
Surabaya.
Zayyan dan Gabriel sudah sampai di Bandara Udara Internasional Juanda mereka di sambut oleh tuan Beni Sudrajat sendiri.
" Selamat datang di Surabaya tuan Zayyan, Gabriel " kata Beni Sudrajat.
" Tuan Beni tidak perlu menjemput kami pasti merepotkan" kata Zayyan.
" Tidak merepot tuan mari saya akan mengantar kalian ke hotel" kata Beni Sudrajat.
Beni Sudrajat menghubungi supir untuk menjemput kami dan Zayyan nggk mungkin menolak permintaan dari kliennya.
Mereka menuju hotel yang telah di persiapkan oleh Friska tidak membutuhkan waktu yang lama mereka sudah sampai di hotel, Friska menemui resepsionis menangakan kamar mereka.
Setelah memastikan mereka mendapatkan kamar baru Beni sudrajat pamit dan berjanji bertemu di lapangan membicarakan proyek.
" Kalian istirahatlah besok pagi setelah sarapan kita ke lapangan" kata Zayyan, Gabriel dan Friska menanggukan kepalanya, mereka masuk ke kamar membersihkan diri dan istirahat menyambut hari esok.
Friska duduk di kursi dan menghela nafasnya. " Sepertinya dia sudah selesai dengan pekerjaannya sebaiknya aku mengirim pesan saja" guman Friska.
" Mas Aku sudah tiba di Surabaya dan sekarang di hotel, kami sampai dengan selamat besok kami akan ke lapangan" kata Friska.
Tin
Pesan masuk tapi belum di baca oleh Frans akhirnya Friska memutuskan istirahat sebentar sebelum waktu makan malam.
Restoran
Frans membersihkan gelas dan mengobrol dengan Surya hingga nggk mendengar suara HP yang berbunyi, setelah memastikan restoran bersih baru mereka meninggalkan restoran.
Frans dan Surya menggunakan motor menuju rumah sedangkan Nayla menggunakan angkot yang biasanya dia dan Eliza pulang bersama.
" Jadi rindu dengan Eliza" Nayla, mengingat mereka bekerja bersama di restoran.
" Astagfirrurrah, dia mengirim pesan" kata Frans, baru membuka HP saat sudah sampai di rumah. Sebaiknya aku menghubunginya sekarang.
Drt drt drt
Sudah tiga kali Frans menghubungi Friska tapi belum di angkat.
__ADS_1
" Apa dia sedang istirahat, aku mengirim pesan saja " kata Frans.
" Sayang maaf aku baru saja membaca pesan darimu Alhamdulilah kamu sampai dengan selamat, semoga besok berhasil dengan perkerjaanmu. I love You".
Gabriel juga mengirim pesan pada ibu dan Nayla mengatakan mereka sudah sampai di Surabaya dan saat ini berada di hotel.
Kediaman Zayyan.
Selesai makan malam Eliza menuju kamarnya berdiri di dekat jendela sambil menikmati cahaya bulan, Eliza dapat melihat ada beberapa bodygoard yang menjaga rumahnya dan ia tersenyum mengingat suaminya.
Saat memikirkan Zayyan Eliza tersenyum ada panggilan dari suaminya, Eliza mengangkatnya dan duduk di dekat jendela.
" Assalamualaikum sayang, apa yang dilakukan oleh istriku sekarang ini" Zayyan, memandang langit di kamar hotel.
Eliza senyum bahagia karena dapat mendengar suara suaminya.
" Waalaikumsalam mas, Eliza hanya melihat bintang. Mas gimana? "
" Mas dan yang lainnya sudah sampai saat ini di hotel, sayang mas merindukanmu seandainya kamu berada di sini"
" Mas Eliza juga merindukanmu, mas cepatlah pulang"
Keesokan harinya di kota Surabaya terdengar suara adzan berkumandang terdengar suara Alarm yang sengaja di hidupkan oleh Zayyan, selesai sholat subuh ia ingin memperlajari berkas sebelum menemui tuan Beni Sudrajat.
Zayyan sudah rapi bersiap ke lapangan sebelum berangkat ia sempat melihat foto Eliza yang menjadi walpaper di HP.
