
Hari ini adalah hari yang di tunggu oleh Eliza dan Zayyan juga kedua belah pihak keluarga, acara pernikahan di adakan di kediaman keluarga Parwez atas permintaan papi Irsyad yang ingin putrinya menikah di rumahnya dan Zayyan beserta keluarga setuju atas permintaan papi Irsyad.
Pihak WO sudah merias rumah keluarga Parwez dengan indah beberapa hari yang lalu mami Farrah dan papi Irsyad tersenyum melihat rumahnya yang telah di hias.
saat ini Eliza berada di kamarnya sedang di hias oleh perias yang dikirim oleh mommy Gamila ditemani Nayla, mommy Gamila ingin calon menantunya berpenampilan yang sempurna.
Dengan cekatan perias menghias Eliza dan mengganti pakaian dengan pakaian yang di pakai waktu akad nikah.
" Nona sangat cantik jadi saya tak perlu menghias nona banyak riasan" kata perias.
" Ya mbak dia sangat makanya banyak pria yang patah hati nantinya karena sahabatku ini sudah menikah bersama orang yang dia tunggu beberapa tahun " kata Nayla, dengan senyuman.
" Jadi nona sudah berpacaran lama dengan tuan Zayyan, tapi dimana nona bertemu tuan muda setahu saya tuan muda tinggal di Amerika baru beberapa minggu ini ke Indonesia" kata perias yang bingung dengan perkataan Nayla.
Nayla pun menceritakan kisah Eliza dan Zayyan masih kecil hingga mereka berpisah sampai bertemu kembali.
" Waw nona ini namanya cinta sejati saya juga ingin mendapatkan kisah cinta seperti nona" kata perias, Eliza dan Nayla tersenyum kemudian perias pamit keluar dari kamar Eliza.
Kediaman keluarga Winter
Zayyan berada di dalam kamar sedang bersiap di bantu oleh seorang perias Gabriel juga menemaninya, Gabriel dapat melihat kalau bos sekaligus sahabatnya merasa gugup.
" Zayyan tenangkan dirimu " kata Gabriel, Zayyan menanggukan kepalanya dan menghela nafas secara kasar.
Tok tok tok
Gabriel membuka pintu ternyata pelayan yang datang ia memberi hormat pada Gabriel.
" Maaf tuan Gabriel nyonya Gamila telah menunggu tuan muda di bawah" kata bibi.
" Baiklah katakan pada nyonya saya akan turun bersama tuan muda" kata Gabriel, bibi mohon pamit kembali ke dapur.
Di bawah mommy Gamila dan daddy Jhon sudah menunggu anak-anaknya di bawah, Laura, David dan Friska sudah sampai di rumah Zayyan mereka akan pergi bersama ke rumah Eliza.
__ADS_1
" Selamat pagi nyonya, tuan" kata Laura. " Kalian sudah datang ayo masuk" kata mommy Gamila, mereka menyalami orangtua Zayyan dan duduk di sofa.
Terlihat Hanny turun tangga dengan penampilan cantik David tanpa sengaja dia melihat Hanny terlihat cantik membuatnya terpakau meski umurnya masih kecil.
" Cantik" guman David, Laura yang duduk di sebelahnya tersenyum melihat David terpakau dengan Hanny.
Hanny tersenyum melihat David dan langsung duduk di sebelahnya membuat David deg degan, mommy Gamila hanya tersenyum melihat putrinya tak rahasia lagi jika putrinya itu sangat dekat dengan David.
" Kakak gimana penampilanku?" Hanny, memeluk lengan David, David menanggapinya dengan senyuman walau hatinya tak tenang.
Taklama Zayyan turun bersama Gabriel semua mata tertuju pada Zayyan mereka tersenyum melihat prnampilan Zayyan terlihat tampan, mommy Gamila mendekati dan memeluk putranya.
" Putra mommy terlihat gagah tapi kenapa wajah putra mommy ini gugup" kata mommy Gamila.
" Zayyan merasa gugup mom hanya takut membuat kesalahan nantinya" kata Zayyan.
" Putra daddy pasti bisa melaluinya anggap saja kamu sedang menghadapi klien" kata daddy Jhon, menepuk punggung putranya.
" Daddy sudah tahu putranya gugup malah berkata begitu" kata mommy Gamila.
