Lovely Atreya

Lovely Atreya
pulang lebih awal


__ADS_3

GEA Company, Sydney.


"Jadi menurutmu aplikasi yang ku buat ini tidak berbobot?" sanggah seorang lelaki yang diketahui adalah kakaknya Matthew yang bernama Kyle.


"Ya, aku ragu untuk memproduksinya, Kyle."


"Sialan!! kau masih saja menganggap dirimu lebih hebat dariku, Matt." Kyle mengeram. Dia tidak terima kalau aplikasi yang dia buat dipandang sebelah mata oleh Matthew.


"Rasanya aku sudah buang-buang waktu kemari kalau hanya untuk melihat aplikasi murahan seperti itu." ucap Matthew mendecih lalu segera beranjak dari ruangan itu.


"Tunggu Matt!! perusahaanku ini punya karyawan banyak. Jadi tolong kau bantu untuk menyempurnakan proyekku."


"Apa proyek mu ini sudah ditunjukkan ke Daddy. bagaimana pendapatnya?" ucap Matthew malah balik bertanya.


"Belum. Rencana besok lusa aku akan ke Berlin sekalian menemui Jeany." sahut Kyle datar.


"Kalau gitu kita tunggu pendapat Daddy saja. Sorry, kalau aku sama sekali tidak tertarik dengan aplikasi pencarian jodoh seperti itu." tegas Matthew sampai akhirnya dia benar-benar keluar dari ruangan direktur kantor GEA Company tersebut.


"Tunggu Matt!!" Kyle terlihat mengejar kembali sang adik. Terpaksa Matthew menghentikan langkahnya. "Kita baru saja bertemu. Bagaimana kalau kita makan siang sambil mengobrol? ku dengar kau memiliki anak dari perempuan itu."


Mendengar itu sontak membuat Matthew teringat kejadian dihotel enam tahun lalu. Saat dirinya melecehkan perempuan tak berdaya dibawah pengaruh sex drop.


"Aku minta maaf, Matt. Aku gak tau bakalan seperti ini." ucap Kyle seraya menyunggingkan senyuman miring penuh arti.


"Tidak usah bahas soal itu lagi. Aku sudah bahagia dengan mereka" jawab Matthew sinis. "Sorry, aku aja janji makan siang dengan salah satu klien dikota ini" ucapnya lalu kembali membalikkan tubuhnya dan pergi.


"Adik sialan!! awas saja kau, Matt. Akan aku adukan ke Daddy" umpat Kyle seraya mengepalkan kedua tangannya geram.


*****


Di Hotel, Sydney.


Malam berikutnya Matthew melakukan panggilan videocall dengan Atreya dan Casey.


Atreya tidak sadar sedang memakai daster mini dengan belahan dada rendah hingga dada bagian atasnya terlihat jelas.


"Daddy sedang apa sih disana? " ucap casey.


"Daddy sedang ada pekerjaan sayang, kamu lagi apa sama Mama?" Matthew balik bertanya.


"Nonton tv"


"Kok belum bobo? Ini sudah malam lho."


"Aku belum ngantuk, Dad" sahut sang bocah sambil menguap.

__ADS_1


Matthew yang melihatnya pun jadi tertawa. "itu Casey menguap, berarti tandanya kamu ngantuk."


Casey mengerucutkan bibir mungilnya, "Iya deh aku bobo, tapi Daddy juga disana bobo ya."


"Iya casey. Good night sayang..."


"Good night, Dad."


Tak lama kemudian Casey pun pergi ke kamarnya lalu memberikan ponselnya pada sang Mama.


"Caseynya udah kekamar tuh" Atreya kembali menghadapkan kemera ponsel pada dirinya.


Matthew malah diam memandangi Atreya dalam layar ponsel. Dia hanya tersenyum-senyum sambil memandangi dada atreya yang terekspos dengan jelas dikamera. Lama-lama Atreya tersadar karena bola mata sang suami selalu melihat kebawah.


"Iih... Kamu ngapain senyum-senyum gitu. Mau?", Atreya terkekeh seraya menutupi dadanya dengan satu tangan.


"Eh, apa? Mau?" tanya Matthew gagal fokus.


"Iya, mau gak?" Entah kenapa Atreya malah ingin menggodanya.


"Mau apa dulu nih?" Matthew terkekeh.


"Udah ah, Kamu cape kayanya. Gagal fokus begitu." Atreya berniat mengakhiri panggilan video callnya.


"Eh tunggu! aku gak gagal fokus, malah terlalu fokus ini. Aku mau kok sayang" ujar Matthew padahal dia sendiri gak terlalu yakin dengan maksudnya Atreya barusan.


"Lusa" jawabnya singkat.


"Ohh, ya sudah."


"Ya udah apa?" Matthew mengernyit heran.


"Aku mau tidur, suamiku sayang. Besok pagi ada rapat penting dikantor, jadi jangan sampai bangun terlambat" tutur Atreya.