Tok tok tok
Zayyan membuka pintu ternyata Gabriel dan Friska yang datang mengajak sarapan pagi sebelum ke lapangan, mereka lebih makan di restoran dalam hotel agar nggk membuang waktu.
" Tuan muda mobil yang membawa kita ke lapangan sudah datang" kata Gabriel, mendapat pesan dari supir yang mereka sewa selama berada di Surabaya.
" Friska, kamu sudah membawa apa yang kita butuhkan untuk nanti, aku tak ingin pertemuan ini lebih lama yang kita duga" kata Zayyan, ingin pekerjaan ini cepat selesaikan dan bisa pulang lebih cepat.
" Sudah tuan muda jika pertemuan ini sukses kita hanya membutuhkan tiga hari untuk menindaklanjut" kata Friska.
Zayyan menanggukan kepalanya mereka menuju lapangan, disana sudah ada tuan Benny Sudrajat yang menunggu.
" Maaf tuan Beni telah membuatmu menunggu" kata Zayyan.
__ADS_1
" Tidak tuan kami baru saja datang dan ini adalah lokasi yang akan kita gunakan untuk pembuatan proyek baru" kata Beni, pun menjelaskan lokasi yang akan di gunakan pembangunan.
Zayyan sangat merasa puas dengan apa yang di jelaskan oleh kepala proyek, setelah melihat lokasi juga meletakan batu pertama tuan Beni mengajak mereka menikmati makan siang merupakan khas dari kota Surabaya.
Di kota Padang.
Irgi sudah berhasil membawa Bagus menemui Bobby dan Bobby menyuruh anak buahnya untuk mengikat tangan dan kaki Bagus di kursi.
" Siram dia agar bangun aku ingin mendengar suaranya" perintah Bobby.
Elang menyiram Bagus dengan air hingga ia bangun, Bagus membuka matanya melihat ruangan tak asing baginya.
" Akhirnya kamu bangun juga" kata Bibby, duduk di hadapan Bagus sedangkan Irgi tersenyum sinis.
Ternyata Bagus tidak merasa terkejut saat mengetahui kalau ia telah tertangkap, Bagus menatap mereka satu persatu dengan tajam tanpa rasa takut.
Elang segera memukul wajah Bagus hingga mengeluarkan darah.
" Elang cukup aku ingin mendengar suaranya" kata Bobby, menghentikan Elang yang ingin kembali memukul Bagus.
Bagus tetap dengan senyum sinis. " Aku sudah menduganya kalian akan mengetahuinya, tapi ingat orang yang kalian hadapi bukan sembarangan, hahaha" Bobby tertawa.
Plak
Irgi memukulnya. " Jaga bicaramu sekarang ini kamu berada di tangan kami dan sekarang katakan pada kami siapa orang yang belakangmu, apa dia suaminya Eliza" kata Irgi, mencengkram dagu Bobby.
Bagus memberontak dan Irgi melepas tangannya.
" Baiklah jika kalian ingin mengetahuinya ia adalah Zayyan Albern Winter, putra sulung dari pengusaha Amerika tuan Jhon Albern Winter, Zayyan aku sudah memberitahu namamu sekarang kamu harus menyelamatkanku" kata hati Bagus.
Bobby menjadi diam setelah mendengar nama itu siapa yang tidak mengetahui nama itu, saat pengangkatan menjadi CEO dari perusahaan Winter Group, acaranya disiaran langsung oleh berbagai negeri.
" Anda mengenalnya" kata Irgi, melihat Bobby diam, Irgi menjadi khawatir jika Bobny akan melepas rencana ini.
" Ya aku mengenalnya dia hanya anaj kecil yang baru di dunia bisnis" kata Bobby, tersenyum smirk. Bagus hanya menggelengkan kepalanya.
Di Surabaya Zayyan telah mendapat kabar dari David kalau Bagus tertangkap, anak buah Bagus segera memberitahu David saat mereka tak menemukan Bagus.
Zayyan meminta David lebih waspada dan menjaga keluarganya lebih ketat, karena ia tidak mungkin meninggalkan Surabaya saat ini.
__ADS_1
Zayyan juga memerintahkan anak buah Bagus jangan bertingkag degabah dalam menyelamatkan Bagus, mereka hanya mengawasi dari jarak jauh.