Love Story Zayyan Dan Eliza

Love Story Zayyan Dan Eliza
Episode 21


__ADS_3

Belahan dunia lain terlihat rumah sederhana terlihat nyaman dan asri ada seorang seorang wanita yang tak muda lagi sibuk memasak di dapur juga sang suami membaca koran.


" Mam putrimu sudah bangun" kata suami bertanya tentang sang putri karena hsri sudah menunjukan jam 06 pagi.


Sang istri tersenyum sambil menghidang makanan di atas meja.


" Pi putrimu sudah bangun dia sedang bersiap untuk bekerja" kata istri, kemudian mereka tersenyum melihat putrinya keluar dari kamarnya dengan pakaian rapi.


Putrinya mengucap salam dan menyalami orangtuanya.


" Mami maaf Eliza tak sempat untuk membantu memasak" kata Eliza dengan bersalah. orangtuanya tersenyum.


" Tidak apa sayang mami tahu kamu pasti sibuk" kata mami Farrah, mengelus hijab putrinya.


Benar mereka adalah keluarga Parwez keluarga dari Eliza, mereka sudah mengalami perubahan dalam hidup mereka.


Perusahaan papi Irsyad mengalami kebangkrutan karena ditipu oleh rekan bisnisnya sendiri, hingga membuat mereka meninggalkan negara Singapura demi keselamatan keluarganya.

__ADS_1


Beruntung mereka masih memiliki simpanan untuk pindah ke kota jakarta itulah pilihan dari Papi Irsyad untuk memulai hidup yang baru, Dari simpananan itu mereka dapat membeli rumah sederhana dan untuk biaya sekolah Eliza saat itu.


" Eliza mami hanya melihatmu memakai hijab dan pakaianmu kebanyakan warna pink, nanti kita berbelanja ya sayang untuk membeli pakaian untukmu" kata mami Farrah.


Eliza tersenyum hanya menggelengkan kepalanya kemudian pamit untuk bekerja, Eliza bekerja di restoran sebagai pelayan karena dia hanya tamatan SMA.


" Sayang" panggil mami Farrah. " Mami sudahlah mami lupa hijab putrimu itu pemberian siapa, bahkan sejak dulu kita sering membelinya hijab berbagai jenis tapi malah dia beri pada orang" kata Papi Irsyad.


Mereka ingat ketika mereka masih tinggal di singapura, mami Farrah sering membeli putrinya hijab berbagai model dan warna tapi Eliza hanya memilih warna pink dan sisanya di berikan pada teman atau orang lain.


Eliza saat ini sudah berusia 20 tahun banyak lamaran yang datang tapi dia menolaknya dengan alasan ingin bekerja.


" Mami benar putri kita masih menunggunya kita hanya berdoa agar mereka dipercepat temukan" kata papi Irsyad.


Orangtua Eliza hanya bisa berdoa agar keduanya dapat diprrtemukan, mereka merasa kasihan melihat putrinya harus bekerja keras untuk kehidupan mereka.


Eliza sudah sampai di restoran dimana dia bekerja selama 3 tahun tahun lamanya. Banyak dari seniornya memintanya agar melanjutkan kuliah tapi dia tak mau.

__ADS_1


" Eliza" panggil Frans, melihatnya baru masuk. Eliza melihatnya segera menghampirinya.


" Ya kak? " Eliza. " Tolong antar minuman ini ke meja 7" kata Frans dengan senyuman. Eliza membawa pesanan ke meja yang dituju.


Frans terus menatap Eliza dengan senyuman hingga membuat temannya hanya menggelengkan kepalanya. Semua karyawan disini mengetahui Frans menyukai Eliza sejak lama tapi tak berani untuk mengatakannya.


" Jika kamu ingin mengatakan perasaanmu katakanlah sekarang sebelum terlambat" kata Surya menepuk punggungnya. Frans menghela nafasnya kembali melanjutkan pekerjaannya membuat Coffe.


Eliza melanjutkan pekerjaannya melayani pesanan pengunjung. Taklama terdengar suara adzan berbunyi semua karyawan menuju mesjid di samping restoran dan restoran di tutup sementara.


Ketika mereka selesai dengan ibadah shalat Eliza memperbaiki hijabnya tiba saja dia terkejut liontin pemberian Zayyan tak ada di lehernya, dengan perasaan sedih Eliza mencari liontin sekitar mesjid.


" Eliza, apa yang kamu cari" kata Nayla melihat sahabatnya mencari sesuatu terlihat sedih.


" Nayla, kamu lihat liontinku, hiks hiks" kata Eliza dengan menutup wajahnya dengan kedua matanya.


" Ini punyamu Eliza"

__ADS_1


__ADS_2