
Malam pun kian larut. Matthew berpamitan pada Aaron dan Kinara untuk mengakhiri pertemuannya malam ini. Tak lupa mengucapkan terimakasih atas jamuan makan malam yang menyenangkan bersama kedua anak Aaron, terlebih lagi dengan Casey.
"Hati-hati, Matt!!" seru Aaron mengantar Matthew sampai pintu mobilnya.
"Oke" Matthew mengangkat ibu jarinya dari dalam mobil sebelum akhirnya berlalu dari jangkauan mata Aaron.
Aaron pun segera masuk kembali ke dalam rumah, lalu ke kamarnya menyusul kinara yang lebih dulu menuju ruang pribadi mereka itu.
"Lho, bocah ini kok disini?" tanya Aaron saat melihat Casey yang sudah terlelap diatas ranjangnya.
"iya, tadi Casey bilang pengen tidur sama kita. dia gak mau tidur sama Aldrich lagi. Katanya, 'Kaka Al itu jelek, suka ngeledekin aku terus"
Sahut Kinara menirukan suara anak kecil menyerupai suara Casey yang cempreng. Aaron hanya menanggapi dengan senyuman kecil. Lalu merebahkan tubuhnya disamping tubuh bocah yang tengah damai bersama mimpi-mimpinya.
"Atreya sudah kembali dari luar kota, tadinya mau membawa Casey pulang tapi aku cegah karena sudah malam" ucap Kinara ikut menyusul suaminya menaiki tempat tidur.
"Oya? aku tidak melihatnya, dimana dia?"
"Tidur dikamar tamu" sahut Kinara.
"Ah, sialan" erang Aaron.
"Kok sialan?" Kinara melotot kearah suaminya.
"Pantes saja tadi Matthew melihat perempuan berambut panjang dan berpakaian serba putih dijendela kamar tamu. Aku kira ha----" Aaron menghentikan kalimatnya karena gengsi.
"Kamu mengiranya Hantu?" tebakan Kinara benar-benar sempurna hingga membuat sang suami mendengus kesal. Perempuan itu pun tak bisa menahan tawanya.
"Stop, Kin! itu gak lucu ya..." Aaron langsung mendekap tubuh sang istri hingga kini tak bisa berkutik. Ayah dari dua anak itu menyerang Kinara dengan banyak kecupan dileher yang membuatnya melenguh.
"Ar!! kau lupa disini ada Casey?" Kinara berusaha melepaskan tubuhnya dari dekapan suaminya.
"Biarin" sahut Aaron masih mendekap Kinara lalu meraih bibir sang istri dan melumattnya.
"Tidak sekarang, Aaron. Bagaimana kalo Casey bangun dan melihatnya?" Kinara melepaskan pagutan bibir Aaron yang mulai buas.
"Oke, aku akan membawa bocah ini pada ibunya."
Aaron pun langsung merengkuh tubuh Casey lalu beranjak turun dari tempat tidur hendak membawanya ke kamar Atreya.
"Aku tidak suka penolakan" ucap Aaron kemudian.
"Hey, jangan bawa Casey, Ar!! kasian dia."
Cegah Kinara mencegah suaminya, namun Aaron tidak menggubris sama sekali. Kinara hanya mendengus kesal seraya mengangkat bahunya sendiri. Ia sangat tau watak suaminya yang tidak bisa diperintah atau dikuasai.
Aaron benar-benar membawa Casey ke kamar tamu untuk memindahkan bocah yang masih terlelap itu kembali pada ibunya. Aaron begitu saja membuka kamar adiknya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, dan membuat Atreya yang masih terisak diatas tempat tidur pun terperanjat kaget.
"Kakak?"
Atreya segera menghapus air mata yang sedari tadi membasahi pipinya.
__ADS_1
"Casey terus mengigau memanggil mu. Jadi lebih baik dia tidur disini saja bersamamu" dusta Aaron seraya membaringkan tubuh sang bocah ke atas kasur dengan sangat hati-hati.
"Oya?" Atreya memicingkan matanya menatap Aaron curiga. Aaron hanya bisa memutar kedua bola matanya menghindari tatapan sang adik.
"Bagaimana masalah diproyek, apa sudah clear ?"
Aaron sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Sejauh ini masih bisa diatasi. Besok aku kirimkan laporannya, kakak bisa membaca kesepakatan yang telah disepakati bersama."
"Oke. sekarang kau tidurlah. Ini sudah malam, aku juga sudah ngantuk" Aaron sejenak memberikan kecupan pada dahi Casey sebelum dirinya beranjak keluar kamar.
"Sejak ada Casey, kakak gak pernah lagi mencium keningku" ucap Atreya mengerucutkan bibirnya.
Aaron menoleh kearah adiknya lalu tersenyum. Tubuhnya kembali mendekati Atreya dan mengecup puncak kepalanya.
"Good night, adik kesayangan" ucapnya seraya memencet hidung mancung Atreya hingga meringis kesakitan.
"Aww...sakit tau ih" keluh Atreya memegangi hidungnya kini berubah merah.
Aaron terkekeh lalu berbalik dan melangkah kembali untuk keluar.
"Tunggu, Kak!!" cegah Atreya.
"Apa lagi?" Aaron kembali menengok kearah sang Adik.
"Yang tadi itu teman Kakak, ya? untuk apa dia kemari?"
