
Nayla merasa heran melihat Eliza tak ingin memeluk seorang yang sudah lama dia tunggu. Eliza tersenyum melihat kebingungan sahabatnya.
" Dia takkan menyukai hal seperti itu Nay" kata Eliza dengan senyuman, Nayla menanggukan kepalanya.
" Tapi Eliza Nayla ingin tahu deh seandainya dia sudah di hadapanmu , apa sahabatku ini dapat menengalnya" kata Nayla tersenyum menaikan alisnya.
Eliza tersenyum menatap lukisannya kemudian berdiri di dekat jendela kamarnya, Nayla mengeringit dahinya dan mengikuti Eliza.
" Za" panggil Nayla. " Aku pasti bisa menengalnya seperti apapun dia" kata Eliza, menatap arah jalanan.
" Seandainya dia botak terus gemuk gimana, Za" Nayla menggoda Eliza. " Tidak masalah selama dia berada di sampingku aku tak masalah bagaimanapun rupanya" kata Eliza dengan senyuman.
" Waw ternyata sahabatku ini sangat mencintai orang yang yang ditunggunya" Nayla merasa takjub dengan Eliza yang dapat menerima seseorang yang sudah berpisah selama bertahun-tahun.
" Kak Frans sepertinya tak ada harapan lagi" kata Nayla dalam hatinya, dia melihat Eliza memegang liontin dengan raut wajah yang bahagia.
__ADS_1
Karena hari sudah malam Eliza meminta Nayla menginap di rumahnya kebetulan besok mereka libur.
Mami Farrah memanggil keduanya untuk makan malam, Mereka berempat menikmati makanan yang telah disiapkan oleh mami Farrah. Mereka makan dengan keheningan.
Setelah makan malam mereka duduk di ruang tengah sambil menyaksikan suara televisi.
Papi Irsyad menghidupan siaran berita internasional.
Ternyata berita internasional sedang heboh memberitakan tentang CEO baru perusahaan Winter Group. Semua berita baik media sosial maupun sumber informasi lainnya hanya memberitakan hal itu.
" Selamat malam pemirsa saya dari TV Net akan memberita kabar yang mengejutkan dari luar negeri tepatnya di Amerika, kalian pasti tahu pengusaha terkenal di Amerika tak lain adalah tuan Jhon Albern Winter". sahut pembawa berita.
" Kemaren tuan dan nyonya Winter memperkenalkan putra mereka yang selama ini disembunyikan, karena putra mereka sibuk dengan pendidikannya. Sepertinya ini kabar bahagia bagi kaum hawa karena tuan muda Zayyan Albern Winter belum memiliki seorang kekasih" sambung pembawa acara.
Mendengar nama Zayyan mmembuat Eliza diam membeku dengan perlahan dia berdiri dan mendekati televisinya, dia mendengar pembawa berita menyampaikan informasinya.
__ADS_1
Tak hanya Eliza mereka disana juga terkejut mendengar berita yang diberitakan oleh siaran.
" Dan kita para wanita harus menelan kekecewaan karena tuan muda keluarga Winter tidak memperbolehkan wajahnya di publikasikan. Sekali lagi selamat untuk tuan muda keluarga Winter yang baru saja diangkat menjadi CEO baru di perusahaan Winter" kata pembawa acara. Kemudian pembawa berita melanjutkan berita lainnya.
" Eliza baik saja kan sayang" kata mami Farrah, memanggil putrinya. Eliza tersenyum dan menggelengkan kepalanya, kemudian di duduk di samping mami Farrah.
Nayla melihat ada kerinduan yang sangat besar dimata sahabatnya.
" Eliza, jika kamu yakin itu adalah dia, maka tenangkanlah dirimu dan yakinilah dia pasti kembali padamu" kata Nayla, mengelus punggung Eliza yang duduk sebelahnya.
" Tapi yang membuatku bingung adalah kenapa dia tak mau wajahnya di publikasikan, jangan dia itu botak , gemuk dan wajahnya pasti tak tampan. hahaha" Nayla dengan jahilnya.
Nayla berlari melihat wajah Eliza kusam, dia kembali menggoda Eliza.
" Om, tante lihat dia belum juga dia bertemu sang kekasih hati dia sudah marah jika aku menggodanya apalagi dia di depannya nanti" kata Nayla menaiki alisnya.
__ADS_1
" Nayla jangan bicara lagi" Eliza mengejar Nayla. orangtuanya tertawa melihat keduanya saling mengejar.