Lovely Atreya

Lovely Atreya
bertemu teman cantik Matthew


__ADS_3

Setelah sarapan pagi, Atreya bersiap-siap karena akan mengantar Matthew ke rumah sakit. dia memakai mantel tebalnya karena cuaca diluar sedang dingin.


"Ayo Matt!!" ajak Atreya.


"kemana?" Matthew mengernyit seolah-olah ia melupakannya.


"ke dokter kan?" sahut Atreya menaikkan sebelah alisnya.


Matthew malah mendekap Atreya, memegang pinggang ramping sang istri seraya mengecup bibir ranumnya sekilas."diluar cuacanya sangat dingin, Rea. kamu dirumah saja ya! aku akan pergi bersama Jhon." sahut Matthew.


"tapi aku mau ikut." Atreya merajuk.


"ini bukan piknik. ini ke rumah sakit." Matthew terkekeh.


"pokoknya aku mau ikut. aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja."


Matthew malah mengeratkan pelukannya. mendorong tubuh Atreya kedepan agar lebih menempel dengan tubuhnya. "Ya sudah kalau kamu ingin selalu dekat dengan ku terus mending kita menghabiskan waktu dikamar saja. bagaimana?" ujar Matthew menyunggingkan senyuman miring.


"Maattt...." Pekik Atreya lalu melepas pelukan sang suami. "kok kamu gitu sih? apa jangan-jangan ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku. iya kan?" Atreya memicingkan sebelah matanya.


Matthew malah tertawa. "kamu sok tau, Rea. maksudku, setelah dari rumah sakit nanti aku dan Jhon akan ke kantor Daddy. kalau kamu ikut nanti bisa-bisa bertemu dia lagi." ujarnya dengan nada sinis.


"Dia siapa?" tanya Atreya pura-pura tidak mengerti. rasanya Atreya ingin mengganggu suaminya itu.


"mantan calon suami." sahut Matthew seraya menempelkan bibirnya ke kuping Atreya dan membuat perempuan itu bergidik kegelian.


"Mama...Daddy..." tiba-tiba Casey datang.


"Casey, kamu sudah bangun sayang?" sapa Atreya lalu memeluk bocah menggemaskan itu.


"Om Sat kemana? kok aku bangun tidur gak ada? Om Sat pergi lagi? apa Om Sat udah gak sayang aku lagi?" cerca Casey memberondong pertanyaan, dan membuat kedua orang dewasa itu kelimpungan menyusun jawabannya.


"Om Satria nya harus berangkat kerja. tadi pagi udah pergi bersama bibi Bella ke kantor." Ujar Atreya lalu pandangannya beralih kepada sang suami yang nampak sudah cemberut. "kan sekarang casey sudah punya Daddy. Daddy juga sayang lho sama kamu. bahkan sayangnya Daddy lebih banyak dari Om Satria."

__ADS_1


mendengar itu Casey langsung berlari ke arah Matthew. dengan cepat lelaki itu membawa sang bocah kepangkuannya. "I love you, Dad" ucap casey lalu melingkarkan tangan mungilnya ke leher sang Daddy.


Matthew tersenyum, lalu menghujani wajah Casey dengan banyak kecupan. "love you so much, my Son." ujar Matthew seraya pandangannya mengarah kepada Atreya yang berdiri dihadapannya. satu tangan Matthew menjulur kearah Atreya, menggiringnya untuk masuk kedalam rengkuhan dada Matthew yang lebar bersama Casey.


*****


Seminggu pun berlalu. Malam ini Matthew mengajak Atreya untuk menghadiri undangan makan malam bersama kawan lamanya. Sayangnya Casey tidak ikut bersama mereka karena sedang diajak Lily dan Bella menginap di Villa milik William.


Atreya memakai gaun malam yang sangat indah. dalam balutan satin berwarna maroon hingga ke lutut, dress nya yang melekat ketat ditubuhnya membuat perempuan itu terlihat mewah. dengan model simpel gaun itu membuat kalung mutiara yang baru saja dibelikan Matthew terlihat anggun dileher jenjangnya Atreya.


Matthew tidak bisa menutupi kekagumannya pada penampilan sang istri malam ini. dia sering kali menatap Atreya diam-diam dan kemudian tersenyum sendiri.


Atreya memang tidak begitu mahir membuat riasan wajahnya sendiri untuk momen seresmi ini. walaupun Matthew tetap menyukai Atreya meski tanpa riasan, terkadang memang harus menyesuaikan diri dengan acara yang akan dihadiri. hasilnya memang sempurna, Atreya mampu merias wajahnya dengan riasan flawless yang anggun dan tetap elegan. Atreya sebetulnya sedikit gelisah sejak matthew memberitahunya dia akan menemani Matthew dinner meeting dengan kawan lamanya sekaligus salah satu mitra baik NeoTech Company. Karena ini pertama kali baginya akan diperkenalkan sebagai seorang istri dihadapan teman Matthew. Belum apa-apa wajah Atreya sudah pucat, membuat sang suami tersenyum melihatnya.


