
"APA?" Atreya begitu terkesiap mendengar bahwa Matthew adalah salah satu pasien dari dokter onkolog itu.
Matthew dan Steve saling beradu pandang. Bola mata Matthew mengisyaratkan sesuatu yang langsung bisa ditangkap oleh Steve.
"Ah, bagaimana kondisi temanmu itu? masih rajin kemo kan?" Ujar Steve menepuk bahu Matthew seraya mengusapnya. usapan itu bukan usapan biasa, tapi mengisyaratkan sesuatu agar Matthew bisa bersikap tenang.
"Ya, dia mulai membaik, dok. semoga kondisinya semakin membaik." sahut Matthew tersenyum.
"titip salam ya kalau bertemu dengannya." ujar Steve.
Matthew hanya mengangguk seraya tersenyum tipis.
"siapa yang kalian bicarakan?" tanya Cathy memicingkan sebelah matanya curiga.
lagi-lagi Matthew dan Steve saling berpandangan. "Oh, ini temannya Matthew. betulkan Matt? siapa namanya? aku lupa." sahut Steve seraya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"hhmm. Gerry. ya Gerry teman kecilku. dia mengidap leukimia stadium dua." ungkap Matthew.
"kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan?", Atreya melirik sang suami disampingnya. hati perempuan itu mengatakan ada sesuatu yang tidak ia ketahui tentang sosok Matthew selain sebagai suaminya tersebut.
Matthew mengubah posisinya menjadi berhadapan dengan Atreya, menyentuh pipinya lalu mengecup kening sang istri dihadapan Steve dan Cathy. "tidak ada yang perlu aku sembunyikan padamu, sayang. percayalah." ucapnya seraya mengecup bibir Atreya sekilas karena takut riasan lipstik istrinya menjadi berantakan.
Atreya akhirnya mengiyakan. Berusaha untuk percaya dengan perkataan Matthew meski hatinya berkata lain.
"Kalian mau pesan apa? " tanya paula kembali memulai pembicaraan.
Matthew meraih buku menu dan menunjukannya pada sang istri. "Kamu mau pesan apa?"
"Terserah, aku ikut saja" sahut Atreya, entah kenapa dia merasa tidak bersemangat lagi. namun Atreya cukup profesional untuk menyembunyikannya dihadapan orang lain.
Matthew lalu menunjukan beberapa menu pada Atreya dengan sikapnya yang begitu tenang.
Sementara mata Cathy memicing melihat gerak gerik Matthew. Lelaki itu terlihat sangat tampan seperti biasanya. Tuxedo hitam satu kancingnya membuat Matthew sangat mempesona. Dasi kupu-kupunya yang berwarna maroon mengikuti warna gaun sang istri. Pasangan pengantin baru itu terlihat elegan di mata Cathy.
Tapi bukan penampilan luar mereka yang membuat gadis itu berdecak kagum dalam hati, melainkan sikap matthew yang sudah sangat berubah.
Matthew memperlakukan Atreya layaknya seorang ratu, sikap lelaki itu terlihat begitu berbeda dari Matthew yang dikenal Cathy beberapa tahun yang lalu.
Cathy mengenal Matthew saat mereka sama-sama kuliah di Amerika dulu. Bahkan perempuan itu juga mengenal Aaron meski tidak terlalu dekat. Cathy ingat betul, pertama kali dia bertemu Matthew disebuah pesta. Saat itu dia belum tau Matthew adalah anak dari William Polan pemilik Neotech company. Gara-gara alkohol membuat keduanya berakhir dikamar apartemen Cathy. Dan itu hanya one night stand saja untuk mereka. Tentu saja tidak ada yang spesial. Baik Cathy maupun Matthew hanya bersenang-senang, bahkan mereka akhirnya berteman baik hingga kini.
__ADS_1
Tapi Cathy cukup tau, Matthew adalah tipikal lelaki yang tidak atau belum bisa berkomitmen dengan perempuan mana pun. Terbukti saat di Amerika, tiap kali mereka bertemu, pasangannya selalu saja berganti-ganti. Saat mereka sudah pulang ke Berlin pun, Cathy nyaris tidak pernah bisa mengingat siapa saja kekasih Matthew saking banyaknya. Namun terakhir yang diketahuinya dari Bella adalah Alice. Matthew cukup lama berhubungan dengan gadis hyper sexs itu.
Tapi siapa Atreya O'Neill? Perempuan itu terlihat lugu dan biasa saja. Meski tetap terlihat elegan dan berkelas dimata Cathy. Atreya seperti anomali bagi Matthew, terlihat dari sikapnya memperlakukan Atreya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Bagaimana kalau kita pesan soupe a l'oignon. Main coursenya Boeuf bourguignon saja. Kamu pasti suka." ujar Matthew memberi saran. Atreya mengangguk sambil melihat jenis-jenis makanan khas Perancis yang ditunjuk Matthew dibuku menunya.
"Untuk dessertnya nanti kita pesan creme brulee saja ya, Matt? " kata Cathy memotong.
"oke aku suka dessert nya." sahut Atreya kembali tersenyum.
