Love Story Zayyan Dan Eliza

Love Story Zayyan Dan Eliza
Episode 83


__ADS_3

Pegawai butik membawakan gaun yang di katakan oleh ibu Rohima membuat Eliza dan mommy Gamila menanggumi keindahan gaun pengantin di tangan ibu Rohima.


" Nak cobalah gaunnya agar calon suamimu terpesona akan kecantikanmu" kata ibu Rohima, meminta pegawainya mengantar Eliza ke ruang ganti.


" Nak sejak kapan kamu mempersiapkan semuanya?" mommy Gamila, dia tahu kalau pembuatan gaun ini membutuhkan waktu yang lama.


" Sejak pertama tiba di kota ini mom Zayyan langsung meminta ibu Rohima membuatnya" kata Zayyan, mommy Gamila tersenyum.


Taklama pegawai yang menemani Eliza tiba membuat semua mata tertuju padanya, pegawai minggir setelah ibu Rohima memberinya kode.


Semua orang terpesona akan kecantikan Eliza menggunakan gaun pengantin tak terkecuali Zayyan hingga matanya tak berkedip.


" Bagaimana hasilnya kalian menyukainya kalau ada yang ingin katakan untuk merubahnya saya siap" kata ibu Rohima.


" Nggk bu ini sangat cantik dan pas di tubuh menantunya, nak kenapa kamu bisa tahu ukurannya? " mommy Gamila.


Mereka menatap Zayyan dengan heran dan tersenyum setelah tahu kalau Zayyan memandang Eliza dengan tatapan lebih dalam, mommy Gamila menyenggol putranya.


Zayyan sadar dari tatapannya dan mengoleh pada mommynya, mommy Gamila hanya menggelengkan kepalanya Eliza tersipu malu karena tatapan Zayyan padanya.


Kemudian giliran Zayyan yang memakai jas untuk pernikahannya.


" Bagaimana? " ibu Rohima. " Ganteng" ucap Eliza, langsung menutup mulutnya setelah tahu apa yang dia ucap.


Semua orang tertawa melihat Eliza terpesona dengan ketampanan Zayyan, sedangkan Zayyan tersenyum tipis.


" Baiklah kita akan mengambil semuanya, bu tolong di bungkus" kata mommy Gamila, ibu Rohima menanggukan kepalanya dan memanggil pegawainya untuk membungkus gaun dan jasnya.


" Sayang ingat kamu harus cuti dua hari lagi kalian akan menikah dan Eliza sudah cuti dari Restorannya" kata mommy Gamila, berkata pada Zayyan saat mereka keluar dari Minang Butik.


" Ya mom besok Zayyan akan cuti tapi hari ini Zayyan harus menemui klien penting" kata Zayyan, mommy Gamila hanya menggelengkan kepalanya.


" Baiklah mommy akan WO untuk merencanakan persiapan pernikahan kalian, pernikahan diadakan di rumah kan" kata mommy Gamila, Zayyan menanggukan kepalanya.


Kedua keluarga sudah kesepakatan kalau pernikahan anak mereka di adakan di kediaman keluarga Parwez.


Mommy Gamila dan Eliza pergi WO yang terkenal di kota padang untuk mempersiapkan pernikahan, karena pernikahan diadakan di rumah maka mommy Gamila menginginkan yang sederhana tapi tetap elegan dan mereka juga mengurus undangan.

__ADS_1


Cabang perusahaan Winter Group.


Karena Zayyan akan mengadukan cuti untuk pernikahannya membuat Laura bekerja keras untuk mengatur ulang jadwal Zayyan.


" Sepertinya ini akan membutuhkan waktu yang lama" kata Laura, menatap layar laptopnya.


Friska keluar dari ruangannya dan menuju ruangan Laura.


" Mbak ayo kita makan siang" kata Friska, Laura menatap Friska kembali menoleh ke laptopnya.


Friska mengetahui kalau temannya sedang sibuk tapi ini sudah waktunya makan siang.


" Mbak gimana kita makan di Restoran untuk mengubah suasana" kata Friska, dengan senyuman. Laura memikirkan perkataan Friska dia juga merasakan lapar.


" Baiklah tapi soal Restoran aku yang memilihnya" kata Laura, Friska tersenyum. Mereka keluar kantor menuju Restoran untuk mengisi perut.


