Lovely Atreya

Lovely Atreya
Liburan di villa 2


__ADS_3

Sudah lima hari mereka berlibur di villa keluarga William.  Atreya tengah berdiri dibalkon kamarnya lantai dua sambil menatap ke arah kolam dibawahnya mengawasi Casey dan Bella yang sedang berenang. Terlihat juga Jhon ikut mengawasi mereka dari kejauhan dibawah pohon yang lumayan rindang sambil merokok. Sejak Satria kembali ke kota malam itu, Jhon pun datang atas perintah Matthew untuk menjaga mereka selama tinggal di villa.


“Nyonya, siang nanti saya mau masak kartoffelsalat, apa nyonya menyukainya? Barangkali minta dibikinkan makanan lainnya.” Pertanyaan Dorothy membuat Atreya mengerjap, kembali tersadar, dia masih berada dikamarnya, bahkan masih memakai piyama tidurnya, belum beranjak ke mana pun sejak bangun tidur pagi tadi.


“Masakan apapun aku menyukainya. Terlebih itu masakan mu, Dorothy.” Sahut Atreya tersenyum.


“Oh, baiklah kalau begitu. Aku hanya bertanya saja barangkali nyonya ingin dibuatkan sesuatu seperti nona Bella yang hari ini minta dibuatkan kue bienenstich”


Bienenstich merupakan kue manis yang adonannya terbuat dari krim vanilla, kacang almond dan madu sebagai pelapis diatasnya.


“Oya? Aku apa saja suka kok" ujar Atreya tak mau merepotkan Dorothy, lagipula dirinya sedang tidak selera makan akhir-akhir ini.


“Baik, Nyonya. Kalau begitu saya permisi.”


Sepeninggal Dorothy, Atreya memindai kamar tidurnya, berharap ada yang bisa dia lakukan untuk menyibukkan diri. Tetapi setiap sudutnya sudah dibersihkan Dorothy dan pelayan lainnya di villa ini dengan teliti. Tak ada lagi debu tersisa, atau kekacauan yang bisa dirapikan termasuk mainan Casey yang selalu berserakan dimana-mana. Atreya beranjak ke lemari pakaian, pakaian yang dibawanya memang Cuma sedikit, dan dia mulai bosan memakai pakaian yang itu-itu saja. Atreya pun mulai melihat-lihat beberapa pakaian yang tersusun rapi disana.


Kamar itu memang kamar yang biasa dipakai Matthew jika dia ke sini, maka tidak heran jika dilemari ini ada beberapa pakaian milik suaminya tersebut. Atreya menarik keluar sebuah kemeja flannel kotak-kotak Armani Exchange dari salah satu gantungan baju tersebut. Dicobanya baju itu didepan cermin, lantas tersenyum saat melihat bayangan dirinya disana.


“Aku akan memakai kemeja ini selepas mandi nanti” pikirnya dalam hati.


Entah kenapa dengan Atreya akhir-akhir ini. Perempuan itu selalu merindukan suaminya yang belum pulang juga. Rasanya dirinya ingin selalu dekat dan bermanja-manja dengan lelaki yang kini menjadi suaminya tersebut.


Terlihat konyol memang, Atreya merasa seperti seorang gadis muda yang sedang dimabuk asmara. Padahal faktanya perempuan itu sudah menginjak usia hampir tiga puluh tahun, dan bukan lagi disebut gadis muda.


Setelah mandi, Atreya benar-benar memakai kemeja flannel kotak-kotak berwarna biru itu. Ditubuhnya yang lebih kecil, kemeja itu nyaris sepanjang paha. Atreya menggulung lengan kemejanya yang memang terlalu panjang

__ADS_1


dilengannya. Perempuan itu tertawa melihat bayangannya dicermin. Ada apa dengan diriku?


Atreya tetap memakai kemeja milik Matthew dan entah kenapa kemeja kebesaran ini membuat hatinya senang. Ia pun langsung keluar dari kamarnya menuju ke kolam menghampiri Bella dan Casey yang masih asik berenang.


“Casey, ayo cepat naik! Kamu sudah terlalu lama berenang, Nak. Sekarang kamu mandi ya!” perintah Atreya dan kali ini casey tidak lagi membantahnya. Mungkin karena bocah itu memang sudah puas berenangnya dari tadi bersama Bella.


“Oke, Ma.”  Tak lama kemudian Casey dan Bella pun mengakhiri kegiatan berenangnya lalu menuju ke shower pembilasan.


“Ayo, Casey. Aku akan memandikan mu sekalian!” ajak Bella.