Kemudian daddy Jhon mengajak mereka berangkat ke kediaman keluarga Parwez, Zayyan naik di dalam mobilnya bersama Hanny dan di kendarai oleh Ganriel mobil satu lagi mommy Gamila dan daddy Jhon dikendarai oleh supir David satu mobil bersama Laura dan Friska. Ketiga mobil melaju menuju kediaman keluarga Parwez.
Kediaman keluarga Parwez.
Mami Farrah dan papi Irsyad menyambut para tamu berdatangan mami Yulia meminta mereka duduk karena penghulu belum datang, Frans dan karyawan restoran tempat Eliza bekerja sudah datang ke rumah Eliza.
Nayla menemani Eliza di kamarnya setelah di hias oleh perias mami Farrah memintanya menunggu karena Zayyan dan keluarga belum datang, taklama penghulu datang bersama pihak KUA lainnya.
Berita pernikahan antara Zayyan dan Eliza diadakan tertutup hingga pihak wartawan tidak mengetahuinya karena Gabriel dan David telah mengurusnya, Hal ini dilakukan Zayyan dilakukan agar pihak lain tidak mengetahui mengenai pernikahan mereka ia tak ingin saudara tiri papi Irsyad tidak mengetahuinya.
Tidak membutuhkan waktu lama iringan mobil Zayyan memasuki perkarangan rumah Eliza, Eliza mendengar mobil masuk membuat jantungnya berdetak dengan cepat Nayla tersenyum dan melihat ke arah jendela.
" Eliza pangeranmu sudah datang" kata Nayla, melihat Zayyan turun bersama lainnya dan di sambut oleh mami Farrah dan papi Irsyad.
__ADS_1
Nayla langsung mendekati sahabatnya yang merasa gugup.
" Eliza, pangeranmu sangat tampan" kata Nayla, Eliza tersenyum mendengarnya.
Kret pintu terbuka mereka melihat mami Farrah masuk ke dalam dengan senyuman mendekati sang putri dan mengusap wajahnya, Eliza tersenyum mencium tangan mami Farrah.
"Sayang tunggu disini sebentar lagi ijab kabul di mulai Nayla tolong temani Eliza, jika sudah selesai mami akan memanggil" kata mami Farrah, Eliza tersenyum dan mami keluar dari kamar
Diluar
Zayyan sudah duduk di posisinya di hadapannya ada papi Irsyad yang akan menikahkan putrinya bersama penghulu di samping, daddy Jhon dan pak Rt yang akan menjadi saksi.
Sebelum mengucapkan ijab kabul penghulu membacakan doa terlebih dahulu.
" Nak Zayyan apakah sudah siap dan kita dapat memulai?" Penghulu, dengan menarik nafasnya Zayyan menanggukan kepalanya.
" Nak silahkan jabat tangan tuan Irsyad" kata penghulu, Zayyan menjabat tangan papi Irsyad. Papi Irsyad tersenyum ia dapat merasakan kalau calon menantunya merasa tegang.
" Nak rileks saja" kata papi Irsyad, Zayyan tersenyum dan menanggukan kepalanya.
" Saya nikahkan engkau Zayyan Abern Winter dengan putri kandung saya Eliza Thara Parwez dengan mas kawin 200 juta dolar di bayar tunai" kata Zayyan, dengan suara yang lantang.
" Gimana? " penghulu.
" SAH"
Semua orang mengatakan kata SAH Zayyan menangis haru karena ia telah menikahi gadis yang ia cintai sejak dulu, Dalam kamar Eliza yang dapat mendengarnya karena telah dipasang rekaman.
Eliza menangis karena Zayyan mengucapkan ikrar ijab kabul dengan lantar dan sekarang ia telah menjadi seorang istri.
" Sayang selamat sekarang sahabatku ini telah menjadi seorang istri, jangan menangis dong katena hari ini adalah hari bahagiamu" kata Nayla, memeluk Eliza.
Taklama mami Farrah menjemput putrinya membawanya ke tempat suaminya, Eliza diapit oleh mami Farrah dan Nayla. Zayyan memandang ke arah Eliza yang baru saja menjadi istrinya tanpa berkedip.
__ADS_1
Penghulu meminta mereka untuk menabda tangani surat yang di perlukan, Zayyan memasang cincin ke jari Eliza dan Eliza mencium tangan suaminya.
Zayyan memegang pipi Eliza membuatnya malu kemudian Zayyan mencium keningnya. Para tamu undangan memberi selamat pada pasangan yang baru saja menjadi suami istri.