ayo ikut dengannya, dia tak bisa menunggu terlalu lama" kata Mommy Gamila.
Gabriel dan ibu Susan pamit dan mengikuti langkah Zayyan.Zayyan sudah menunggu mereka di depan kamarnya.
" Masuklah" kata Zayyan. Terlihat kamar yang cukup rapi dengan bercat putih. Zayyan menghela nafasnya.
" Baiklah ibu sejak awal sudah kubilang jangan pernah menyentuh lukisan ini untuk yang lainnya boleh bu kerjakan" kata Zayya. Ibu Susan dan Gabriel menanggukan kepalanya terlihat lukisan di tutup dengan kain.
" Zayyan terus tugasku apa?" Gabriel. Membuat Zayyan menatapnya. " Tugasmu sekolahlah apa lagi" kata Zayyan, meletakan tasnya di atas meja.
" Baiklah tugasmu terus berada disisiku dan bersihkan perpustakaan miniku setiap minggunya, soalnya yang biasa membersihkannya jatuh sakit, Bagaimana? " Zayyan. Gabriel Menanggukan kepalanya karena membersihkan perpustakasn sangatlah berat pasti ibunya takkan sanggup.
Zayyan menghubungi Pak Jeje untuk mengantarkan mereka ke kamar masing-masing. Karena merasa lelah dia menginstirahatan tubuhnya.
Gabriel sedang merapikan pakaian ibunya untuk dimasukan ke dalam lemari.
__ADS_1
" Nak ibu tak menyangka bahwa sahabatmu sangat baik" kata Ibu Susan sedang merebahkan tubuhnya karena merasa kurang baik, Gabriel tersenyum dia mengetahui bahwa Zayyan sangatlah baik hanya sifat dinginnya lebih dominan.
" Astagfirullah nak ibu harus mempersiapkan makanan untuk tuan muda" kata ibu Susan langsung turun dari kasur.
" Apa yang ibu lakukan, ibu masih sakit ayo istirahatlah biar Gabriel yang urus" kata Gabriel, membantu ibunya berbaring.
Setelah memastikan ibunya istirahat Gabriel keluar tak lupa menutup pintunya, Gabriel mencari dapur ketika mencari letak dapur Gabriel bertemu pak Jeje.
" Maaf nak mau mencari apa? " Pak Jeje, sudah mengetahui bahwa anak dihadapannya ini bekerja untuk tuan muda mereka.
" Pak saya mencari dapur untuk mempersiapkan makanan untuk tuan Zayyan, karena ibu saya masih sakit makanya saya gantikan sampaikan sembuh.
Ketika pak Jeje menjawab Zayyan turun dari tangga dan mendengar perkataan Gabriel.
" Pak Jeje ada apa ini" kata Zayyan. " Begini tuan nak Gabriel ingin menyiapkan makanan untuk tuan muda" kata Pak Jeje.
Zayyan menanggukan. " Gabriel biar pelayan lain dulu yang menyiapkannya sampai ibumu sembuh" kata Zayyan.
__ADS_1
" Tapi" ucapkan Gabriel terputus oleh perkataan Zayyan. " Apa kamu lupa tugas yang diberikan guru tadi" kata Zayya, Gabriel tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" Ayo kita kerjakan bersama, pak tolong bawa makanan untuk kami ke kamarku" kata Zayyan, Pak Jeje menanggukan kepalanya dan Zayyan naik dan masuk ke kamarnya diikuti oleh Gabriel.