"Boleh juga." jawab Matthew seraya menyerahkan kembali buku menunya kepada pelayan.
Lantas perbincangan bisnis antara Matthew dan Cathy pun dimulai. Atreya dan Steve hanya menjadi pendengar setia saja. karena bukan ranahnya untuk mereka ikut campur.
Setelah menyantap hidangan makan malam itu Atreya meminta ijin untuk ke toilet karena harus buang air kecil dan memperbaiki lipstiknya yang sedikit memudar setelah makan.
Atreya baru saja keluar dari toilet saat dilihatnya Cathy baru saja masuk. "Cathy? Sudah selesai diskusi masalah bisnisnya?" tanya Atreya heran.
Soalnya saat dia ijin ke toilet, Cathy masih terlibat langsung dalam diskusi penting antara dirinya dan Matthew. Atreya masih belum bisa mengerti karena basic usahanya berbeda dengan pekerjaan kesehariannya di kantor milik sang kakak.
"Sudah beres kok. Tinggal legalitasnya saja. " jawab Cathy tersenyum.
"Nah, nyonya Matthew." ujar Cathy saat keluar dari toilet, "kamu harus menceritakan bagaimana kamu bisa memikat hati seorang Matthew?"
"Hah? " Atreya benar-benar terkejut mendengar pertanyaan cathy. Lipstick bermerk Estee Lauder yang sedang dioleskan Atreya dibibirnya sampai patah.
"Oh, ya ampun. Sorry... " Cathy bergegas menghampiri Atreya lantas mengeluarkan lipstick Guerlain yang sama-sama mahalnya itu. "Ini pakai punyaku saja." katanya seraya menyerahkan lipstick itu pada atreya.
"Tidak. Terima kasih Cathy. Aku sudah selesai kok." sahut Atreya seraya membuang lipstick mahalnya yang sudah patah itu ke tong sampah.
"Sepertinya aku harus mengganti lipstick mu. Karena sudah membuatnya patah. " ujar cathy merasa tidak enak.
"Tidak perlu, Cat. Itu masalah sepele saja kok. hanya sebuah lipstik." ucap Atreya sungkan. padahal kita tau lipstik merk Estee Lauder itu tergolong mahal di Indonesia.
Meski baru berkenalan, Atreya merasa cocok dengan Cathy. Gadis itu terlihat sangat santun dan ramah dimata Atreya.
"So? Bagaimana pertanyaan ku yang tadi?" tanya Cathy setelah mereka sama-sama merapihkan riasan sebelum kembali ke meja menemui Matthew dan Steve disana.
"Yang mana?" Tanya Atreya berpura-pura lupa.
__ADS_1
"Kamu ya", ujar cathy seraya mencubit lengan Atreya pelan.
Atreya tertawa. "Ceritanya panjaaang, Cat. Tapi intinya kami memutuskan menikah karena Casey."
"Casey?" Cathy mengernyit heran.
"Ya, Casey anak kami. usianya sudah mau enam tahun dua bulan lagi." sahut Atreya.
"What??" Cathy terbelalak. "kalian sudah memiliki anak? bukannya kalian menikah baru bulan lalu?"
"kan sudah ku bilang ceritanya panjang. gak bisa cerita disini juga." ujar Atreya seraya mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan toilet itu.
"oke, kalau begitu kau berhutang cerita kepadaku. bagaimana kalau kapan-kapan kita jalan sambil ngopi bareng? kau mau kan?", Ajak Cathy. Gadis itu sangat tertarik dengan Atreya. Cathy ingin berteman dengannya.
"kapan? asal kau yang traktir dan memilih tempatnya ya. aku masih belum mengenal Berlin lebih dalam." ujar Atreya tertawa.
Cathy pun ikut tertawa. Lalu dia menggandeng lengan Atreya keluar dari toilet. "Oke tapi jangan pesan creme brulee lagi ya."
"memangnya kenapa?" Atreya mendelik.
"Memang racun banget tuh si creme brulee, buyar deh acara dietku" ujar Cathy seraya mengelus-ngelus perutnya yang ramping.
Atreya tertawa "Ah, kamu sudah langsing begitu, Cathy. Tidak perlu diet segala. " kata Atreya tak percaya. Cathy hanya terkikik geli.
"Hey apa yang kalian tertawakan?" tanya Steve saat keduanya kembali ke kursi masing-masing.
"Rahasia perempuan" jawab Cathy seraya mengedipkan sebelah mata pada Atreya yang hanya tersenyum.
Matthew senang malam ini berjalan sempurna. Dinner meetingnya dengan cathy berjalan lancar seperti seharusnya. Proyek besar yang sudah NEOTECH incar sejak lama sudah ada titik terang. Perusahaan yang Cathy kelola sudah setuju dengan proposal yang diajukan. Tinggal tanda tangan dan semuanya beres.
Ide Cathy lah yang membuat kesepakatan untuk menjalin kerja sama bisnis dan akhirnya menjadikan Cathy dan Matthew bukan lagi sebagai teman tapi menjadi partner yang saling menguntungkan seperti sekarang.
.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa like, komen dan vote nya untuk Minggu ini ya, gaiss 😉😘