"maksud mu?" Aaron mengernyit dengan pertanyaan Atreya yang seperti tidak menyukainya itu. Padahal kenal dan tau saja belum.
"Emmhh... maksud ku kakak kenal dari mana? kok aku baru melihatnya?"
"Owh, dia Matthew. temanku waktu di Harvard dulu. Kapan-kapan aku kenalkan padamu. Casey pun sudah mengenalnya, dia sangat menyukai anakmu yang bawel itu."
"APA???"
Atreya terbelalak kaget. Sumpah demi apapun dadanya seperti dihantam balok kayu besar yang membuatnya sesak luar biasa. Ia tak rela bila Casey bertemu dengan pria brengsek yang tak lain ayah kandung dari anaknya itu. Atreya menjatuhkan tubuhnya yang tiba-tiba lemas keatas tempat tidur. keringat dingin pun mulai kembali keluar dari pori-pori kulitnya. Tangan dan kaki terasa dingin dan kaku. Bagaimana bisa dirinya kembali melihat pria itu lagi? dan lebih parahnya mendengar kenyataan bahwa pria brengsek itu ternyata teman dari kakaknya. OH MY GOD!!
"Hey kenapa, Rea. apa kau sakit?"
Aaron langsung mendekati atreya lalu memegang dahinya dengan punggung tangannya.
"Gak demam kok, malah dingin" ucap Aaron bingung.
"A...aku gak apa-apa, Kak. Sudah sana pergi, kasian Kinara pasti menunggumu!" ucap Atreya berusaha menguatkan dirinya untuk tetap baik-baik saja agar tidak akan ada yang curiga.
"Shitt!! iya ya. Tadinya aku membawa Casey kemari karena menginginkannya. Kalau lama begini bisa-bisa dia ketiduran" umpat Aaron dalam hati.
"Oke, kau tidurlah! besok pagi kita lanjutkan obrolannya" Aaron segera keluar dari kamar atreya dengan langkah cepat menuju ke kamarnya.
Setelah kepergian sang kakak, Atreya terdiam lama. Lalu kemudian tatapannya jatuh pada putranya yang tengah terlelap disampingnya.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan kamu menyentuh anakku lagi. Casey hanya milikku. Kamu tidak berhak memilikinya. "
Atreya memejamkan matanya sesaat menahan emosi, lalu memutuskan untuk berbaring disamping Casey dan memeluknya hingga ikut terlelap.
*****
Pagi harinya, Atreya dan Casey keluar dari kamarnya disaat keluarga kecil Aaron tengah menyantap sarapan pagi diruang makan.
"Hey ganteng, kau sudah bangun rupanya l? ayo sarapan!" sapa Kinara menyapa Casey yang sudah kelimis karena habis mandi.
"Aku sudah sarapan kok" jawab sang bocah enteng.
"Kapan kamu sarapan? orang baru keluar kamar gitu" Sahut Aldrich mulai usil untuk mengerjai adik sepupunya tersebut.
"Aku sudah sarapan, Kak Al. Tanya saja Mama!"
"Masih kecil jangan bohong!" celetuk Aldrich seraya tersenyum miring meledek.
"Aku gak bohoong!!" teriak Casey lalu sembunyi dibalik baju Atreya dan menangis.
"Ih, cengeng. Gitu aja nangis" celetuk Aldrich lagi sambil mengunyah sarapan nasi gorengnya.
"Al, bisa gak makannya jangan sambil ngomong? pagi-pagi udah bikin nangis adikmu saja."
Tegur Aaron jengah melihat tingkah anak sulungnya yang selalu usil itu. Aldrich pun langsung diam dan menurunkan pandangannya karena takut melihat tatapan tajam dari mata sang ayah.
"Hei, masa jagoan mama nangis?" Atreya mengecup kening Casey lalu menghapus air matanya. "kak Al itu hanya bercanda, sayang" ucapnya lagi seraya mengacak rambut Casey yang lurus dan selalu terlihat rapi meski kadang lupa tidak disisir.
"Aku mau pulang, Ma. Aku mau ketemu Om Satria."
rengek Casey.
"Kok pulang? nanti dulu dong" Kinara telah selesai sarapannya lalu mendekati Casey.
Bocah itu terdiam. Entah kenapa sepertinya moodnya sedang tidak baik.
"Oke prince, kita pulang sekarang ya" ucap Atreya dan akhirnya membuat Casey tersenyum.
Ibu dan anak itu pun akhirnya berpamitan pulang. awalnya Aaron berusaha mencegahnya, namun rengekan Casey membuat semuanya mengalah dan memilih menuruti kemauannya.
"Rea, besok jangan lupa menghadiri undangan seminar itu ya ! disana akan ada banyak para pengusaha lain juga rekan-rekan bisnis kita yang akan hadir" ucap Aaron mengingat kan Atreya.
"Iya, aku gak lupa kok. Tapi kakak juga datang kan?"
"aku mungkin akan datang terlambat karena ada urusan dulu dengan Sean. Makanya kalau bisa kamu pergi kesana lebih awal, gak enak kan kalau perusahaan kita datang terlambat."
"Oke" sahut Atreya sebelum dirinya dan Casey pulang diantar dengan sopir pribadi Aaron. karena kemarin saat keluar kota Atreya tidak membawa mobil sendiri, melainkan diantar sopir menggunakan mobil inventaris kantor.
.
.
__ADS_1
.
.