
Kini hari sudah malam, setelah dia mampir ke club sepulang dari kantornya. Untuk menghilangkan rasa suntuk dan bosan ia meminum anggur agar moodnya kembali baik. Menurut matthew jika kita sedang banyak pikiran atau mood yang tidak baik, alkohol lah yang dibutuhkan. Bodoh memang mempercayai hal itu, tapi ia benar-benar sedang kacau saat ini. Saat halusinasinya tadi pagi membuat ia kembali mengingat wanita itu lagi. Meski pada kenyataannya itu realita, bukan halusinasi. Wanita dalam taksi tersebut benar-benar Atreya yang terburu-buru menuju ballroom stars hotel untuk menemui para klien disana.
Ini sudah gelas kelima yang Matthew teguk. Dan kepalanya semakin berputar-putar, akhirnya ia memilih untuk kembali rumahnya sekarang.
Dengan sempoyongan ia melangkahkan kakinya. Dengan susah payah ia menaiki tangga menuju kamarnya.
Matthew akhirnya sampai didepan pintu kamar. Keadaan lampu kamarnya sudah gelap. Rasanya sangat malas untuk mencari stop kontak lampu.
Kepalanya sudah pusing, badannya lelah dan lemas. Efek alkohol sudah dirasakannya. Matthew memang suka minum alkohol tapi jarang sekali kalau sampai mabuk begitu, tapi sepertinya malam ini ia terlalu banyak minum dan memang hanya itu yang sedang dibutuhkannya.
Akhirnya dengan susah payah, ia dapat menggapai tempat tidurnya dan segera merebahkan diri. Ia rentangkan kedua tangannya untuk meregangkan otot-ototnya. Namun ia begitu tersiap saat tangannya menyentuh sesuatu, tepatnya seseorang.
"Siapa kamu?" Tubuh matthew sedikit tersentak meski dalam keadaan mabuk.
"Hhmmm." desih seseorang.
"Siapa, hah?" tanya Matthew lagi.
"Ini aku sayang. Kau sudah pulang?" wanita yang kini berada dikamarnya itu ternyata Alice, yang statusnya kini kekasih matthew.
Alice menggerakkan tubuhnya mendekati matthew. Kemudian memeluknya. Meski dalam gelap Alice dapat merasakan dan mencium aroma maskulin dari tubuh Matthew. Sesekali tangan nakalnya mengusap dada bidang milik Matthew. Tubuhnya bergerak begitu saja tanpa bisa wanita agresif itu kendalikan.
Dan Matthew sebagai pria normal tidak menolaknya sama sekali. Sesuatu yang tiba-tiba menegang itu membuatnya malah jadi mamacunya.
"Aku mencintaimu, Matt" gumamnya lirih. Mengecup leher matthew dan membuat pria itu melenguh.
"Atreya, Apa itu kau?" desih Matthew dibawah alam sadarnya.
"ATREYA? Siapa dia, Matt?" Alice menjauhkan tubuhnya. Namun sepertinya Matthew mengabaikan pertanyaannya. Lelaki itu Manarik kembali tubuh wanitanya mendekat.
"Akhirnya aku menemukanmu." ucap matthew ngelantur.
Matthew mengecup singkat bibir alice. Bahkan kini tangan matthew sudah berada ditengkuk alice agar bisa menarik kepala alice agar ciumannya bisa semakin dalam.
Sedikit mengelus tengkuknya membuat sebuah desahan dimulut alice sehingga mulutnya terbuka. Tanpa membuang kesempatan Matthew memasukkan lidahnya lebih dalam dan bermain-msin disana.
Tangannya mulai menyusup masuk kedalam piyama tidur alice, mencari sesuatu untuk dibuka dibagian punggungnya. Bibir matthew mulai mengecup ceruk leher alice yang membuat wanita itu melenguh tatkala sebuah kecupan kuat yang pasti akan meninggalkan bekas disana.
__ADS_1
"Ayo kita lakukan lagi Atreya. Kau memang canduku selama bertahun-tahun ini." ucap matthew ditengah-tengah aksinya karena pengaruh alkohol. dan sukses membuat kedua mata Alice membulat sempurna.
"Hey!! Aku Alice, Matt. Siapa Atreya? Apa dia selingkuhanmu?" Alice terpaksa melepaskan pagutannya meski sesungguhnya ia sudah tidak tahan menginginkan yang lebih. Lalu mendorong tubuh matthew hingga tersungkur dilantai.
"Kenapa mendorongku? ayo kita lakukan lagi Atreya?" racau Matthew dilantai.
Alice turun dari tempat tidur lalu menghampiri Matthew yang masih meracau menyebut nama wanita lain.
"Sorry, Matt. Aku tidak suka bercinta dengan pria yang sedang mabuk apalagi meracau memanggil nama wanita lain." tegas Alice mendekatkan bibirnya tepat di salah satu kuping Matthew agar bisa terdengar dengan jelas.
Blupp !!
Alice pun keluar dari kamar Matthew seraya menutup pintu dengan kencangnya. Sementara pria mabuk itu masih terus meracau sendiri dikamarnya, hingga dalam hitungan menit, ia pun langsung terlelap dilantai kamarnya yang dingin.