“NO!! aku sudah besar, aku bisa mandi sendiri tanpa bantuan siapa pun.” Ujar Casey lalu pergi begitu saja meninggalkan Bella dan Atreya.


Bella mengangkat bahunya tinggi-tinggi. “you see? Bocah itu mirip sekali dengan ayahnya. Selalu merasa dirinya mampu melakukan segala apapun sendirian.” ujarnya lalu terkekeh.


“Bell, sejauh mana kau mengenal Matthew?” tiba-tiba Atreya jadi penasaran menguak tentang suaminya itu. Atreya memang belum mengenal pribadi lelaki yang menjadi suaminya itu lebih dalam. Dan selama ini dia memang tidak terlalu mengoreknya. Dulu Atreya tidak tertarik untuk mencari tau karena tidak menyukainya. Terpaksa menikah dengan matthew karena tidak ingin kehilangan hak asuh Casey. Namun kini seiring dengan berjalannya waktu Atreya sudah mencintai suaminya tersebut dengan sepenuh hati.


“Alice?” Atreya mengerutkan dahinya.


“Iya, sebelum kakak menikahi mu, dia kan sedang berhubungan dengan Alice lama sekali, mungkin ada dua tahunan. Tapi tiba-tiba kak Matt pulang dengan status sudah menikah denganmu dan punya anak seusia Casey. Aneh bukan? kalau bukan momy yang cerita semuanya, mungkin aku bisa mati penasaran tentang hubungan kalian” ujar Bella seraya menggeleng-gelengkan kepalanya merasa takjub dengan kisah cinta kakak sepupunya tersebut.


“Aku juga tidak menyangka jadinya akan seperti ini. Tadinya ku pikir aku tidak akan pernah bertemu lagi dengannya. Kami tidak saling mengenal, bahkan mengingat namanya pun aku sudah lupa. Tapi ternyata semesta mempertemukan dan menyatukan kami lagi melalui Casey” ucap Atreya dengan tatapan kosong memandang gelombang air kolam renang yang tercipta dihadapannya.


Alice? seperti apa perempuan itu? apa sekarang Matthew masih mencintai Alice? aahh... aku jadi penasaran.


“Oke, kalau begitu aku tinggal mandi dulu, ya” sahut Bella lalu menepuk bahu Atreya sambil beranjak pergi, dan membuyarkan semua lamunan Atreya tentang Alice.

__ADS_1


Selepas kepergian Bella, Atreya lalu menghampiri Luke si penjaga villa itu. Lelaki itu sudah sibuk memakai sarung tangan ditaman bunga.


“Ada bunga baru yang mau ditanam, Luke?” Tanya Atreya antusias. Berkebun sepertinya aktivitas yang menyenangkan untuk menghabiskan hari ini, pikirnya. Atreya jadi teringat mendiang sang nenek yang suka sekali berkebun dan menanam bunga.


“Iya, Nyonya. Ini bunga geranien” jawab Luke seraya menunjuk sekelompok tanaman yang terkenal tahan dimusim dingin itu masih berada di dalam polybag.


“Bagus sekali” Perempuan itu berseru senang. Dia baru tahu tanaman berdaun merah lebar itu namanya geranien. “aku ikutan tanam ya, Luke?”


“Jangan, Nyonya!! Nanti kotor” ujar Luke kaget.


“Kan pake sarung tangan” sahut Atreya seraya mengambil sepasang sarung tangan berbahan karet didalam kotak.


“Waduuh, kalau Tuan William dan Tuan Matthew  tahu bagaimana ini, bisa marah nanti, Nyonya. Apa sebaiknya Nyonya Atreya duduk dan melihatnya saja?!” bujuk lelaki yang usianya tak terpaut jauh dengan Matthew itu.


“Aku bosan, Luke. Tolong ijinkan aku membantumu, oke!!”


Akhirnya Luke hanya bisa pasrah, membiarkan Atreya melakukan keinginannya. Baik Luke maupun Atreya tidak tahu, Matthew ditemani Satria sengaja berjalan kaki dari gerbang depan, dan sudah melihat keduanya dari kejauhan.


Matthew tertegun, langkah kakinya terhenti saat melihat Atreya dengan kemeja miliknya yang jelas kebesaran ditubuh Atreya terlihat begitu senang membantu Luke menanam tanaman itu. Senyuman kecil tersungging dibibirnya saat melihat kembali wajah sang istri yang teramat dicintainya.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa beri dukungan akunya dengan Like, komen dan Vote untuk minggu ini ya....


__ADS_2