"Santai saja, Rea. kan ada aku." ujar Matthew saat dilihatnya Atreya kembali gugup. padahal mereka baru saja turun dari mobilnya menuju lobi. Tangan Matthew yang langsung melingkar dipinggang Atreya membuatnya terkesiap.


"tau gini aku ikut bibi Lily saja ke Villa. mungkin lebih menyenangkan bisa bersama casey." bisik Atreya dan membuat Matthew mendelik lalu diciuminya pucuk kepala Atreya.


"kamu harus selalu ada disampingku, sayang." ujar Matthew tersenyum.


Pelayan langsung mendatangi mereka begitu keduanya memasuki ruangan makan, dan mengantar keduanya ke meja mereka. Dengan meja bergaya modern minimalis, tempat itu ternyata tidak terlalu mengintimidasi Atreya. bahkan hampir sama seperti di Indonesia saat dirinya menghadiri Dinner meeting dengan Aaron beberapa kali waktu itu.


"Matthew, where have you been" seorang perempuan berdiri dengan lengan terbuka menyambut Matthew, memeluknya erat, serupa sahabat lama yang baru kembali dipertemukan.


Perempuan itu bernama Cathy. Cantik, tinggi, langsing dan penuh percaya diri. Gaun hitamnya yang panjang terbelah dibagian paha atas. dengan model kemben, gaun itu mempertontonkan leher dan bahunya yang putih mulus tanpa aksesoris apa pun. rambutnya yang digelung ke atas semakin menonjolkan dagunya runcing dan bibirnya yang melebar saat tersenyum.


"Cathy Simpson, kapan kita terakhir kali bertemu?" ujar Matthew saat melepaskan diri dari pelukan perempuan jelita itu.


"terlalu lama untuk bisa diingat." ujar Cathy, disambut matthew yang tertawa. Reaksi Matthew melihat Cathy yang seksi ternyata biasa saja, tidak ada sorot kagum atau apalah. Cathy Simpson baginya hanyalah kawan lama sekaligus partner bisnisnya di Neotech Berlin yang masih dibawah pimpinan William, sang ayah.


"Cathy, kenalkan ini Atreya O'Neill, Istriku." kata Matthew. Atreya menjabat tangan Cathy yang sudah terulur padanya.


"Hi, saya Atreya," sapa Atreya kikuk. tapi senyuman hangat Cathy tidak membuat kekikukan Atreya berlangsung lama. Perempuan itu sudah menarik Atreya ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Hi Atreya, senang akhirnya bisa bertemu denganmu." ujar Cathy. "Maafkan aku waktu itu tidak bisa menghadiri pesta pernikahan kalian.


"kamu sedang dimana waktu itu?" tanya Matthew.


"di New York. lagi liburan bersama kekasihku. kebetulan dia sedang ada seminar disana." Jelas Cathy.


"kekasihmu yang mana, yang anggota mafia itu?" tanya Matthew terkekeh.


"lupakan dia, Matt!!", Cathy melotot kearah Matthew. "kekasihku sekarang seorang dokter onkolog." ujarnya lagi tersenyum bahagia.


"Oya?" Matthew mengernyit penasaran.


"Dia sedang diperjalanan menuju kemari." ujar Cathy semangat.


Baru juga dibicarakan tiba-tiba seorang Pria tinggi dengan tubuh proporsional datang dan langsung mencium puncak kepala Cathy. "maaf aku terlambat sayang." ujarnya lalu beralih mengecup bibir Cathy sekilas.


Cathy tersenyum, lalu berdiri dari posisi duduknya dan memberikan pelukan hangat pada sang kekasih yang baru datang. "Steve, kenalkan ini temanku yang aku ceritakan waktu itu." ujar Cathy mengenalkan kekasihnya pada Matthew.


"Dokter Steve?" Matthew begitu terkejut ternyata kekasihnya Cathy adalah dokter Steve.


"Tuan Matthew?" dokter itu pun tak kalah terkejutnya karena mengenali Matthew.


"Hey, ternyata kalian sudah saling kenal?" ujar Cathy tertawa kecil.


"Ya, Tuan Matthew salah satu pasien tetapku." Sahut Steve keceplosan merahasiakan identitas pasiennya.


"APA?" Atreya begitu terkesiap mendengar bahwa Matthew adalah salah satu pasien dari dokter onkolog itu.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2