Apa? sayang?, batin Matthew yang merasa tersanjung saat mendengar istrinya memanggil dirinya dengan sebutan sayang.


"Oke good night, wife" ucap Matthew.


"Good night, husband" jawab Atreya kembali datar.


Kemudian keduanya pun mengakhiri panggilan videonya.


*****


Malam ini sengaja Matthew pulang lebih awal dari waktu yang telah dijanjikan karena ingin memberikan kejutan untuk sng istri.

__ADS_1


Suara hentakan kaki Matthew menggema didalam rumah mewah itu. Matthew sudah tidak sabar ingin segera menemui Atreya dikamarnya. Dadanya bergemuruh tidak sabar ingin membebaskan rindu pada sang istri yang selama tiga hari terpenjara selama dirinya di Sydney.


Saat membuka pintu pandangannya langsung tertuju pada ranjang dimana Atreya tengah tertidur pulas dengan Casey dikamar dirinya. Niat awal ingin memberi kejutan, kini malah dirinya yang terkejut mendapati Atreya tertidur menggunakan gaun tidur yang seksi.


Gaun tidur berwarna krem dengan bagian atas bertali spaghety, serta renda yang membentuk huruf v dibagian dada, memperlihatkan sebagian besar dada Atreya yang menyembul. Juga terlihat paha mulus sang istri yang terpampang nyata dihadapannya.


"Shit! Kenapa dia berpakaian seperti itu? Apa dia gak tau aku akan pulang?" umpat Matthew tanpa disadari bahwa dirinyalah yang mengatakan pada Atreya baru akan kembali besok malam.


Dengan susah payah Matthew menelan saliva, kemudian menarik selimut menutupi tubuh Atreya hingga lehernya.


Matthew memperhatikan wajah Atreya lekat-lekat. Memuaskan segala kerinduan, kemudian tangannya terjulur mengelus lembut pipi halus selembut sutra.


Merasa ada sentuhan hangat dipipinya, Atreya mengerjap beberapa kali kemudian mengucek kedua mata berusaha menjangkau kesadarannya.


"Sudah pulang? Katanya pulang besok" tanya Atreya dengan suara parau khas bangun tidur.


"Iya, urusan disana sudah selesai." jawab Matthew. "Ayo tidur lagi! Ngobrolnya dilanjut besok pagi saja. Kasihan Casey nanti terbangun" ucap Matthew lalu beralih mengecup kening Casey sekilas.


Namun Atreya malah beranjak dari ranjang, mengambilkan segelas air untuk sang suami. Matthew pun segera menyaut gelas yang diberikan Atreya kemudian meneguknya sambil mendudukan tubuhnya diranjang. Setelah gelas itu kosong, Atreya pun kembali mengambilnya lalu menyimpannya diatas nakas.


Matthew mengumpat dalam hati, kemudian berusaha mengedarkan pandangan keseluruh ruangan, dia berusaha menghindari sosok tubuh sang istri dihadapan yang telah membangunkan hasratnya.


"Ganti baju dulu, habis itu istirahat. Kamu pasti cape kan abis perjalanan jauh." ucap Atreya seraya membantu melepaskan dasi Matthew yang masih melekat dileher sang suami.


Jadi seperti ini rasanya mempunyai istri?


Bathin Matthew sambil memberanikan dirinya kembali menatap wajah Atreya yang kini sudah beberapa centi saja dengan tubuhnya.


Lelaki itu merasa hidupnya lengkap, tidak kosong lagi. Ada seseorang yang menunggunya dirumah saat pulang kerja, dan melayani segala kebutuhannya.


Matthew mengangkat dagu lancip milik istrinya, beberapa detik mata mereka bertemu.


Lelaki yang sudah sah menjadi suami Atreya itu kemudian menundukan kepala, lalu mencium lembut bibir tipis Atreya tanpa ada penolakan darinya. mengulumnya lembut, tidak menuntut seolah menyalurkan seberkas rindu yang tertahan selama beberapa hari.


Atreya terpaku dengan mata melebar sempurna. Jantungnya tiba-tiba berdetak seolah sedang lari marathon saat merasakan kehangatan bibir sang suami. Kemudian dia mencoba menyambut ciuman itu. Mereka saling mengecap dan membelit didalam sana.


Setelah dirasa Atreya sudah kehabisan nafas, Matthew pun melepaskan pagutannya. Menyatukan keningnya dalam kening Atreya.


"Lanjutin besok aja ya, disini sedang ada Casey" ucap Atreya ragu. "Kamu juga pasti lelah" sambungnya seraya mengusap lembut pipi suaminya.


Matthew begitu terkesiap mendengar ucapan Atreya. Lelaki itu merasa kini perempuan yang telah dinikahinya itu sudah mulai membuka hati untuk dirinya.


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa Like, komen and votenya ya say 😘🤗


__ADS_2