*****
Matthew mulai membuka matanya, saat sedikit sinar matahari yang lolos dari celah gorden, yang tidak tertutup rapat menerpa wajah tampannya. Ia mengucek kedua mata agar bisa melihat sedikit lebih jelas.
Seketika kepalanya seperti tertimpa batu yang sangat besar saat Matthew mencoba menggerakkan nya. ia meringis kesakitan saat memegangi kepalanya, lalu mencoba bangkit dari posisinya yang semalam tertidur dilantai karena mabuk.
Setelah bersiap untuk pergi ke kantor, Matthew keluar dari kamarnya dan mendapati Alice tengah menggeret koper bajunya menuju pintu keluar rumah.
"Alice? kau mau kemana sepagi ini?" tanpa merasa bersalah, Matthew tetap bertanya dengan penuh penasaran.
"Aku akan ke pantai untuk menenangkan diri" sahut Alice ketus.
"What? dengan siapa?" Matthew terbelalak.
"Dengan sepupuku. Setidaknya kami bisa liburan dan bersenang-senang disana. Lagi pula buat apa aku disini? kau selalu sibuk. Pergi pagi pulang malam. Sekalinya pulang dalam keadaan mabuk dan meracau memanggil nama wanita lain. Memangnya kamu anggap aku apa, Matt? kurang apa aku dimatamu? aku sudah menyerahkan segalanya untukmu." ucap Alice terisak. dan membuat Matthew selalu terlihat lemah bila melihat kekasihnya sudah menangis.
"Hey, ada apa ini sayang?" Matthew mendekat dan langsung mendekapnya dalam pelukan.
Namun Alice masih terlihat marah dan tidak membalas pelukan sang kekasih.
"Semalam kita hampir melakukannya, sebelum tiba-tiba kau meracau memanggil-manggil nama perempuan lain. Siapa dia, Matt? apa kau berselingkuh dariku?" tuduh Alice.
"tidak. aku tidak pernah berselingkuh darimu." sahut Matthew mengernyit polosnya.
__ADS_1
"Siapa Atreya? kenapa semalam kau terus saja menyebut nama itu? apa dia mantan kekasihmu? apa dulu kalian sering melakukannya hingga kau tak pernah bisa melupakannya?" cerca Alice masih terisak.
Matthew jadi terdiam. sungguh dia tidak ingat bila semalam dirinya memanggil nama wanita itu.
"Kau tidak bisa jawab kan? baiklah aku pergi."
Alice pun langsung menepis tubuh Matthew yang masih menempel agar sedikit menjauh. ia kembali mengambil koper dan keluar rumah menuju mobilnya. Matthew masih diam tak bergeming, pikirannya masih berputar menggali memori kejadian semalam hingga membuat Alice marah seperti itu.
"Tunggu Alice !! dengar penjelasan ku dulu..."
Teriak Matthew setengah berlari mengejar sang kekasih yang tengah memasukkan koper bajunya ke dalam bagasi mobil.
"Penjelasan apa lagi, Matt? sudah cukup semalam aku mendengarnya dari mulut kamu sendiri. Bukankah racauan orang mabuk itu jujur dari lubuk hati terdalamnya?"
"iya tap----"
"Cukup !! sebaiknya kita tidak bertemu dulu. lagipula aku ingin berlibur dan bersenang-senang dengan para sepupuku. See you, Matt."
Sebuah kecupan sekilas dibibir Matthew mengakhiri semuanya. Alice pun akhirnya pergi meninggalkan Matthew yang masih berdiri mematung, menyaksikan kepergian Alice hingga mobilnya meluncur membelah jalanan dipagi hari.
"Baguslah. semoga kau tak kembali lagi, Alice."
Akhirnya Matthew menyunggingkan senyuman miringnya dengan sempurna. Hubungannya dengan Alice memang sudah berjalan dua tahun. Namun Matthew masih belum merasakan adanya cinta di hatinya. Ia terpaksa menerima Alice menjadi kekasihnya karena desakan dari sang Ayah. Kebetulan Alice adalah putri dari sahabat kecilnya. dulu sewaktu ayah Matthew dan ayah Alice remaja, mereka sepakat akan menjodohkan anak-anaknya agar persahabatannya tidak pernah putus.
Diakuinya Alice memang wanita yang baik, dan awalnya Matthew ingin membuka hatinya untuk Alice. Namun saat mereka melakukan hubungan ****, Matthew mengetahui bahwa Alice sudah tidak perawan lagi. Dan benar saja, Alice akhirnya mengakui bahwa dirinya selalu berhubungan badan dengan para mantan terdahulunya. Alice juga mengakui bahwa dirinya seorang wanita yang maniak ****. Ia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak melakukannya lebih dari sehari. Itulah alasan kenapa Matthew selalu pergi pagi dan pulang larut malam, terkecuali bila pria itu memang sedang menginginkannya.
.
.
.
.
Jangan lupa like yang banyak ya, bantu author agar novel ini bisa up dan dibaca banyak penggemar.
makasiihh... 😁
__ADS_1