Restoran.


Nayla sedang berbicara dengan Frans dan Surya mengenai pernikahan Eliza yang akan di laksanakan tiga hari lagi.


" Ya kak aku kira mereka takkan menikah secepat ini setelah berpisah bertahun lama, tapi aku salut pada mereka sangat setia dalam menunggu padahal dulu saat di sekolah banyak teman cowok menembaknya tapi dia menolaknya" kata Nayla, tersenyum sambil membayangi masa saat mereka sekolah.


" Itu namanya cinta sejati" kata Frans, mereka membenarkan ucapan Frans.


Tiba saja mata Frans tertuju pada dua wanita yang baru masuk Nayla menyenggol Surya sambil memberi kode. " Ada apa dengan kak Frans? ".


Mereka mengikuti tatapa Frans setelah tahu siapa yang baru saja masuk mereka tersenyum.


" Kak aku ke sana dulu " kata Nayla, tersenyum jahil." Nay biar kakak yang melayaninya" kata Frans, merebut daftar menu dari tangan Nayla.


Nayla dan Surya menahan tawa mereka dan tos mereka kembali melihat ke arah Frans.


" Nona ini daftar menunya silahkan " kata Frans, tapi matanya menatap Laura.


" Mbak berapa lama tuan muda cuti? " Friska.


" Sekitar seminggu apalagi tuan dan nyonya besar berada di sini pasti mereka menginginkan waktu bersama" kata Laura.

__ADS_1


Mereka hanya memesan coffe untuk minum dan makanan di bungkus karena pekerjaan masih masih banyak.


Brak


Tak sengaja Laura menabrak seorang wanita membuat minuman yang dia tumpah sehingga pakaian wanita itu basah.


" Kau tidak punya mata lihat pakaianku basah" kata wanita itu meneriaki Laura.


" Bukannya nona yang salah jalan tidak menggunakan mata malah asyik main HP dan tangan satu lagi memegang minuman" kata Laura, dengan datar.


" Jadi kau bilang aku yang salah begitu" kata wajita itu dengan tegas hampir dia menampar Laura kalau Farel tidak menahannya.


" Kau itu hanya pelayan berani menanggu urusan kami dan kau ada hubungan apa dengan dia" wanita itu menunjuk arah Laura.


Farel tersenyum. " Nona saya tidak ada hubungan dengannya tapi disini saya melihat dengan jelas anda yang salah tidak memperhatikan jalan" kata Farel, dengan sopan.


Wanita itu menatap mereka dengan kesal lalu meninggalkan mereka.


" Nona maaf atas ketidaknyaman ini" kata Farel. " Tidak tuan, anda tidak salah "kata Laura.


" Nona anda jangan panggil saya tuan, kenalkan saya Farel" kata Farel memperkenalkan dirinya.


" Dan anda jangan panggil nona, panggil saja Laura" . Mereka saling memperkenalkan diri dan saling menjabat tangan.


Laura dan Friska pamit harus kembali ke perusahaan, Nayla dan Surya menatap Fatel dengan tatapan jahilnya.


Mommy Gamila dan Eliza kembali ke rumah setelah urusan mereka selesai dan mommy Gamila meminta Eliza istirahat agar waktu hari Ha tidak kelahan, tidak lupa mommy Gamila memberikan gaun yang telah di bungkus.


Zayyan dan Gabriel menemui klien dan mereka telah mendapatkan kesepakatan, Zayyan meminta Gabriel kembali ke perusahaan sedangkan dia pulang di antar oleh supir.


Mereka tak sabar lagi menunggu tiga hari lagi adalah hari istimewa bagi kedua keluarga.


Karyawan WO sudah berdatang ke rumah Eliza untuk mempersiapkan pernikahan yang akan di laksanakan tiga hari lagi, mommy Gamila juga meminta orang salon untuk memberi perawatan untuk calon pengantin.


Mami Farrah dan papi Irsyad hanya tersenyum melihat rumahnya sudah dihias begitu indahnya, mereka hanya berdoa agar anaknya bahagia dan menjadi keluarga yang sakinah mawardah dan warrahmah.


Mommy Gamila dan Hanny tidak mau ketinggalan mereka juga perawatan di salon agar ketika hati pernikahan penampilan mereka lebih cerah.

__ADS_1


__ADS_2